Apakah Sutradara Perempuan Akan Mengukir Sejarah di Ajang Oscar 2022?

Siswanto, Deutsche Welle

Senin, 28 Maret 2022 | 10:16 WIB
Apakah Sutradara Perempuan Akan Mengukir Sejarah di Ajang Oscar 2022?
DW

Suara.com - Pertama, Kathryn Bigelow, kemudian Chloe Zhao, apakah selanjutnya Jane Campion? Dalam 94 tahun sejarah Oscar, hanya dua perempuan yang memenangkan penghargaan sutradara terbaik. Apakah titik balik sudah terlihat?

"Nah, waktunya telah tiba," kata Barbara Streisand sambil membaca amplop berisi nama pemenang Oscar 2010 kategori Sutradara Terbaik.

Untuk pertama kalinya dalam 81 tahun sejarah Academy Awards, seorang perempuan memenangkan penghargaan sutradara terbaik, salah satu kategori terpenting di ajang tahunan tersebut.

Kathryn Bigelow yang nampak terkejut, mengalahkan sutradara kenamaan James Cameron dan Quentin Tarantino dengan filmnya "The Hurt Locker."

Hingga saat itu, baru ada empat sutradara perempuan yang masuk dalam nominasi kategori Sutrada Terbaik, mereka adalah Lina Wertmuller (1977), Jane Campion (1994), Sofia Coppola (2004), dan Kathryn Bigelow (2010).

Academy Awards 2021 kembali mencatat sejarah dalam Oscar, ketika dua orang perempuan yakni Chloe Zhao dan Emerald Fennell masuk nominasi sutradara terbaik di tahun yang sama.

Kemudian Zhao keluar sebagai pemenang Sutradara Terbaik atas filmnya "Nomadland."

Preseden lain terbentuk untuk edisi tahun ini, dengan Campion menjadi perempuan pertama yang dinominasikan untuk kedua kalinya sebagai sutradara terbaik.

Namun, apakah "budaya" di Academy Awards telah benar-benar berubah?

baca juga

"Saya ragu menyebut ini kemajuan," kata Martha Lauzen, direktur Pusat Studi Wanita dalam Televisi & Film di San Diego State University.

"Saya pikir akan lebih tepat untuk menggambarkannya sebagai menyerah pada keberatan yang berlanjut...bahwa ada sesuatu yang salah ketika, tahun demi tahun, tidak ada perempuan yang dinominasikan.

"Pengecualian rutin Academy Awards terhadap wanita dalam salah satu kategori paling bergengsi, tidak lagi berkelanjutan atau dapat dibenarkan," tambahnya.

Ketidakseimbangan dalam industri film Selangkah demi selangkah, perempuan memasuki wilayah industri film yang didominasi laki-laki.

Namun, menurut Celluloid Ceiling Report terbaru, yang telah diterbitkan setiap tahun selama 24 tahun terakhir dan meneliti karya perempuan dalam 250 film terlaris Amerika Serikat (AS), kemajuannya sangat lambat dan terkadang terhenti.

Setelah mencapai titik tertinggi sepanjang masa pada tahun 2020, proporsi sutradara perempuan yang menyutradarai 250 film dan 100 film teratas telah menurun pada tahun 2021.

Proporsi sutradara perempuan pada 250 film terbaik, turun dari 18% pada tahun 2020 menjadi 17% pada tahun 2021, dan proporsi sutradara perempuan untuk 100 film teratas turun dari 16% menjadi 12%.

Perempuan juga sangat kurang terwakili dalam profesi film lainnya. Pada tahun 2021, 94% dari 250 film teratas AS dibuat tanpa sinematografer perempuan, 92% di antaranya tanpa komposer perempuan, 82% tanpa sutradara perempuan, 73% tanpa editor perempuan, dan 72% tanpa penulis skenario perempuan.

