Rusia Sebut Militer AS dan Ukraina Hendak Gunakan Burung sebagai Senjata Penularan Massal

Arsito Hidayatullah

Rabu, 23 Maret 2022 | 16:27 WIB
Rusia Sebut Militer AS dan Ukraina Hendak Gunakan Burung sebagai Senjata Penularan Massal
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Georgievna Vorobieva, bersama Atase Pertahanan Sergey Zhevnovatyi (kiri), saat menggelar sesi jumpa pers di kediaman resmi Dubes Rusia di Jakarta, Rabu (23/3/2022). [Suara.com / Arsito Hidayatullah]

Suara.com - Di tengah masih berlangsungnya aksi militer Rusia di wilayah Ukraina, termasuk melibatkan penggunaan senjata rudal hipersonik, pihak Rusia kembali mengarahkan tudingan akan keterlibatan Amerika Serikat (AS) dalam apa yang diduga sebagai pengembangan senjata biologis di Ukraina.

Hal itu sebagaimana antara lain disebarluaskan melalui keterangan tertulis dalam sesi jumpa pers di kediaman resmi Duta Besar Rusia untuk Indonesia di Jakarta, Rabu (23/3/2022). Dalam konferensi pers ini, selain Dubes Rusia Lyudmila Georgievna Vorobieva, turut hadir Atase Pertahanan Sergey Zhevnovatyi, serta staf Kedubes Rusia lainnya.

"Dengan dukungan administrative (pemerintahan) dan keuangan AS, sebuah jaringan yang terdiri dari 30 laboratorium biologi berfungsi di wilayah Ukraina sejak tahun 2014," demikian bunyi keterangan tertulis tersebut di bagian awal.

"Pemesan penelitian itu adalah Defense Threat Reduction Agency di bawah Kementerian Pertahanan AS," tulis keterangan itu pula.

Pihak Rusia lantas menjelaskan bahwa berbagai data mengenai itu, justru mereka dapatkan setelah melakukan operasi militer di Ukraina, dari para staf laboratorium yang memberikan dokumen-dokumennya kepada Rusia. Termasuk keterangan bahwa ada upaya penghapusan segera terhadap semua informasi mengenai apa yang mereka sebut sebagai "program biologi militer" tersebut.

Yang termasuk menarik perhatian secara khusus, menurut keterangan dari Kedubes Rusia pula, adalah sebuah proyek yang bernama "UP-4". Disebutkan bahwa proyek ini bertujuan menentukan penyakit burung yang paling berbahaya dan mempunyai potensi besar untuk destabilisasi suasana epidemiologi di wilayah tertentu, selain juga untuk penelitian jalur-jalur migrasi burung.

"Dua hal ini dibuktikan oleh fakta adanya penangkapan burung pada wilayah Rusia dan pengangkatan mereka ke Ukraina serta monitor jalur kembali mereka," tulis pihak Kedubes Rusia dalam rilis tersebut.

"Pelaksanaan penelitian semacam itu membuktikan bahwa para ahli biologi militer AS dan Ukraina hendak memakai burung sebagai senjata penularan massal," sambung keterangan tersebut.

"Pendekatan itu adalah salah satu yang nekat, tidak berperikemanusiaan dan sama sekali tidak bertanggung jawab (dalam) cara berperang," tambahnya.

baca juga

Untuk diketahui, klaim atau tudingan Rusia soal laboratorium biologis yang didukung AS ini sendiri sudah disampaikan sejak beberapa pekan lalu, serta telah pula mendapat bantahan dari pihak AS. Setidaknya, keterangan berisi bantahan pernah disampaikan oleh Sekretaris Pers Gedung Putih, Jen Psaki.

"Kami mencatat klaim palsu Rusia tentang dugaan laboratorium senjata biologis AS dan pengembangan senjata kimia di Ukraina," kata Jen Psaki dalam serangkaian cuitannya, dua pekan lalu.

Dalam jumpa pers Rabu (23/3) ini sendiri, Dubes Lyudmila Georgievna Vorobieva juga sempat menyerukan untuk tidak mudah percaya pada pernyataan dan propaganda Barat, termasuk pada apa yang diberitakan oleh media-media mainstream di negara-negara Barat.

