Perang di Ukraina: Apakah Orang-orang Rusia Benar-benar Mendukung Invasi?

Siswanto | BBC | Suara.com

Sabtu, 26 Maret 2022 | 11:06 WIB
Perang di Ukraina: Apakah Orang-orang Rusia Benar-benar Mendukung Invasi?
BBC

Suara.com - Jajak pendapat resmi menunjukkan sebagian besar orang Rusia mendukung perang di Ukraina. Ahli sosiologi independen juga mengatakan hal yang sama. Seberapa jauh kita bisa mempercayainya?

Sebanyak 71% orang Rusia mendukung "operasi militer khusus" di Ukraina, sedangkan 21% lagi mengatakan tidak mendukung dan 8% menyatakan tidak tahu. Itu adalah hasil survei yang dilakukan pada 5 Maret oleh Pusat Penelitian Opini Publik Rusia VSIOM.

Dari semua yang ditanya, 70% di antaranya mengatakan mereka yakin operasi militer itu berjalan dengan baik bagi tentara Rusia.

Lembaga Opini Publik FOM (yang mayoritas surveinya ditugaskan oleh administrasi kepresidenan) memberi gambaran yang sama. Hasil mereka menunjukkan 65% orang Rusia menyetujui operasi militer di Ukraina, 17% tidak setuju dan 18% tidak tahu.

Survei independen aktivis oposisi Rusia Alexei Minyailo yang menanyakan "Apakah Rusia menginginkan perang?" menunjukkan hasil yang meresahkan juga bagi mereka yang menentang perang. Sebanyak 51% dari mereka yang ditanya menjawab "Ya", sementara hanya 27% yang menjawab "Tidak".

Baca juga:

Satu kesimpulan dari survei tersebut adalah sebagian besar dari mereka yang mendukung perang mempercayai media yang dikelola negara (73%), sementara 85% dari mereka yang menentang perang, tidak.

Sebagian besar dari mereka yang secara aktif memprotes invasi ke Ukraina masih muda, di bawah 30 tahun. Mereka masih memenuhi syarat untuk dipanggil atau baru saja menyelesaikan wajib militer mereka.

Persentase orang Rusia yang menentang perang di Ukraina

Sebuah studi tentang jaringan sosial menghasilkan gambaran yang berbeda dari survei yang dilakukan melalui telepon.

Sekitar 52% unggahan di internet Rusia pro-perang, sementara 30% anti-perang. Terlepas dari apakah mereka pro atau kontra, 30% orang Rusia menyatakan simpatinya untuk Ukraina. Penelitian mengatakan itu adalah emosi yang paling umum ditemui di semua publikasi.

Aksi sensor

Situs TV dan berita Ukraina penuh dengan gambar perang yang mengerikan: blok perumahan yang dibom hingga menjadi reruntuhan, warga sipil yang tewas dan terluka, sampai peralatan militer Rusia yang terbakar dan hancur. Puluhan video tentara dan perwira Rusia yang ditangkap, darah, dan mayat membanjiri halaman media sosial resmi Ukraina.

Namun, jika Anda menonton TV Rusia, Anda tidak akan melihat laporan tentang kegagalan dan kerugian tentara Rusia.

Seminggu setelah pasukan Rusia masuk ke Ukraina, pemerintah mengeluarkan undang-undang untuk menghukum penyebaran laporan, yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, mengenai tentara Rusia. Penyebarluasan laporan apa pun yang dianggap pemerintah tidak dapat dipercaya, diancam dengan hukuman 15 tahun penjara.

Media Rusia dilarang menyebut invasi ke Ukraina sebagai perang dan harus tetap berpegang pada istilah "operasi khusus".

Gerai-gerai media yang tidak memenuhi tuntutan sensor ditutup secara massal. Hampir semua media independen diblokir pada minggu pertama perang.

Sebelum konflik dimulai, hampir setiap media Rusia, yang menentang Kremlin dan menyatakan pandangan independen, dicap sebagai "agen asing".

Ahli sosiologi Alexey Bessudnov dari Exeter University: Anda harus melihat kata-katanya dengan cermat.

"Persentase yang mendukung dan persentase yang menentang sangat bergantung pada bagaimana Anda mengajukan pertanyaan.

Apa yang Anda dukung? Setiap orang mengajukan pertanyaan secara berbeda.

VCIOM bertanya, Apakah Anda mendukung keputusan Rusia untuk melakukan operasi militer khusus di Ukraina?

