Perkuat Sistem Peringatan Dini, Kepala BMKG: Prediksinya Harus Cepat, Tepat dan Akurat

Rizki Nurmansyah, Ummi Hadyah Saleh

Jum'at, 08 April 2022 | 01:05 WIB
Perkuat Sistem Peringatan Dini, Kepala BMKG: Prediksinya Harus Cepat, Tepat dan Akurat
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati di Kantor BMKG Jakarta, Kamis. (ANTARA/Devi Nindy)

Suara.com - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menegaskan, zero victim menjadi tolok ukur keberhasilan sistem peringatan dini yang dibangun BMKG.

Menurut Dwikorita, BMKG terus memacu seluruh sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki untuk membangun sistem peringatan dini multibencana yang tidak hanya cepat, namun juga tepat dan akurat.

"Peringatan dini ya benar-benar harus dini. Prediksinya harus cepat, tepat, dan akurat. Dengan begitu, kita bisa menekan jumlah kerugian materil dan nyawa akibat bencana," ujar Dwikorita saat memberi sambutan dalam acara Webinar Talkshow Dewan Pembelajar BMKG Corporate University & Ekspos Inovasi Aksi Perubahan Alumni, dalam keteranganya, Kamis (7/4/2022)

Dwikorita mengatakan, Indonesia menghadapi tantangan bencana dan perubahan iklim yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian.

Maka dari itu, perlu aksi mitigasi yang terstruktur, sistematis, dan massif dalam menyikapi kondisi tersebut.

BMKG, lanjut dia, juga terus berbenah dan mendorong untuk menjadi Center of Excellence menyusul keharusan organisasi untuk mengubah paradigma pengelolaan ASN BMKG, dari SDM menjadi Human Capital.

Hal ini kata dia untuk menjawab tantangan global sehingga mampu membawa BMKG menjadi organisasi berkelas dunia.

"Kami (BMKG—red) juga terus melakukan inovasi dan aktif berkolaborasi dengan lembaga lain untuk memperkuat sistem peringatan dini di Indonesia," imbuh dia.

Dwikorita memaparkan, lebih dari 70 persen pegawai BMKG merupakan angkatan muda, generasi milenial.

baca juga

Dalam periode 3 tahun ini, tambah dia, bonus demografi tersebut harus dikelola dengan sebaik-baiknya, dikembangkan potensi dan kapasitasnya secara optimal, agar tidak kehilangan golden moment, tertinggal dalam kemajuan dunia. Salah satu strateginya adalah melalui pendidikan dan pelatihan.

Dari sisi pendidikan, BMKG kata Dwikorita menargetkan akan tersedia 500 doktor berkualitas pada tahun 2030.

Selepas studi, para doktor baru ini akan mengikuti program untuk memastikan kompetensi diterapkan guna pengembangan kinerja berbagai unit di BMKG.

Sementara dari sisi pelatihan, hal ini dilakukan untuk melengkapi dan menuntaskan pengembangan kompetensi.

"Saya optimistis, melalui pendidikan dan pelatihan yang tepat dan terukur, maka ASN-ASN BMKG mampu melompatkan BMKG dalam mencapai visi dan misinya menjadi global player, organisasi berkelas dunia," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BMKG Prakirakan Cuaca di Sebagian Indonesia Akan Hujan saat Lebaran

BMKG Prakirakan Cuaca di Sebagian Indonesia Akan Hujan saat Lebaran

Tekno | Rabu, 06 April 2022 | 21:59 WIB

BMKG Siapkan Layanan Informasi Cuaca di Jalur Tol Jelang Mudik Lebaran 2022

BMKG Siapkan Layanan Informasi Cuaca di Jalur Tol Jelang Mudik Lebaran 2022

Otomotif | Rabu, 06 April 2022 | 21:28 WIB

Ini Zona Gempa Pemicu Tsunami Yang Harus Diwaspadai saat Mudik Lebaran

Ini Zona Gempa Pemicu Tsunami Yang Harus Diwaspadai saat Mudik Lebaran

Tekno | Rabu, 06 April 2022 | 21:07 WIB

Terkini

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:50 WIB

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:39 WIB

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:38 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:27 WIB

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:22 WIB

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Health | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:01 WIB

438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?

438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:58 WIB

×