Apakah Sutradara Perempuan Akan Mengukir Sejarah di Ajang Oscar 2022?

Siswanto, Deutsche Welle

Senin, 28 Maret 2022 | 10:16 WIB
Apakah Sutradara Perempuan Akan Mengukir Sejarah di Ajang Oscar 2022?
DW

Proporsi sutradara perempuan pada 250 film terbaik, turun dari 18% pada tahun 2020 menjadi 17% pada tahun 2021, dan proporsi sutradara perempuan untuk 100 film teratas turun dari 16% menjadi 12%.

Perempuan juga sangat kurang terwakili dalam profesi film lainnya. Pada tahun 2021, 94% dari 250 film teratas AS dibuat tanpa sinematografer perempuan, 92% di antaranya tanpa komposer perempuan, 82% tanpa sutradara perempuan, 73% tanpa editor perempuan, dan 72% tanpa penulis skenario perempuan.

"Academy Awards tidak berada dalam ruang hampa. Ini mencerminkan sikap, kecenderungan, dan bias dari komunitas film arus utama yang lebih besar," kata Lauzen.

Bias yang merugikan perempuan termasuk "keyakinan yang tidak berdasar bahwa perempuan tidak memiliki visi dan dorongan yang diperlukan untuk memimpin fitur-fitur studio utama, dan bahwa perempuan tidak tertarik untuk mengarahkan fitur-fitur seperti itu," tambahnya.

Peneliti juga mencatat, sejumlah studio dan investor lebih senang untuk "bertaruh besar" pada sutradara laki-laki pendatang baru.

Mereka biasanya menganggap sutradara perempuan yang menjanjikan sebagai "pekerja yang berisiko."

Lauzen meyakini, bias ini menguntungkan sutradara laki-laki pendatang baru, misalnya pembuat film Colin Trevorrow, yang didapuk untuk menyutradarai "Jurassic World" (2015) setelah menyutradarai hanya satu film indie "Safety Not Guaranteed" (2012).

"Seperti ceritanya, Trevorrow mengingatkan Steven Spielberg tentang cerminan dirinya yang lebih muda, dan dia memberi kepercayaan untuk menggarap pekerjaan itu," katanya.

"Spielberg bersedia mengambil risiko, memberi kesempatan pada sutradara yang relatif belum terbukti," tambah Lauzen.

baca juga

"Perempuan yang menyutradarai jauh lebih kecil kemungkinannya untuk mendapat manfaat dari bias implisit semacam ini."

Titik balik bagi perempuan?

Dalam beberapa tahun terakhir, kurangnya keragaman dalam penghargaan film tertinggi Hollywood telah menjadi sorotan, dengan tagar seperti #OscarsSoMale dan #OscarsSoWhite mengecam marginalisasi bakat pembuat film perempuan dan kelompok minoritas.

Keanekaragaman telah lama menjadi kata kunci yang populer di dunia film, tetapi reformasi aktual di Academy Awards dibuat sebagai reaksi terhadap gerakan #MeToo dan Black Lives Matter.

Reformasi juga diumumkan dalam kategori film terbaik. Untuk dinominasikan, film harus memenuhi setidaknya dua dari empat tolak ukur keragaman, antara lain menampilkan aktor dari kelompok yang kurang terwakili dalam peran utama atau setidaknya 30% dari pemeran.

Kriteria serupa berlaku di tim produksi dan kreatif. Topik film juga mendapat poin keragaman, ketika cerita berpusat pada perempuan, orang-orang LGTBQ, kelompok minoritas, atau penyandang disabilitas.

Academy Awards juga sedang mencari cara untuk membuka upacara penghargaan untuk publik karena penurunan drastis jumlah penonton selama pandemi.

Hanya sekitar 10 juta orang yang menonton acara tahun lalu, kurang dari setengah jumlah penonton tahun 2020.

Sekarang penyelenggara Oscar telah memperkenalkan penghargaan penonton, yang dapat dipilih oleh penggemar film lewat voting di internet.

Industri film di Jerman

Di Jerman juga, tantangan yang dihadapi perempuan dalam industri film dan reformasi yang diperlukan telah lama diperdebatkan.

Meskipun secara signifikan lebih banyak lulusan perempuan dari sekolah perfilman, namun lulusan laki-laki mayoritasnya mendapat akses pekerjaan puncak di industri perfilman.

"Meskipun sekarang lebih umum memiliki sutradara wanita daripada beberapa tahun yang lalu, mereka masih harus mengatasi lebih banyak rintangan dibanding rekan pria mereka," kata Sarah Duve-Schmid, wakil ketua Dewan Manajemen dan Kepala Pendanaan di Dewan Film Federal Jerman (FFA).

"Ketekunan, ketegasan, dan fleksibilitas adalah salah satu faktor keberhasilan dalam menyutradai, dan pria masih lebih mungkin untuk memiliki akses ini daripada perempuan," tambahnya.

"Beban kerja industri film yang tinggi, lama meninggalkan rumah, tetapi juga kurangnya infrastruktur penitipan anak dan gaji yang lebih rendah, adalah faktor-faktor yang masih membuat perempuan meninggalkan pekerjaan mereka untuk sementara waktu setelah sekolah film, atau beralih ke jalur karier yang berbeda sama sekali", papar Duve-Schmid.

Baru belakangan ini, film yang dibuat oleh perempuan mendapatkan pengakuan yang lebih besar di Jerman karena kepekaan baru terhadap masalah kesetaraan, tambahnya.

"Sepanjang pendanaan proyek-proyek yang diarahkan oleh perempuan dipermasalahkan, FFA secara teratur memantau proyek-proyek yang diajukan dan komitmen pendanaan,” jelasnya.

"Selama beberapa tahun terakhir, ada lebih banyak aplikasi secara signifikan untuk proyek dengan sutradara wanita; struktur yang direformasi diharapkan akan memungkinkan lebih banyak wanita untuk mengklaim posisi mereka di industri ini", kata Duve-Schmid. Ed: rap/

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Didorong Transformasi, Kinerja Keuangan BKI Tumbuh Solid di 2025

Didorong Transformasi, Kinerja Keuangan BKI Tumbuh Solid di 2025

Foto | Selasa, 28 Juli 2026 | 05:30 WIB

Bidik Ekspansi Pasar Global, BKI Percepat Transformasi

Bidik Ekspansi Pasar Global, BKI Percepat Transformasi

Foto | Senin, 27 Juli 2026 | 09:00 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC

Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Sambut HUT RI ke-81, PB ORADO Gelar Turnamen Bertajuk Piala Panglima TNI

Sambut HUT RI ke-81, PB ORADO Gelar Turnamen Bertajuk Piala Panglima TNI

Sport | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Terancam Sanksi! FK UGM Investigasi dr. Elda Putri Soal Komentar Rendahkan Pasien BPJS

Terancam Sanksi! FK UGM Investigasi dr. Elda Putri Soal Komentar Rendahkan Pasien BPJS

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09 WIB

Terkini

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

×