Tampaknya menjadi pertanyaan netral, tetapi ternyata tidak juga, karena jika Anda bertanya, "Apakah Anda mendukung keputusan itu", Anda mendapatkan jawaban yang berbeda dengan ketika Anda bertanya, "Apa pendapat Anda tentang operasi militer khusus?"

Kemudian, jika Anda bertanya tentang operasi militer khusus, itu satu pertanyaan. Namun, jika Anda bertanya tentang invasi ke Ukraina atau perang di Ukraina, itu pertanyaan yang sama sekali berbeda.

Kecenderungannya akan tergantung pertanyaan yang Anda ajukan.

Baca juga:

Selain itu, bayangkan orang asing menelepon Anda dan menanyakan pendapat Anda tentang aksi militer di Ukraina. Kebanyakan orang akan berhati-hati dalam memberikan jawaban yang jujur.

Banyak orang yang belum memutuskan apa yang sebenarnya mereka pikirkan terhadap hal tersebut. Mereka akan merumuskan pendapatnya selama wawancara. Hal itu dipengaruhi oleh pewawancara, bagaimana dia berbicara dan ke mana dia mengarahkan percakapan. Pendapat seseorang bisa saling bertentangan, apa yang mereka dukung, apa yang tidak.

Apa yang dapat kami katakan dengan pasti tentang survei ini adalah 50 - 70% orang Rusia kemungkinan besar cenderung mendukung keputusan pemerintah. Apakah itu banyak? Ya, pasti banyak. Namun, jika 50-70% mendukung pemerintah, berarti 30-50% menentang atau setidaknya tidak tahu. Jumlah itu juga banyak.

Ada juga perbedaan besar pada setiap kelompok sosial-ekonomi dan perbedaan terbesar bisa dilihat pada kelompok umur. Kebanyakan orang di bawah 30 tahun di Rusia tidak mendukung operasi militer khusus. Hasil itu ditemukan di kota-kota besar, khususnya St Petersburg. Sementara itu, sembilan dari 10 orang di sekitar usia pensiun akan mendukungnya.

Sumber informasi juga berpengaruh besar. Kebanyakan orang tua Rusia mendapatkan berita dari TV. Mereka menontonnya setiap hari dan mendengar narasi terus-menerus tentang memerangi Nazi dan semua propaganda lain yang dilancarkan negara, setiap hari, setiap waktu.

Orang-orang muda lebih jarang menonton TV. Mereka lebih sering menggunakan internet, sehingga lingkungan informasi mereka sangat berbeda.

Ada juga perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Perempuan paruh baya, khususnya, cenderung tidak mendukung perang. Ada perbedaan, meskipun tidak terlalu besar, antara orang yang kuliah dan yang tidak. Mereka yang berkuliah, khususnya di kota-kota, cenderung kurang mendukung invasi.

Jadi, tidak ada kesepakatan umum, tetapi ada minoritas kritis yang sangat signifikan. Seberapa signifikan, itu sangat tergantung pada apa yang Anda tanyakan dan saya berharap angka ini akan berubah.

Ada baiknya mereka melakukan survei dan memublikasikan hasilnya, tetapi kita perlu melihatnya dengan pandangan kritis dan mencermati cara mereka mengajukan pertanyaan. Kami melihat dua survei yang didanai negara dan dua survei independen. Yang independen menunjukkan tingkat dukungan yang lebih rendah tetapi perbedaannya tidak terlalu signifikan.

Mengukur opini adalah keahlian. FOM dan VCIOM adalah pemain lama dan mereka melakukan pekerjaannya secara profesional. Namun, mereka diberi tugas untuk dilaksanakan. Mereka tidak memalsukan apa pun, tetapi saya pikir mereka dibatasi karena begitu dekat dengan pemerintah. Menurut saya, mereka tidak mempublikasikan semua informasi yang mereka kumpulkan.

Penting untuk mengetahui angka-angka ini tetapi kita tidak boleh menelannya bulat-bulat. Kita perlu memahami apa yang ada di baliknya. Ada berbagai pendapat yang berbeda dan kita harus mencoba menangkapnya. Seringkali pendapat-pendapat itu dirumuskan dalam proses survei. Survei memiliki hak untuk tetap ada dan mungkin keadaan akan jauh lebih buruk tanpa survei.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ukraina Tuduh Israel Bantu Perdagangan Gandum Curian Rusia

Ukraina Tuduh Israel Bantu Perdagangan Gandum Curian Rusia

News | Rabu, 29 April 2026 | 10:36 WIB

Ukraina Terancam Krisis Senjata Akibat Amerika Serikat Terlalu Fokus Urus Perang Iran

Ukraina Terancam Krisis Senjata Akibat Amerika Serikat Terlalu Fokus Urus Perang Iran

