Ibu Serdadu Rusia: Ukraina Adalah Banjir Darah

Siswanto, Deutsche Welle

Jum'at, 01 April 2022 | 15:36 WIB
Ibu Serdadu Rusia: Ukraina Adalah Banjir Darah
DW

Anda tidak tahu, anak Anda dikirim untuk berpartisipasi dalam manuver militer?

Ya. Saya bilang Yevgeny bahwa saya tidak bodoh dan tidak percaya dia dikirim ke Smolensk. Saya terus mencari informasi dan akhirnya menyadari bahwa dia akan dikirim ke Ukraina.

Saya ingin mencegahnya. Saya bilang padanya bahwa dia mungkin tidak akan kembali lagi. Dia menjawab: "Kamu bicara apa?!" Dia tidak tahu ke mana dia dikirim. Entah mereka sudah mencuci otaknya, membuat dia berpikir benar-benar akan berpartisipasi dalam latihan.

Atau dia tahu apa yang akan terjadi, tetapi tidak dapat membayangkan seperti apa pertumpahan darah itu. Saya kira tidak ada yang mengharapkan itu, bahkan Putin pun tidak.

Apakah ada kontak dengan dia setelah dia pergi?

Dia pergi 13 Februari. Saya bercanda bertanya apa dia suka Smolensk dan jenis makanan mereka. Dia tertawa, dan mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja. Terakhir kali saya mendengar kabar dari dia tanggal 24 Februari.

Dia menulis lewat akun WhatsApp sesama prajurit, memberi tahu saya: "Bu, perang telah pecah." Saya jawab: "Anakku, saya melihatnya di televisi." Dan dia bilang: "Coba bayangkan, seluruh unit kami terbunuh di perbatasan." Saya tanya: "kamu di mana?" Dia jawab: "Saya di Smolensk, Ibu."

Saya pikir dia ada di suatu tempat dekat sana. Karena dari sana mereka diterbangkan ke bandara (Hostomel, dekat Kyiv -Red). Saya bilang: "Tunggu di sana saja." Dan dia balas: "Baiklah, selamat tinggal ibu. Saya harus pergi. Beritahu istri saya bahwa semuanya baik-baik saja." Setelah itu kami tidak pernah mendengar kabar dari dia lagi.

Saya selalu membawa ponsel saya. Saya menghabiskan hari-hari menonton televisi, dan membaca di internet. Saya pikir, mungkin saya bisa melihat mukanya di suatu tempat. Saya pergi ke gereja setiap hari, menyalakan lilin dan berdoa untuk dia. Tapi saat itu, dia sebenarnya sudah lama mati.

Apa yang membuat Anda berpikir begitu?

Saya membaca di internet bahwa tentara kami menaklukkan Hostomel pada 24 Februari. Semua anak laki-laki kami kemudian dikirim ke sana. Tapi kemudian mereka mendapat serangan dari Kyiv. Mereka dikepung dan tidak ada yang datang membantu mereka. Mereka ditembak dan dibom selama sehari penuh.

Bayangkan, bandara pada dasarnya adalah lapangan terbuka. Tanggal 25 Februari, tentara kami merebut lagi kendali atas Hostomel. Pada 26 Februari, mereka menemukan Yevgeny. Tapi saya baru diberitahu pada 8 Maret.

Unitnya menelepon saya sekitar pukul 13.30. dan memberi tahu bahwa putra saya tewas dalam pertempuran di dekat Rostov (Rostov-on-Don, sebuah kota di Rusia selatan, sekitar 60 kilometer dari perbatasan Ukraina -Red).

Saya hampir gila. Saya tidak tahu mengapa mereka bilang begitu. Mungkin karena jenazahnya dikirim ke kamar mayat di Rostov, dan mereka tidak punya informasi bagaimana dia tewas.

Apakah Anda pernah mendiskusikan tentang Ukraina dengan putra Anda di masa lalu?

Sejujurnya, tidak.

Apakah Anda mengerti mengapa serangan ini dimulai?

Saya pikir jika kita tidak mulai membom mereka, Ukraina akan membom kita. Kita tidak punya pilihan. Tapi ada yang tidak beres. Begitu banyak tentara tewas. Kita tidak bisa berhenti, kita harus terus berjuang sampai meraih kemenangan.

Apakah Anda mengerti mengapa Rusia berperang di Ukraina? Apa yang diperjuangkan anak Anda?

Anak saya berjuang untuk kami, untuk rakyat dan negara Rusia. Supaya kita bisa tetap menggunakan ponsel kita, makan dan minum seperti dulu. Dia tidak mati sia-sia, dia mati untuk kita, agar kita bisa menjalani hidup yang panjang dan bahagia, sehingga kita tidak harus hidup dengan perang dan bom dijatuhkan kepada kita. Di Rusia, media tidak boleh menyebut konflik ini sebagai perang.

Apakah Anda menganggap ini sebagai perang atau sebuah "operasi khusus"?

