Pastikan Ada Tidaknya Pelanggaran HAM Penembakan Dokter Sunardi, Komnas HAM Periksa Sejumlah Pihak dan Lokasi Kejadian

Chandra Iswinarno, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Selasa, 29 Maret 2022 | 19:41 WIB
Pastikan Ada Tidaknya Pelanggaran HAM Penembakan Dokter Sunardi, Komnas HAM Periksa Sejumlah Pihak dan Lokasi Kejadian
Kantor Komnas HAM. [komnasham.go.id]

Suara.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) masih terus melakukan penyelidikan tewasnya Dokter Sunardi, yang diduga terlibat jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI), ditembak Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri. Penyelidikan dilakukan guna menemukan ada tidaknya unsur pelanggaran HAM. 

Koordinator Bidang Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Endang Sri Melani mengatakan penyelidikan dilakukan dengan meninjau lokasi penangkapan Sunardi di  Sukoharjo, Jateng. 

"Tim juga telah melakukan tinjauan lokasi kejadian dan meminta keterangan sejumlah pihak terkait untuk memastikan ada tidaknya pelanggaran HAM  dalam upaya penegakan hukum tersebut," kata Endang dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/3/2022). 

Dikatakan Endang, kedatangan timnya ke lokasi kejadian, tindak lanjut dari pendalaman atas pemberian keterangan secara langsung Densus 88 kepada Komnas HAM pada 15 Maret lalu. 

"Untuk itu, kami menyampaikan terima kasih kepada Densus 88 yang telah memberikan respon dan kerja sama yang positif," katanya.

Sebelumnya, saat pemeriksaan yang dilakukan Komnas HAM dihadiri langsung  Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar dan Dirsidik Densus 88 Brigjen Herry Heriawan.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengemukakan, keduanya diperiksa kurang lebih dua jam. Saat pemeriksaan, keduanya dicecar sejumlah pertanyaan, termasuk konstruksi peristiwa penembakan tersebut. 

Kepada Komnas HAM, Densus 88 memberikan sejumlah bukti latar belakang penetapan Dokter Sunardi sebagai tersangka kasus dugaan terorisme. 

"Kami dikasih background itu semua, meyakinkan kami apakah betul proses menjadikan tersangka itu dan background bagaimana keterlibatan almarhum ini sebagai terduga anggota teroris, itu yang pertama," ujar Anam saat konferensi pers di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Selasa (15/3/2022) lalu. 

baca juga

"Jadi dijelaskan hubungannya ini dan ini, bahkan ditarik rentang waktu yang cukup lama. Jadi rentang waktunya lebih dari tiga tahun. Informasinya itu berangkat lebih dari tiga tahun aktivitas-aktivitasnya," sambungnya. 

Anam mengemukakan, dari penjelasan Densus 88, penetapan tersangka Dokter Sunardi tidak berdiri sendiri, tapi berkaitan dengan tersangka lain yang berada di Jakarta. 

"Inisialnya D lokasinya di Jakarta, sebenarnya itu peristiwa yang berangkaian," ujar Anam. 

Kemudian, Komnas HAM juga mempertanyakan bagaimana proses penembakan itu terjadi. 

"Seperti yang ditanyakan publik, kok ditembak, kok ini orang cacat diperlakukan seperti itu dan sebagainya. Nah, kami juga uji dipertanyakan tadi, agak lama, termasuk juga kami minta bukti-buktinya yang mana. Bukti-buktinya kami juga ditunjukkan, termasuk dokumen yang tidak bisa kami sebutkan, dan termasuk rekaman CCTV yang juga ditunjukkan teman-teman Densus 88," ujar Anam. 

Terkait dugaan pelanggaran HAM dalam peristiwa itu, masih akan terus didalami.

"Kami akan dalami. Saya kira dengan keterbukaan seperti itu, sampai ditunjukin video saya kira itu moralitas yang sangat baik untuk mengukur apakah ada pelanggaran HAM atau tidak," ujar Anam.

Komnas HAM memberikan perhatiannya terhadap kasus penembakan ini. Sebelumnya, Ikatan Dokter Indonesia Sukaharjo juga mendesak Komnas HAM untuk memantau kasus penembakan ini. 

Tim Densus 88 Antiteror membenarkan bahwa tersangka terorisme di Sukoharjo bernama dokter Sunardi. Sunardi (54) diketahui berprofesi sebagai dokter yang membuka praktik di rumahnya di Kampung Bangunharjo RT 03/RW 07, Kelurahan Gayam, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Saat proses penangkapan dia tewas tertembak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Densus Tembak Mati Dokter Sunardi Terduga Teroris Sukoharjo, Bambang Pacul: Bukan Kesalahan Prosedur

Soal Densus Tembak Mati Dokter Sunardi Terduga Teroris Sukoharjo, Bambang Pacul: Bukan Kesalahan Prosedur

News | Jum'at, 18 Maret 2022 | 10:01 WIB

Terduga Teroris di Sukoharjo Ditembak Densus 88 Hingga Tewas, DPR: Dokter Sunardi Tidak Mau Diberhentikan

Terduga Teroris di Sukoharjo Ditembak Densus 88 Hingga Tewas, DPR: Dokter Sunardi Tidak Mau Diberhentikan

Jawa Tengah | Jum'at, 18 Maret 2022 | 06:55 WIB

Kompolnas Dapatkan Kronologi Lengkap Tewasnya Dokter Sunardi Ditembak Tim Densus 88, Sempat Tabrak Mobil dan Motor

Kompolnas Dapatkan Kronologi Lengkap Tewasnya Dokter Sunardi Ditembak Tim Densus 88, Sempat Tabrak Mobil dan Motor

Jawa Tengah | Rabu, 16 Maret 2022 | 11:01 WIB

Terkini

Cara Mengetahui WhatsApp Kita Disadap Orang Lain, Cek 7 Tanda Ini

Cara Mengetahui WhatsApp Kita Disadap Orang Lain, Cek 7 Tanda Ini

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 07:05 WIB

Comeback dengan Call My Name, TWS Temukan Keberanian Diri di Segala Situasi

Comeback dengan Call My Name, TWS Temukan Keberanian Diri di Segala Situasi

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 06:50 WIB

4 Shio Paling Beruntung 3 November 2026, Semua Urusan Lebih Mudah Mulai Hari Ini

4 Shio Paling Beruntung 3 November 2026, Semua Urusan Lebih Mudah Mulai Hari Ini

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 06:41 WIB

Di Balik Drakor Pinocchio: Membeda Cermin Buram Industri Media Masa Kini

Di Balik Drakor Pinocchio: Membeda Cermin Buram Industri Media Masa Kini

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 06:20 WIB

Literasi Keuangan Penting di Era Digital, Bukan Sekadar Tahu Cara Mengelola Uang

Literasi Keuangan Penting di Era Digital, Bukan Sekadar Tahu Cara Mengelola Uang

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 06:08 WIB

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 06:00 WIB

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

×