"Academy Awards tidak berada dalam ruang hampa. Ini mencerminkan sikap, kecenderungan, dan bias dari komunitas film arus utama yang lebih besar," kata Lauzen.

Bias yang merugikan perempuan termasuk "keyakinan yang tidak berdasar bahwa perempuan tidak memiliki visi dan dorongan yang diperlukan untuk memimpin fitur-fitur studio utama, dan bahwa perempuan tidak tertarik untuk mengarahkan fitur-fitur seperti itu," tambahnya.

Peneliti juga mencatat, sejumlah studio dan investor lebih senang untuk "bertaruh besar" pada sutradara laki-laki pendatang baru.

Mereka biasanya menganggap sutradara perempuan yang menjanjikan sebagai "pekerja yang berisiko."

Lauzen meyakini, bias ini menguntungkan sutradara laki-laki pendatang baru, misalnya pembuat film Colin Trevorrow, yang didapuk untuk menyutradarai "Jurassic World" (2015) setelah menyutradarai hanya satu film indie "Safety Not Guaranteed" (2012).

"Seperti ceritanya, Trevorrow mengingatkan Steven Spielberg tentang cerminan dirinya yang lebih muda, dan dia memberi kepercayaan untuk menggarap pekerjaan itu," katanya.

"Spielberg bersedia mengambil risiko, memberi kesempatan pada sutradara yang relatif belum terbukti," tambah Lauzen.

"Perempuan yang menyutradarai jauh lebih kecil kemungkinannya untuk mendapat manfaat dari bias implisit semacam ini."

Titik balik bagi perempuan?

Dalam beberapa tahun terakhir, kurangnya keragaman dalam penghargaan film tertinggi Hollywood telah menjadi sorotan, dengan tagar seperti #OscarsSoMale dan #OscarsSoWhite mengecam marginalisasi bakat pembuat film perempuan dan kelompok minoritas.

Keanekaragaman telah lama menjadi kata kunci yang populer di dunia film, tetapi reformasi aktual di Academy Awards dibuat sebagai reaksi terhadap gerakan #MeToo dan Black Lives Matter.

Reformasi juga diumumkan dalam kategori film terbaik. Untuk dinominasikan, film harus memenuhi setidaknya dua dari empat tolak ukur keragaman, antara lain menampilkan aktor dari kelompok yang kurang terwakili dalam peran utama atau setidaknya 30% dari pemeran.

Kriteria serupa berlaku di tim produksi dan kreatif. Topik film juga mendapat poin keragaman, ketika cerita berpusat pada perempuan, orang-orang LGTBQ, kelompok minoritas, atau penyandang disabilitas.

Academy Awards juga sedang mencari cara untuk membuka upacara penghargaan untuk publik karena penurunan drastis jumlah penonton selama pandemi.

Hanya sekitar 10 juta orang yang menonton acara tahun lalu, kurang dari setengah jumlah penonton tahun 2020.

Sekarang penyelenggara Oscar telah memperkenalkan penghargaan penonton, yang dapat dipilih oleh penggemar film lewat voting di internet.

Industri film di Jerman

Di Jerman juga, tantangan yang dihadapi perempuan dalam industri film dan reformasi yang diperlukan telah lama diperdebatkan.

Meskipun secara signifikan lebih banyak lulusan perempuan dari sekolah perfilman, namun lulusan laki-laki mayoritasnya mendapat akses pekerjaan puncak di industri perfilman.

"Meskipun sekarang lebih umum memiliki sutradara wanita daripada beberapa tahun yang lalu, mereka masih harus mengatasi lebih banyak rintangan dibanding rekan pria mereka," kata Sarah Duve-Schmid, wakil ketua Dewan Manajemen dan Kepala Pendanaan di Dewan Film Federal Jerman (FFA).

"Ketekunan, ketegasan, dan fleksibilitas adalah salah satu faktor keberhasilan dalam menyutradai, dan pria masih lebih mungkin untuk memiliki akses ini daripada perempuan," tambahnya.

