Dewan Keamanan PBB Bertemu Bahas Isu Penggunaan Senjata Kimia di Ukraina

Siswanto, Deutsche Welle

Jum'at, 11 Maret 2022 | 15:45 WIB
Dewan Keamanan PBB Bertemu Bahas Isu Penggunaan Senjata Kimia di Ukraina
DW

Suara.com - Rusia mengklaim bahwa Amerika Serikat (AS) tengah mengembangkan senjata biologis di Ukraina yang telah dibantah administrasi Biden. WHO sarankan Ukraina untuk menghancurkan patogen yang tersimpan di sejumah laboratorium.

Dewan Keamanan PBB pada hari Jumat (11/03) ini dijadwalkan akan menggelar pertemuan untuk menindaklanjuti permintaan Rusia yang mengklaim bahwa Amerika Serikat (AS) tengah mengembangkan senjata biologis di Ukraina.

Tudingan ini pun dibantah keras pemerintahan Biden. "Ini adalah persis tindakan kambing hitam yang mana kami memperingatkan bahwa Rusia mungkin mulai membenarkan penyerangan dengan senjata biologis atau kimia,” kata juru bicara misi AS untuk PBB Olivia Dalton pada Kamis (10/03) malam waktu setempat.

"Kami tidak akan membiarkan Rusia memanipulasi dunia atau membiarkan Rusia memanfaatkan DK PBB sebagai tempat untuk mempromosikan disinformasi mereka,” ia menambahkan.

Permintaan Rusia untuk menggelar pertemuan ini diumumkan Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB Dmitry Polyansky melalui cuitan Twitter pada hari Kamis (10/03).

Sebagai tanggapan atas tuduhan tanpa bukti yang dilontarkan juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova tersebut, Gedung Putih AS telah mengeluarkan peringatan publik dan menuduh balik bahwa Rusia yang mungkin menggunakan senjata biologis atau kimia untuk melawan Ukraina.

"Tidak masuk akal … Ini semua jelas adalah cara Rusia untuk mencoba membenarkan serangannya lebih lanjut yang direncanakan, tidak diprovokasi, dan tidak dapat dibenarkan ke Ukraina," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki.

WHO sarankan Ukraina hancurkan patogen yang tersimpan

Dilansir kantor berita Ruters, Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Kamis (10/03) menyarankan Ukraina untuk menghancurkan patogen yang memiliki potensi ancaman tinggi yang disimpan di laboratorium-laboratorium kesehatan publik di negara itu untuk mencegah "setiap potensi tumpahan" yang akan menyebarkan penyakit di antara populasi.

baca juga

Pakar keamanan hayati mengatakan gerakan pasukan Rusia ke Ukraina dan pemboman kota-kota di sana telah meningkatkan risiko tercemarnya patogen penyakit jika salah satu fasilitas rusak.

Seperti banyak negara lain, Ukraina memiliki sejumlah laboratorium kesehatan publik untuk meneliti bagaimana cara mengurangi ancaman penyakit berbahaya yang memengaruhi baik hewan dan manusia, termasuk penyakit teranyar COVID-19.

Laboratorium-laboratorium itu telah menerima dukungan dari AS, Uni Eropa (UE), dan WHO.

Sebelumnya, Rusia mengklaim telah menemukan 30 laboratorium biologi di Ukraina.

Menurut Kepala Pertahanan Radiasi, Kimia, dan Biologi Angkatan Bersenjata Rusia, Igor Kirillov, laboratorium tersebut dilaporkan terlibat dalam produksi senjata biologis.

Zelenskyy: Serangan tank Moskow menargetkan koridor kemanusiaan

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuduh pasukan Rusia menargetkan koridor kemanusiaan di kota Mariupol dalam operasi "teror serentak."

Zelenskyy mengatakan bahwa sekitar 100.000 orang telah dievakuasi dari kota-kota di negara itu hanya dalam dua hari dan beberapa warga tidak memiliki jalan keluar.

Zelenskyy juga mengatakan telah memutuskan untuk mengirim konvoi truk ke kota Mariupol yang terkepung dengan persediaan makanan, air, dan obat-obatan.

Namun, ia menyebut bahwa "penjajah melancarkan serangan tank tepat di mana koridor ini seharusnya berada."

"Mereka tahu apa yang mereka ganggu. Mereka memiliki perintah yang jelas untuk menyandera Mariupol, menyiksanya, melakukan pemboman terus-menerus," kata Zelenskyy.

"Dunia perlu tahu itu. Harus mengakuinya. Kita semua berurusan dengan negara teroris."

Selain itu, Zelenskyy juga menyebut kota Volnovakha "sedang diserang" dengan cara yang mirip dengan Mariupol.

Wali kota Mariupol mengatakan lebih dari 1.200 warga sipil tewas dalam 9 hari penembakan terus-menerus yang membuat penduduk tidak memiliki air, pemanas, atau akses komunikasi.

Rusia serang institut nuklir Ukraina Para pejabat Ukraina mengatakan pasukan Rusia telah menembaki sebuah institut penelitian nuklir di kota terbesar kedua di Ukraina, Kharkiv, yang mengakibatkan terbakarnya gedung-gedung institusi tersebut.

Penasihat Kementerian Dalam Negeri Ukraina, Anton Gerashchenko, mengatakan sebuah peluru menghantam bangunan di mana beberapa peralatan termasuk reaktor nuklir eksperimental ada di situ.