News | Sabtu, 25 April 2026 | 07:16 WIB

Loyalitas di Tengah Perang: Peran Vital Darijo Srna di Shakhtar Donetsk

Loyalitas di Tengah Perang: Peran Vital Darijo Srna di Shakhtar Donetsk

Your Say | Jum'at, 24 April 2026 | 21:05 WIB

Kabur Saat Teror Penembakan di Supermarket Kyiv, Dua Polisi Ini Bernasib Apes

Kabur Saat Teror Penembakan di Supermarket Kyiv, Dua Polisi Ini Bernasib Apes

News | Senin, 20 April 2026 | 12:59 WIB

Teror Penembakan Supermarket Kyiv, 6 orang Tewas Termasuk Anak-anak

Teror Penembakan Supermarket Kyiv, 6 orang Tewas Termasuk Anak-anak

News | Senin, 20 April 2026 | 11:51 WIB

Detik-detik Teror Kiev: Pria Rusia Tembaki Warga Tanpa Ampun, 6 Orang Tewas 14 Luka

Detik-detik Teror Kiev: Pria Rusia Tembaki Warga Tanpa Ampun, 6 Orang Tewas 14 Luka

News | Minggu, 19 April 2026 | 15:03 WIB

Serangan Drone Rusia di Odesa dan Kyiv Tewaskan 12 Warga Sipil, Termasuk Anak Kecil

Serangan Drone Rusia di Odesa dan Kyiv Tewaskan 12 Warga Sipil, Termasuk Anak Kecil

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:24 WIB

Dihujani Drone Rusia di Siang Bolong, Situs Warisan Dunia UNESCO di Lviv Hancur

Dihujani Drone Rusia di Siang Bolong, Situs Warisan Dunia UNESCO di Lviv Hancur

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:05 WIB

Eropa Terancam Gelap: Pipa Migas Rusia Rusak, Perang Iran Tutup Selat Hormuz

Eropa Terancam Gelap: Pipa Migas Rusia Rusak, Perang Iran Tutup Selat Hormuz

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 13:14 WIB

Perang Rusia-Ukraina Masuk Tahun Keempat, PBB Desak Gencatan Senjata Segera

Perang Rusia-Ukraina Masuk Tahun Keempat, PBB Desak Gencatan Senjata Segera

News | Rabu, 25 Februari 2026 | 07:30 WIB

Terkini

Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak

Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak

News | Rabu, 29 April 2026 | 23:25 WIB

KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!

KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!

News | Rabu, 29 April 2026 | 22:30 WIB

Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga

Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga

News | Rabu, 29 April 2026 | 22:04 WIB

Lawan KPK, Noel Ancam Gugat Rp 300 Triliun: 'Tak Ambil Satu Rupiah Pun, Semua untuk Buruh!'

Lawan KPK, Noel Ancam Gugat Rp 300 Triliun: 'Tak Ambil Satu Rupiah Pun, Semua untuk Buruh!'

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:22 WIB

KPK Bidik Peran Suami Fadia Arafiq di Pusaran Korupsi Proyek Outsourcing Pekalongan

KPK Bidik Peran Suami Fadia Arafiq di Pusaran Korupsi Proyek Outsourcing Pekalongan

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:20 WIB

Usut Tragedi Bekasi Timur: Usai Sopir Taksi Green SM, Besok Giliran Masinis Diperiksa Polisi

Usut Tragedi Bekasi Timur: Usai Sopir Taksi Green SM, Besok Giliran Masinis Diperiksa Polisi

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:09 WIB

Kenapa Banyak Bajak Laut di Somalia? Kapal Honour 25 Berisi 4 WNI Disandera Perompak

Kenapa Banyak Bajak Laut di Somalia? Kapal Honour 25 Berisi 4 WNI Disandera Perompak

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:47 WIB

Kilas Balik Misi Berdarah TNI Bebaskan Kapal Sinar Kudus dari Cengkeraman Perompak Somalia

Kilas Balik Misi Berdarah TNI Bebaskan Kapal Sinar Kudus dari Cengkeraman Perompak Somalia

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:29 WIB

10  Jam Terjepit Dalam Kereta, Kisah Endang Melawan Maut Usai Sempat Dikira Tim SAR Meninggal

10 Jam Terjepit Dalam Kereta, Kisah Endang Melawan Maut Usai Sempat Dikira Tim SAR Meninggal

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:27 WIB

Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Ajukan Perlindungan dan Restitusi ke LPSK

Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Ajukan Perlindungan dan Restitusi ke LPSK

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:04 WIB