Skandal Riset AI Kedokteran Demi Travel Grant, MGBKI Desak Audit Total

Bangun Santoso

Kamis, 28 Mei 2026 | 14:55 WIB
Skandal Riset AI Kedokteran Demi Travel Grant, MGBKI Desak Audit Total
Ketua Umum MGBKI Budi Iman Santoso saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (3/2/2026).[suara.com/Lilis Varwati]
baca 10 detik
  • MGBKI mendesak audit menyeluruh terkait dugaan penggunaan riset medis berbasis AI yang tidak valid demi memperoleh travel grant.
  • Ketua MGBKI, dr. Budi Iman Santoso, menyatakan pelanggaran integritas akademik tersebut merusak martabat ilmu pengetahuan dan reputasi bangsa.
  • Institusi pendidikan kedokteran di Indonesia perlu memperkuat tata kelola integritas riset serta menerapkan sanksi tegas bagi pelanggar.

Suara.com - Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) mengatakan, pihaknya mendorong institusi terkait, mulai dari penyelenggara konferensi hingga otoritas akademik, untuk segera melakukan audit menyeluruh, merespons dugaan riset palsu oleh sejumlah pihak demi travel grant.

Sebelumnya di media massa dikabarkan bahwa ada yang menggunakan riset kedokteran berbasis AI yang tidak valid demi memperoleh travel grant untuk konferensi di luar negeri.

Merespons hal tersebut, Ketua MGBKI dr Budi Iman Santoso di Jakarta, Kamis (28/5/2026), mengatakan pihaknya menyampaikan keprihatinan mendalam atas munculnya dugaan pelanggaran integritas akademik dan riset yang melibatkan nama warga Indonesia dalam forum ilmiah internasional.

"Ilmu kedokteran hanya dapat berdiri di atas kebenaran, kejujuran, etika, dan tanggung jawab akademik," kata Budi sebagaimana dilansir Antara.

Oleh karena itu, segala bentuk fabrikasi data, falsifikasi hasil penelitian, plagiarisme, pemalsuan identitas, pencatutan afiliasi, manipulasi kepengarangan, serta penyalahgunaan kecerdasan buatan untuk menciptakan karya ilmiah fiktif merupakan pelanggaran serius terhadap martabat ilmu pengetahuan dan tidak dapat ditoleransi.

Namun demikian, pihaknya juga menegaskan bahwa setiap dugaan pelanggaran harus diperiksa melalui mekanisme yang adil, transparan, independen, proporsional, dan berbasis bukti.

MGBKI tidak mendorong penghakiman di ruang publik, persekusi personal, maupun penyebaran data pribadi.

"Yang harus ditegakkan adalah kebenaran ilmiah, bukan kegaduhan," dia mengingatkan.

Dia menjelaskan, institusi terkait perlu segera melakukan audit ilmiah dan etik secara menyeluruh, antara lain pengecekan keabsahan data dan raw data penelitian; persetujuan etik penelitian; validitas lokasi, subjek, dan metode penelitian; penggunaan kecerdasan buatan dalam penyusunan karya ilmiah; hingga kemungkinan penerimaan travel grant, award atau keuntungan akademik lainnya.

baca juga

"Apabila dugaan pelanggaran terbukti, MGBKI mendorong adanya langkah tegas berupa pencabutan karya ilmiah, pembatalan penghargaan atau grant, sanksi akademik dan etik, serta langkah administratif maupun hukum sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.

Pihaknya memandang peristiwa ini sebagai alarm nasional bagi dunia pendidikan kedokteran dan kesehatan Indonesia.

Menurutnya, reputasi akademik bangsa tidak cukup dijaga dengan membela citra, tetapi harus dijaga melalui keberanian membangun sistem yang bersih, akuntabel, dan berintegritas.

Karena itu, MGBKI menyerukan perlunya penguatan tata kelola integritas akademik asional melalui pembentukan atau penguatan komite integritas riset di setiap institusi pendidikan kedokteran; kewajiban verifikasi etik, data, afiliasi, dan authorship sebelum karya ilmiah dibawa ke forum internasional.

"Pedoman penggunaan kecerdasan buatan dalam riset dan publikasi ilmiah. Edukasi nasional tentang scientific misconduct, mekanisme audit dan pelaporan pelanggaran akademik yang independen serta melindungi pelapor yang beritikad baik," katanya.