Saya tidak melihat ini sebagai "operasi khusus". Ini adalah perang. Saya sadar, kita tidak bisa menyebutnya begitu, tetapi ini adalah perang. Ini adalah banjir darah. (hp/vlz)

Wawancara untuk DW dilakukan oleh Oxana Ivanova.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ratusan Mahasiswa RI Kuliah Gratis di Rusia, Ini Jurusan yang Paling Diburu

Ratusan Mahasiswa RI Kuliah Gratis di Rusia, Ini Jurusan yang Paling Diburu

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 08:06 WIB

KPK Dalami Isi Komunikasi Antara Silmy Karim dan Bos Kampung Rusia

KPK Dalami Isi Komunikasi Antara Silmy Karim dan Bos Kampung Rusia

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 12:42 WIB

Christian Eriksen Beri Kabar Terkini Setelah Kolaps di Lapangan, Kini Sudah Pulang ke Rumah

Christian Eriksen Beri Kabar Terkini Setelah Kolaps di Lapangan, Kini Sudah Pulang ke Rumah

Bola | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:41 WIB

Sah! RI Bakal Impor 150 Juta Barel Minyak Rusia Lewat Lemigas Hingga Akhir 2026

Sah! RI Bakal Impor 150 Juta Barel Minyak Rusia Lewat Lemigas Hingga Akhir 2026

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 14:20 WIB

Pelatih Denmark Ungkap Kondisi Christian Eriksen Usai Kolaps Saat Lawan Ukraina

Pelatih Denmark Ungkap Kondisi Christian Eriksen Usai Kolaps Saat Lawan Ukraina

Bola | Senin, 08 Juni 2026 | 11:42 WIB

Christian Eriksen Pensiun? Insiden Tak Sadarkan Diri Picu Memori Pahit Euro 2020

Christian Eriksen Pensiun? Insiden Tak Sadarkan Diri Picu Memori Pahit Euro 2020

Bola | Senin, 08 Juni 2026 | 08:33 WIB

Bakal Jadi Presiden Rusia Sampai 2036, Vladimir Putin: Hanya Tuhan yang Tahu

Bakal Jadi Presiden Rusia Sampai 2036, Vladimir Putin: Hanya Tuhan yang Tahu

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:41 WIB

Ekonomi Dicekik Sanksi AS, Rusia Tegaskan Dukungan Tanpa Henti untuk Kuba

Ekonomi Dicekik Sanksi AS, Rusia Tegaskan Dukungan Tanpa Henti untuk Kuba

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:09 WIB

Tanpa Mohamed Salah, Timnas Mesir Tekuk Rusia 1-0 pada Laga Uji Coba

Tanpa Mohamed Salah, Timnas Mesir Tekuk Rusia 1-0 pada Laga Uji Coba

Bola | Jum'at, 29 Mei 2026 | 07:22 WIB

Aset Emas Dijual Massal, Harganya Terancam Turun?

Aset Emas Dijual Massal, Harganya Terancam Turun?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 08:33 WIB

Terkini

Bukan Menlu, Sosok Menteri Ini yang Jemput Langsung Presiden Jerman di Tangga Pesawat

Bukan Menlu, Sosok Menteri Ini yang Jemput Langsung Presiden Jerman di Tangga Pesawat

News | Senin, 15 Juni 2026 | 11:19 WIB

Fakta-fakta Kesepakatan Damai Amerika Serikat - Iran

Fakta-fakta Kesepakatan Damai Amerika Serikat - Iran

News | Senin, 15 Juni 2026 | 11:14 WIB

Kekerasan Seksual Dialami Tiga Siswi Kelas 2 SD, Kasus Terungkap dari Cerita Korban Saat Bermain

Kekerasan Seksual Dialami Tiga Siswi Kelas 2 SD, Kasus Terungkap dari Cerita Korban Saat Bermain

News | Senin, 15 Juni 2026 | 11:12 WIB

Rayu Investor Global di Singapura, Pramono Anung: Jakarta Terbuka bagi Investasi Hijau

Rayu Investor Global di Singapura, Pramono Anung: Jakarta Terbuka bagi Investasi Hijau

News | Senin, 15 Juni 2026 | 11:12 WIB

Selat Hormuz Dibuka Jumat Besok Setelah Amerika Serikat dan Iran Damai

Selat Hormuz Dibuka Jumat Besok Setelah Amerika Serikat dan Iran Damai

News | Senin, 15 Juni 2026 | 10:56 WIB

Iran: Cabut Semua Saksi Terhadap Kami!

Iran: Cabut Semua Saksi Terhadap Kami!

News | Senin, 15 Juni 2026 | 10:38 WIB

Karhutla Naik Hampir Delapan Kali Lipat, Perlukah Indonesia Mulai Pikirkan Pembakaran Terkendali?

Karhutla Naik Hampir Delapan Kali Lipat, Perlukah Indonesia Mulai Pikirkan Pembakaran Terkendali?

News | Senin, 15 Juni 2026 | 10:26 WIB

Pasar Saham Asia Langsung Gacor Usai AS dan Iran Damai

Pasar Saham Asia Langsung Gacor Usai AS dan Iran Damai

News | Senin, 15 Juni 2026 | 10:22 WIB

Kejagung Serahkan Uang Hasil Lelang Ke Kementerian Keuangan Sebesar Rp 1,02 Triliun

Kejagung Serahkan Uang Hasil Lelang Ke Kementerian Keuangan Sebesar Rp 1,02 Triliun

News | Senin, 15 Juni 2026 | 10:08 WIB

Tak Cuma Izin WNA! KPK Berpeluang Bongkar Korupsi Sektor Lapas di Kasus Silmy Karim

Tak Cuma Izin WNA! KPK Berpeluang Bongkar Korupsi Sektor Lapas di Kasus Silmy Karim

News | Senin, 15 Juni 2026 | 09:55 WIB