Big Data Penting untuk Kebijakan Publik, Masalahnya Antar Kementerian-Lembaga Terjadi Perbedaan Data

Erick Tanjung, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Selasa, 12 April 2022 | 20:46 WIB
Big Data Penting untuk Kebijakan Publik, Masalahnya Antar Kementerian-Lembaga Terjadi Perbedaan Data
Ilustrasi big data. (Shutterstock)

Suara.com - Chief Technology Officer dan Founder dari Dattabot, Imron Zuhri mengungkapkan big data dapat digunakan dalam mengambil kebijakan publik. Namun di Indonesia antar lembaga/kementerian masih sering terjadi perbedaaan data.

"Sebagai contoh, pemerintah dapat melihat data yang dikumpulkan melalui aplikasi peduli lindungi untuk mengecek mobilitas masyarakat serta penyebaran Covid-19 saat ini. Dengan begitu, pemerintah dapat membuat kebijakan yang tepat," kata Imron dalam keterangan tertulisnya, Selasa (12/4/2022).

Di Indonesia permasalahan yang sering terjadi perbedaan data antar instansi terkait. Sebagai contoh, kata Imron, data kementerian berbeda dengan data Badan Pusat Statistik/BPS.

"Untuk itu, mengecek kembali asal muasal data menjadi penting. Setiap instansi tersebut juga perlu untuk bekerja sama untuk menentukan data mana yang akan digunakan. Bagi publik, jika terjadi data yang berbeda, maka gunakanlah data yang paling mendekati realitas" ujarnya.

Menurutnya, infrastruktur teknologi tidak menjadi persoalan yang besar bagi Indonesia. Karena hal tersebut bisa diupayakan dan telah banyak ahli.

"Persoalan yang paling penting dan mendasar adalah bagaimana data tersebut dapat transparan kepada publik. Contohnya, transparan tentang bagaimana data tersebut didapatkan," kata dia.

Imron melanjutkan selain masalah transparansi, persoalan lainnya adalah data harus sesuai prinsip interoperabilitas atau bisa dibagipakaikan. Menurutnya banyak kementerian atau lembaga yang hanya menyimpan data tanpa menjalankan prinsip dibagipakaikan dengan pihak lain dalam membuat suatu kebijakan.

Imron berharap bahwa penting untuk publik teredukasi terhadap data. Hal ini penting agar publik tidak mudah terprovokasi dengan data yang salah.

"Bahwa istilah 'data is oil' itu dianggap salah. Karena, data menjadi seperti komoditi. Padahal, data seharusnya gratis dan dapat dinikmati oleh setiap orang. Oleh karena itu, istilah yang tepat adalah data is air," ungkapnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Luhut Tak Mau Buka Big Data, Berkata Punya Hak untuk Menolak, Publik: Takut Kebongkar Bohongnya

Luhut Tak Mau Buka Big Data, Berkata Punya Hak untuk Menolak, Publik: Takut Kebongkar Bohongnya

Hits | Selasa, 12 April 2022 | 18:59 WIB

Prihatin Soal Pengeroyokan Ade Armando, Rocky Gerung: Dia itu Korban Big Data dari Istana

Prihatin Soal Pengeroyokan Ade Armando, Rocky Gerung: Dia itu Korban Big Data dari Istana

News | Selasa, 12 April 2022 | 16:52 WIB

Jasa Perjalanan Umroh dan Keagamaan Lain Kena PPN, Begini Aturannya

Jasa Perjalanan Umroh dan Keagamaan Lain Kena PPN, Begini Aturannya

Bisnis | Selasa, 12 April 2022 | 16:35 WIB

Terkini

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:41 WIB

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Bakar Sampah Berujung Petaka, Pohon di Joglo Ambruk Timpa Kabel dan Tembok

Bakar Sampah Berujung Petaka, Pohon di Joglo Ambruk Timpa Kabel dan Tembok

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:21 WIB

Anime IruMafia Edition Tayang Januari 2027, Kisah Iruma di Kehidupan Mafia

Anime IruMafia Edition Tayang Januari 2027, Kisah Iruma di Kehidupan Mafia

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar

Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar

Surakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Polemik Tunggakan PBB Rp2,33 Miliar Yayasan IGM Palembang, Ratu Dewa Singgung Evaluasi Data

Polemik Tunggakan PBB Rp2,33 Miliar Yayasan IGM Palembang, Ratu Dewa Singgung Evaluasi Data

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:16 WIB

×