BGN Minta Maaf Punya Utang Rp 1,6 Triliun di Era Dadan Hindayana, Belum Bayar EO hingga Dapur

Dicky Prastya

Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:31 WIB
BGN Minta Maaf Punya Utang Rp 1,6 Triliun di Era Dadan Hindayana, Belum Bayar EO hingga Dapur
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana (Suara.com/Iqbal)
baca 10 detik
  • Badan Gizi Nasional melaporkan utang sebesar Rp1,6 triliun kepada pihak ketiga dalam Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025.
  • Tunggakan tersebut meliputi biaya pembangunan dapur, jasa lainnya, sertifikasi SPPG, program makan bergizi, hingga kebutuhan retail harian.
  • Pemerintah mewajibkan proses verifikasi ketat melalui Kemenkeu dan BPKP sebelum BGN melunasi seluruh kewajiban pada tahun 2026.

Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan adanya utang kepada pihak ketiga dengan nilai mencapai Rp1.609.045.519.861 atau Rp 1,6 triliun yang terungkap dalam Laporan Keuangan Audited Tahun Anggaran (TA) 2025, yang mana saat itu BGN masih dipimpin Dadan Hindayana.

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengungkapkan, kewajiban yang belum diselesaikan ini mencakup berbagai pos operasional mulai dari proyek fisik seperti pembangunan dapur hingga pengadaan retail seperti sendok dan seragam. Ia pun meminta maaf kepada para pihak terkait soal adanya utang tersebut.

"Kami mungkin minta maaf kepada seluruh pihak ketiga yang mungkin ada tagihan kepada BGN belum bisa semuanya kami laksanakan, kami bayarkan karena masih ada proses," ujar Agustina dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI yang disiarkan virtual, Jumat (17/7/2026).

Berdasarkan data rekapitulasi tunggakan TA 2025, pos terbesar yang belum dibayarkan oleh BGN adalah Belanja Modal (Aset) untuk Pembangunan Dapur APBN yang nilainya menembus angka Rp1.040.990.661.519 atau Rp 1,04 triliun.

Selain itu, BGN juga mencatatkan utang untuk pos Jasa Lainnya (termasuk Event Organizer/EO dan Publikasi) sebesar Rp330.447.200.008 (Rp 330,4 miliar), Belanja Sertifikasi SPPG senilai Rp111.631.740.960 (Rp 111,6 miliar), serta tunggakan Bantuan Pemerintah (Banper) program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp100.641.825.064 (Rp 100,6 miliar).

Laporan keuangan BGN TA 2025 juga memperlihatkan tunggakan pada kebutuhan retail harian. Mereka tercatat belum melunasi pos Belanja Bahan untuk pengadaan seragam, KLB, call center, hingga sendok dengan nilai mencapai Rp16.119.536.548 (Rp 16,1 miliar).

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari saat RDP dengan Komisi IX DPR RI, Jumat (17/7/2026). [Screenshot YouTube TVR Parlemen]
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari saat RDP dengan Komisi IX DPR RI, Jumat (17/7/2026). [Screenshot YouTube TVR Parlemen]

Terdapat pula utang kepada Universitas Pertahanan (Unhan) terkait pengiriman barang sebesar Rp7,3 Miliar, sewa kendaraan insidentil Rp121 juta, hingga sisa honor narasumber kegiatan Bimtek Penjamah Makanan sebesar Rp812 juta.

Arumsari menjelaskan bahwa pihak Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mensyaratkan proses peninjauan ulang (review) yang ketat sebelum tunggakan tersebut dicairkan melalui mekanisme DIPA.

Berlapis proses verifikasi harus dilewati berdasarkan nilai nominal tagihan, mulai dari review oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Inspektorat internal, hingga Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

baca juga

Selain utang Rp1,6 Triliun yang sudah masuk proses verifikasi, BGN rupanya masih menyimpan potensi beban lain. Lembaga ini mencatat adanya nilai sengketa tunggakan sebesar Rp743.310.369.566 yang saat ini belum diyakini atau belum diakui oleh DJA Kementerian Keuangan sebagai utang resmi karena belum memenuhi kualifikasi pemenuhan hak tagih.

Meski dibayangi beban utang komparatif yang besar dan restriksi anggaran dari pihak Kemenkeu, Arumsari berkomitmen untuk terus berkoordinasi secara intensif dengan DJA agar kewajiban-kewajiban kepada para vendor tersebut dapat segera dicicil dan dilunasi.