Reaktor tersebut dikatakan dapat melepaskan radiasi jika rusak. Penembakan tersebut menyebabkan kebakaran di gedung asrama kompleks, tetapi api telah berhasil dikendalikan oleh petugas pemadam kebakaran.

Pihak berwenang mengatakan mereka telah mengamati tidak ada perubahan dalam tingkat radiasi. Situs resmi parlemen Ukraina sebelumnya mengatakan pertempuran di dekat institusi itu terus berlanjut.

Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) dilaporkan kehilangan kontak dengan sistem pemantau PLTN Zaporizhzhia di Ukraina.

Laporan ini datang sehari setelah PLTN Chernobyl juga hilang kontak usai direbut Rusia. rap/ha (AP, Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Investor Muda Belajar Trading dari Medsos, OJK Mulai Perketat Influencer Keuangan

Investor Muda Belajar Trading dari Medsos, OJK Mulai Perketat Influencer Keuangan

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Timnas Indonesia U-15 Mengamuk di Piala Dunia U-15 2026, Panama Tak Berdaya

Timnas Indonesia U-15 Mengamuk di Piala Dunia U-15 2026, Panama Tak Berdaya

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Turun ke Jalan Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Sasar Istana

Turun ke Jalan Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Sasar Istana

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Sering Dipakai untuk Diet, Apa Perbedaan Stevia dengan Gula Biasa?

Sering Dipakai untuk Diet, Apa Perbedaan Stevia dengan Gula Biasa?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:32 WIB

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

Health | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Ramai Jadi Perbincangan Publik, Sebenarnya Pembalut Kena Pajak Sejak Kapan?

Ramai Jadi Perbincangan Publik, Sebenarnya Pembalut Kena Pajak Sejak Kapan?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:26 WIB

Ketum PKN Gede Pasek: Republik Ini Bukan Milik Oligarki, Kekuasaan Bukan Warisan Keluarga!

Ketum PKN Gede Pasek: Republik Ini Bukan Milik Oligarki, Kekuasaan Bukan Warisan Keluarga!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:21 WIB

Andrea Bocelli Bakal Dedikasikan Lagu untuk Perdamaian Dunia dalam Konser di Indonesia

Andrea Bocelli Bakal Dedikasikan Lagu untuk Perdamaian Dunia dalam Konser di Indonesia

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:19 WIB

Berani! Singpura Kumpulkan Petinggi 10 Perusahaan Diduga Biang Kerok Kebakaran Hutan

Berani! Singpura Kumpulkan Petinggi 10 Perusahaan Diduga Biang Kerok Kebakaran Hutan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:18 WIB

Laptop REDMI Book 16 2027 Hadir dengan Numeric Keypad,Baterai 72Wh, dan Layar 120Hz

Laptop REDMI Book 16 2027 Hadir dengan Numeric Keypad,Baterai 72Wh, dan Layar 120Hz

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Terkini

Harga Nasional Cabai Rawit Merah Anjlok 18,84 Persen, Kini Dijual Rp83.550 per Kg

Harga Nasional Cabai Rawit Merah Anjlok 18,84 Persen, Kini Dijual Rp83.550 per Kg

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:53 WIB

Cara Membedakan Sepatu Nike Air Force 1 Asli dan Palsu Sebelum Beli di Online Shop

Cara Membedakan Sepatu Nike Air Force 1 Asli dan Palsu Sebelum Beli di Online Shop

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:53 WIB

Kapal Perempuan: Banyak APH Belum Terapkan UU TPKS dalam Kasus Kekerasan Seksual

Kapal Perempuan: Banyak APH Belum Terapkan UU TPKS dalam Kasus Kekerasan Seksual

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:46 WIB

Ancaman Krisis Pangan 2027, tapi MBG Berisiko Membuang Jutaan Ton Makanan?

Ancaman Krisis Pangan 2027, tapi MBG Berisiko Membuang Jutaan Ton Makanan?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Tembus Grand Final, 5 Tim Futsal Putri Maju ke Puncak AXIS Nation Cup 2026

Tembus Grand Final, 5 Tim Futsal Putri Maju ke Puncak AXIS Nation Cup 2026

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:44 WIB

Heboh Dituduh Jadi Sponsor Demo di Bundaran HI, Le Minerale Buka Suara

Heboh Dituduh Jadi Sponsor Demo di Bundaran HI, Le Minerale Buka Suara

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:41 WIB

BB Cream Emina Apakah Waterproof? Intip Formula dan Ketahanannya

BB Cream Emina Apakah Waterproof? Intip Formula dan Ketahanannya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:39 WIB

5 Zodiak yang Jago Menawar Harga saat Belanja, Bukan Pelit tapi Cerdik

5 Zodiak yang Jago Menawar Harga saat Belanja, Bukan Pelit tapi Cerdik

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Presiden Apresiasi Perjuangan Atlet di Asian Games, Komitmen Tingkatkan Bina Olahraga Sejak Dini

Presiden Apresiasi Perjuangan Atlet di Asian Games, Komitmen Tingkatkan Bina Olahraga Sejak Dini

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Huawei FreeClip 2 Dual Color Rilis: TWS Unik dengan Desain Jepit Telinga dan Baterai Awet

Huawei FreeClip 2 Dual Color Rilis: TWS Unik dengan Desain Jepit Telinga dan Baterai Awet

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:30 WIB

×