Pasien Covid-19 Pertama Ajak Warga Segera Ikuti Vaksinasi: Jangan Percaya Konspirasi

RR Ukirsari Manggalani | Stephanus Aranditio | Suara.com

Jum'at, 04 Maret 2022 | 10:05 WIB
Pasien Covid-19 Pertama Ajak Warga Segera Ikuti Vaksinasi: Jangan Percaya Konspirasi
Ilustrasi vaksin COVID-19 dan booster (Freepik)

Suara.com - Pasien Covid-19 pertama, Sita Tyasutami meminta semua masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi Covid-19 yang digencarkan pemerintah jika ingin pandemi segera terkendali.

Sita menegaskan vaksin adalah salah satu cara selain pola hidup sehat dan menaati protokol kesehatan agar terhindar dari Covid-19.

"Vaksin itu bukan satu-satunya jalan tapi salah satu jalan yang penting untuk kita bisa mengakhiri pandemi, tidak usahlah (percaya) konspirasi-konspirasi, kita dari dulu juga sudah divaksin," kata Sita kepada Suara.com, Jumat (4/3/2022).

Ratri Anindya dan Sita Tyasutami, pasien corona yang telah sembuh (dok BBC)
Ratri Anindya dan Sita Tyasutami, pasien Corona pertama di Indonesia yang telah sembuh (dok BBC)

Dia mengingatkan sebelum vaksin lebih baik berkonsultasi dulu dengan dokter jika memiliki riwayat penyakit yang mungkin bisa terpengaruh akibat vaksinasi Covid-19, seperti dirinya yang lebih memilih disuntik vaksin merek Sinovac karena KIPI yang rendah.

"Udah divaksin tahun lalu itu, tapi di akhir tahun, waktu awal-awal belum vaksin karena lansia dulu, pas aku mau vaksin waktu itu adanya Astrazeneca tapi aku kan gampang sakit kan, akhirnya begitu ada Sinovac aku langsung vaksin, ini aku juga lagi cari untuk yang booster," ucapnya.

Sita berharap pandemi segera berakhir menjadi endemi sehingga dia sebagai pekerja seni yang juga terdampak pandemi seperti masyarakat lainnya bisa hidup berdampingan dengan Covid-19.

"Aku berharap kita bisa sama seperti negara luar yang sudah menganggap ini endemi karena kehidupan orang jadi banyak berubah drastis jadi kurang baik akibat pandemi, banyak kegiatan yang mati, aku berharap bisa meniru negara-negara lain karena pada akhirnya memang virusnya bermutasi terus tapi kan semakin lama bukan tidak bahaya tapi tidak seperti awal-awal, apalagi dengan vaksinasi," tegas Sita.

Sebagai pengingat, Sita adalah pasien 01 Covid-19 di Indonesia bersama ibunya Maria Darmaningsih sebagai pasien 02.

Mereka dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso Jakarta sejak 1 Maret 2020, dan diumumkan Presiden Joko Widodo bahwa Covid-19 telah masuk ke Indonesia pada 2 Maret 2020, besoknya.

Kini pandemi telah berlangsung selama dua tahun. Tercatat 5,5 juta orang sudah terinfeksi, 148 ribu lebih jiwa meninggal dunia, 4,9 juta orang sembuh.

Indonesia juga telah melewati tiga gelombang pandemi yakni pada awal masuknya virus, kemudian gelombang kedua pada periode Juni-Agustus 2021 akibat varian Delta, dan kini gelombang ketiga masih berlangsung karena munculnya varian Omicron.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Nutri-Level di Kemasan Makanan: Apa Saja yang Perlu Diketahui Sebelum Memilih?

Nutri-Level di Kemasan Makanan: Apa Saja yang Perlu Diketahui Sebelum Memilih?

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:37 WIB

Ray Rangkuti: Prabowo Subianto Berpotensi Jadi Presiden dengan Aktivis Paling Banyak Dipolisikan

Ray Rangkuti: Prabowo Subianto Berpotensi Jadi Presiden dengan Aktivis Paling Banyak Dipolisikan

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:34 WIB

Israel Tembak Mobil Pengangkut Air di Gaza, Kakak Beradik Tewas Mengenaskan

Israel Tembak Mobil Pengangkut Air di Gaza, Kakak Beradik Tewas Mengenaskan

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:27 WIB

Pramono Klaim Jakarta Makin Digdaya: Ekonomi Melesat, Kemiskinan Turun, dan Belanja APBD Cetak Rekor

Pramono Klaim Jakarta Makin Digdaya: Ekonomi Melesat, Kemiskinan Turun, dan Belanja APBD Cetak Rekor

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:26 WIB

Operasi Serentak, Pemprov DKI Angkut 68 Ribu Ikan Sapu-Sapu dari Perairan Jakarta

Operasi Serentak, Pemprov DKI Angkut 68 Ribu Ikan Sapu-Sapu dari Perairan Jakarta

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:24 WIB

Ancaman El Nino di Depan Mata, Pramono Siapkan Jurus Jaga Stok Beras hingga Daging

Ancaman El Nino di Depan Mata, Pramono Siapkan Jurus Jaga Stok Beras hingga Daging

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:20 WIB

Feri Amsari Dilaporkan ke Polisi Usai Sebut Pemerintah Berbohong soal Swasembada Pangan

Feri Amsari Dilaporkan ke Polisi Usai Sebut Pemerintah Berbohong soal Swasembada Pangan

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:18 WIB

Usulan Gibran Soal Hakim Ad Hoc Dikritik, KontraS: Tak Ada di Aturan, Lebih Tepat Koneksitas

Usulan Gibran Soal Hakim Ad Hoc Dikritik, KontraS: Tak Ada di Aturan, Lebih Tepat Koneksitas

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:13 WIB

Di Tengah Tantangan Lingkungan, Bagaimana Industri AMDK Bertransformasi ke Arah Hijau?

Di Tengah Tantangan Lingkungan, Bagaimana Industri AMDK Bertransformasi ke Arah Hijau?

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:09 WIB

KPK Bongkar Titik Rawan Korupsi Program MBG, Dari Regulasi Lemah hingga Konflik Kepentingan

KPK Bongkar Titik Rawan Korupsi Program MBG, Dari Regulasi Lemah hingga Konflik Kepentingan

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:05 WIB