"Tapi Insyaallah kami akan lunasi, kami akan selesaikan di tahun 2026 ini," jelas Arumsari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BGN Cuma Mampu Serap Anggaran Belanja 60,49 Persen, Masih Ada Sisa Rp 33,6 Triliun

BGN Cuma Mampu Serap Anggaran Belanja 60,49 Persen, Masih Ada Sisa Rp 33,6 Triliun

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:13 WIB

BGN Pamer Laporan Keuangan era Dadan Hindayana Raih Opini WTP BPK

BGN Pamer Laporan Keuangan era Dadan Hindayana Raih Opini WTP BPK

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 15:55 WIB

Badan Tak Sehat, Nanik S Deyang Absen Rapat Bahas Laporan Keuangan BGN di DPR

Badan Tak Sehat, Nanik S Deyang Absen Rapat Bahas Laporan Keuangan BGN di DPR

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 15:31 WIB

Purbaya Belum Tahu IKN Minta Tambahan Anggaran Rp 2,7 Triliun, Tunggu Arahan Prabowo

Purbaya Belum Tahu IKN Minta Tambahan Anggaran Rp 2,7 Triliun, Tunggu Arahan Prabowo

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 12:08 WIB

Zulhas Minta Waktu Sebulan ke Prabowo untuk Benahi Tata Kelola MBG

Zulhas Minta Waktu Sebulan ke Prabowo untuk Benahi Tata Kelola MBG

Video | Kamis, 16 Juli 2026 | 18:25 WIB

Purbaya Pastikan Ambil Alih Utang Kereta Cepat, Tinggal Tunggu Danantara

Purbaya Pastikan Ambil Alih Utang Kereta Cepat, Tinggal Tunggu Danantara

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:25 WIB

Terkini

Soroti Pengamanan Demo 28 Oktober Bundaran HI, Legislator PDIP Ingatkan Prosedur Pelibatan TNI

Soroti Pengamanan Demo 28 Oktober Bundaran HI, Legislator PDIP Ingatkan Prosedur Pelibatan TNI

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:32 WIB

Dominasi Netanyahu di Parlemen Israel Ambruk, Warga Gaza dan Timur Tengah Menanti Dampaknya

Dominasi Netanyahu di Parlemen Israel Ambruk, Warga Gaza dan Timur Tengah Menanti Dampaknya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Meski Produksi Dipangkas, ESDM Tetap Serok PNBP Rp131 T dari Minerba

Meski Produksi Dipangkas, ESDM Tetap Serok PNBP Rp131 T dari Minerba

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:29 WIB

Land Cruiser Ketua Ormas di Siak Tabrak Motor, Satu Pelajar Tewas, 2 Luka Berat

Land Cruiser Ketua Ormas di Siak Tabrak Motor, Satu Pelajar Tewas, 2 Luka Berat

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:29 WIB

Dari Aspal Kampung Ke Panggung Asia: 3 Bintang Muda Futsal AXIS 2026

Dari Aspal Kampung Ke Panggung Asia: 3 Bintang Muda Futsal AXIS 2026

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:28 WIB

Kuliah S3 Dibayari Bawahan, Jaksa Bongkar Silmy Karim Minta Rp50 Juta Buat Keperluan Studi di UB

Kuliah S3 Dibayari Bawahan, Jaksa Bongkar Silmy Karim Minta Rp50 Juta Buat Keperluan Studi di UB

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:27 WIB

Konten Kena Shadow Ban? Komdigi Minta Platform Buka Mekanisme Banding

Konten Kena Shadow Ban? Komdigi Minta Platform Buka Mekanisme Banding

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Perluas Manfaat Lewat Inovasi Sistem Pelayanan, PNM Raih Juara 1 Grand Genba Champion

Perluas Manfaat Lewat Inovasi Sistem Pelayanan, PNM Raih Juara 1 Grand Genba Champion

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:22 WIB

GAPKI Soroti Tantangan Produksi-Tata Kelola Sawit di IPOS Forum ke-11

GAPKI Soroti Tantangan Produksi-Tata Kelola Sawit di IPOS Forum ke-11

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:19 WIB

Eks Komandan Antiteror Ungkap 4000 Polisi Disiapkan Bentrok dengan Mahasiswa dan Warga

Eks Komandan Antiteror Ungkap 4000 Polisi Disiapkan Bentrok dengan Mahasiswa dan Warga

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:16 WIB

×