"Beban kerja industri film yang tinggi, lama meninggalkan rumah, tetapi juga kurangnya infrastruktur penitipan anak dan gaji yang lebih rendah, adalah faktor-faktor yang masih membuat perempuan meninggalkan pekerjaan mereka untuk sementara waktu setelah sekolah film, atau beralih ke jalur karier yang berbeda sama sekali", papar Duve-Schmid.

Baru belakangan ini, film yang dibuat oleh perempuan mendapatkan pengakuan yang lebih besar di Jerman karena kepekaan baru terhadap masalah kesetaraan, tambahnya.

"Sepanjang pendanaan proyek-proyek yang diarahkan oleh perempuan dipermasalahkan, FFA secara teratur memantau proyek-proyek yang diajukan dan komitmen pendanaan,” jelasnya.

"Selama beberapa tahun terakhir, ada lebih banyak aplikasi secara signifikan untuk proyek dengan sutradara wanita; struktur yang direformasi diharapkan akan memungkinkan lebih banyak wanita untuk mengklaim posisi mereka di industri ini", kata Duve-Schmid. Ed: rap/

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lewati Sederet Legenda, Lionel Messi Menjadi Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia

Lewati Sederet Legenda, Lionel Messi Menjadi Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:45 WIB

Oppo Kuasai Pasar Smartphone Indonesia Q1 2026, Find X9 Ultra dan Find X9s Bidik Segmen Premium

Oppo Kuasai Pasar Smartphone Indonesia Q1 2026, Find X9 Ultra dan Find X9s Bidik Segmen Premium

Tekno | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:45 WIB

Beda Pompa Air Biasa dan Pompa Booster, Jangan Salah Pilih untuk Rumah Anda

Beda Pompa Air Biasa dan Pompa Booster, Jangan Salah Pilih untuk Rumah Anda

Lifestyle | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:45 WIB

IHSG Tertekan! Asing Lepas Saham Blue Chip Senilai Rp1,1 Triliun

IHSG Tertekan! Asing Lepas Saham Blue Chip Senilai Rp1,1 Triliun

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:44 WIB

Tiket Pesawat Gratis PPN dan Diskon Kereta, Ini Rincian Stimulus Ekonomi Rp26,3 Triliun

Tiket Pesawat Gratis PPN dan Diskon Kereta, Ini Rincian Stimulus Ekonomi Rp26,3 Triliun

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:38 WIB

BI Siapkan Wirausaha Baru dan Jutaan Peluang Kerja lewat Program Transformasi UMKM Nasional

BI Siapkan Wirausaha Baru dan Jutaan Peluang Kerja lewat Program Transformasi UMKM Nasional

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:24 WIB

Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia

Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:15 WIB

Apakah Bedak Tabur Marcks Aman untuk Kulit Berjerawat? Ini Klaim dan Kandungan 3 Variannya

Apakah Bedak Tabur Marcks Aman untuk Kulit Berjerawat? Ini Klaim dan Kandungan 3 Variannya

Lifestyle | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:17 WIB

Turnamen Domino Nasional HGI Digelar di Jakarta, 1.500 Peserta Berebut Hadiah Rp200 Juta

Turnamen Domino Nasional HGI Digelar di Jakarta, 1.500 Peserta Berebut Hadiah Rp200 Juta

Tekno | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:02 WIB

Drakor The Trauma Code: Heroes on Call Berpotensi Lanjut Season 2 dan 3, Netflix Buka Suara

Drakor The Trauma Code: Heroes on Call Berpotensi Lanjut Season 2 dan 3, Netflix Buka Suara

Your Say | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:30 WIB

Terkini

Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia

Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:15 WIB

Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia

Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 04:50 WIB

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:52 WIB

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:36 WIB

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 23:03 WIB

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:39 WIB

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:31 WIB

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:14 WIB

KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG

KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG

News | Senin, 22 Juni 2026 | 21:54 WIB

Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!

Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 21:16 WIB