Budi mengatakan bahwa ilmu tidak boleh dikalahkan oleh ambisi.

"Data tidak boleh dikorbankan demi sertifikat. Nama bangsa tidak dijaga dengan menutup kesalahan, tetapi dengan keberanian menegakkan kebenaran," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Penipuan Berkedok Nonton Dracin, Ini Modusnya

Ada Penipuan Berkedok Nonton Dracin, Ini Modusnya

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 10:57 WIB

Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku

Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:34 WIB

Skandal Riset Palsu di Denmark, Gelar Akademik 3 WNI Bakal Dicabut?

Skandal Riset Palsu di Denmark, Gelar Akademik 3 WNI Bakal Dicabut?

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:48 WIB

Heboh Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset di Denmark, Begini Respons Menteri Dikti

Heboh Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset di Denmark, Begini Respons Menteri Dikti

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:23 WIB

AI Jadi Alat Tipu Peneliti WNI di Denmark, Dipicu Pencitraan dan Jalan-jalan Gratis

AI Jadi Alat Tipu Peneliti WNI di Denmark, Dipicu Pencitraan dan Jalan-jalan Gratis

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:15 WIB

Terpopuler: 7 HP Midrange Rasa Flagship, Heboh WNI Diduga Buat Riset Palsu di Denmark

Terpopuler: 7 HP Midrange Rasa Flagship, Heboh WNI Diduga Buat Riset Palsu di Denmark

Tekno | Rabu, 27 Mei 2026 | 06:50 WIB

Gagal Sewa Gedung di Gunawarman, Perusahaan Ini Ditipu Rp2 Miliar Akibat Penipuan Sewa Gedung

Gagal Sewa Gedung di Gunawarman, Perusahaan Ini Ditipu Rp2 Miliar Akibat Penipuan Sewa Gedung

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:14 WIB

Terkini

4 Sekolah Rakyat Raih Penghargaan Mandaya Awards 2026

4 Sekolah Rakyat Raih Penghargaan Mandaya Awards 2026

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:06 WIB

HLN ke-81: PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan & Kemandirian Bangsa

HLN ke-81: PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan & Kemandirian Bangsa

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:06 WIB

KSPI Imbau Aksi 28 Oktober Berlangsung Damai, Tanpa Kekerasan dan Kerusuhan

KSPI Imbau Aksi 28 Oktober Berlangsung Damai, Tanpa Kekerasan dan Kerusuhan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:05 WIB

Review Tenzing: Kisah Nyata Perjuangan Pendaki Korban Diskriminasi Everest

Review Tenzing: Kisah Nyata Perjuangan Pendaki Korban Diskriminasi Everest

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Suahasil Siapkan Insentif Rp 1 Triliun ke Pemda Jika Kinerja Memuaskan

Suahasil Siapkan Insentif Rp 1 Triliun ke Pemda Jika Kinerja Memuaskan

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Sengit di Yogyakarta, Pelatih Timnas Futsal Hector Souto Pantau Calon Bintang di Campus League

Sengit di Yogyakarta, Pelatih Timnas Futsal Hector Souto Pantau Calon Bintang di Campus League

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:46 WIB

Bau Tak Sedap dari Kamar Kos, Berujung Penemuan Jasad Karyawati di Batam

Bau Tak Sedap dari Kamar Kos, Berujung Penemuan Jasad Karyawati di Batam

Batam | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:41 WIB

3 Moisturizer Viva untuk Kulit Cerah dan Kencang, Bantu Atasi Tanda Penuaan

3 Moisturizer Viva untuk Kulit Cerah dan Kencang, Bantu Atasi Tanda Penuaan

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:38 WIB

Review Drama Spooky In Love, Mengungkap Kejahatan dari Cerita Para Arwah

Review Drama Spooky In Love, Mengungkap Kejahatan dari Cerita Para Arwah

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Kemenkeu Sebut AI Bisa Cari Potensi Pajak Baru hingga Endus Warga yang Tak Patuh

Kemenkeu Sebut AI Bisa Cari Potensi Pajak Baru hingga Endus Warga yang Tak Patuh

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:16 WIB

×