"Soal kehancuran gedung-gedung atau bangunan sipil, yang banyak dimuat dan disebarluaskan okeh media-media mainstream negara Barat, itu sebagian besar adalah palsu (fakes)," tegas Dubes Rusia, sebelum kemudian dilanjutkan oleh stafnya dengan menunjukkan beberapa gambar/video lainnya buatan Ukraina yang juga disebut hoaks.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berangkat ke Brussels Hari Ini, Joe Biden Bakal Bahas Sanksi Baru untuk Rusia

Berangkat ke Brussels Hari Ini, Joe Biden Bakal Bahas Sanksi Baru untuk Rusia

Jogja | Rabu, 23 Maret 2022 | 15:56 WIB

Dubes Rusia: Jika Rusia Dikeluarkan dari G20, Tujuan Presidensi Indonesia Akan Sulit Tercapai

Dubes Rusia: Jika Rusia Dikeluarkan dari G20, Tujuan Presidensi Indonesia Akan Sulit Tercapai

News | Rabu, 23 Maret 2022 | 15:20 WIB

Presiden Ukraina Zelenskyy Sebut Ada Kemajuan Dalam Perundingan dengan Rusia Meskipun Berat

Presiden Ukraina Zelenskyy Sebut Ada Kemajuan Dalam Perundingan dengan Rusia Meskipun Berat

Jogja | Rabu, 23 Maret 2022 | 14:38 WIB

Performa Rusia di Medan Perang Disebut Suram, Apa Saja Kesalahan Militernya

Performa Rusia di Medan Perang Disebut Suram, Apa Saja Kesalahan Militernya

News | Rabu, 23 Maret 2022 | 13:23 WIB

Bakal Hadir Dua Versi Baru Lamborghini Huracan, Produsen Sebut Pasar Rusia Tergantikan

Bakal Hadir Dua Versi Baru Lamborghini Huracan, Produsen Sebut Pasar Rusia Tergantikan

Otomotif | Rabu, 23 Maret 2022 | 11:56 WIB

Imbas Sanksi Internasional, Sebanyak 78 Pesawat Rusia di Luar Negeri Disita

Imbas Sanksi Internasional, Sebanyak 78 Pesawat Rusia di Luar Negeri Disita

Jogja | Selasa, 22 Maret 2022 | 20:19 WIB

Terkini

Fenomena Tren Hopping: Ambisi Kekinian yang Merusak Identitas Diri

Fenomena Tren Hopping: Ambisi Kekinian yang Merusak Identitas Diri

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 13:30 WIB

Apakah Viva Whitening Cream Bisa Memutihkan Wajah? Ini Cara Pakai agar Hasilnya Maksimal

Apakah Viva Whitening Cream Bisa Memutihkan Wajah? Ini Cara Pakai agar Hasilnya Maksimal

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 13:23 WIB

Kapan Awal Puasa 2027? Simak Hitung Mundur dan Jadwal Perkiraannya

Kapan Awal Puasa 2027? Simak Hitung Mundur dan Jadwal Perkiraannya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 13:20 WIB

Raffi Ahmad Tak Tahu soal Deklarasi Dihadiri Mahasiswa Bodong, Bintang Emon: Berarti Dimanfaatin!

Raffi Ahmad Tak Tahu soal Deklarasi Dihadiri Mahasiswa Bodong, Bintang Emon: Berarti Dimanfaatin!

News | Minggu, 01 November 2026 | 13:15 WIB

Tak Hanya Menyembuhkan, 5 Dokter ini juga Bagikan Inspirasi Lewat Tulisan

Tak Hanya Menyembuhkan, 5 Dokter ini juga Bagikan Inspirasi Lewat Tulisan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 13:15 WIB

Rantai Pasok Impor BBM Dipangkas, Pemerintah Janji Pengadaan Energi Lebih Efisien

Rantai Pasok Impor BBM Dipangkas, Pemerintah Janji Pengadaan Energi Lebih Efisien

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 13:14 WIB

Sambut 500 Tahun Ibu Kota, Jakarta One Running Gelar Seri Perdana di SCBD

Sambut 500 Tahun Ibu Kota, Jakarta One Running Gelar Seri Perdana di SCBD

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 13:05 WIB

Cheongdam International High School Tayang 2027, Ini Daftar Pemain Utamanya

Cheongdam International High School Tayang 2027, Ini Daftar Pemain Utamanya

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 13:00 WIB

Melalui Piano dan Gamelan, Iqbal Sidiq Perkenalkan Kekayaan Musik Nusantara di Istanbul

Melalui Piano dan Gamelan, Iqbal Sidiq Perkenalkan Kekayaan Musik Nusantara di Istanbul

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 12:57 WIB

Cara Cek Update Harga BBM Terbaru Secara Online, Praktis dan Akurat!

Cara Cek Update Harga BBM Terbaru Secara Online, Praktis dan Akurat!

Otomotif | Minggu, 01 November 2026 | 12:50 WIB

×