Gerakan Pilah Sampah Jakarta Masih Berproses, Dampaknya Belum Terlihat

Vania Rossa, Adiyoga Priyambodo

Kamis, 28 Mei 2026 | 14:59 WIB
Gerakan Pilah Sampah Jakarta Masih Berproses, Dampaknya Belum Terlihat
TPST Bantar Gebang Bekasi. [Antara]
  • TPA Bantar Gebang mengalami krisis kapasitas akibat tumpukan sampah Jakarta yang mencapai 8.000 ton per hari.
  • Pemprov DKI Jakarta meluncurkan Gerakan Pemilahan Sampah dari Sumber pada 10 Mei 2026 untuk mengurangi beban TPA.
  • Dinas Lingkungan Hidup masih melakukan sosialisasi serta pengumpulan data partisipasi warga guna mengevaluasi keberhasilan program pengelolaan sampah.

Suara.com - Krisis kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang menjadi salah satu pendorong utama lahirnya kebijakan pemilahan sampah di Jakarta.

Satu-satunya TPA milik Ibu Kota itu kini menghadapi tekanan berat, gunung sampahnya telah mencapai ketinggian lebih dari 40 meter dan diperkirakan akan penuh dalam beberapa tahun ke depan.

Jakarta sendiri menghasilkan sekitar 7.000-8.000 ton sampah per hari. Sebagian besar dibuang tanpa dipilah, sehingga menyulitkan proses daur ulang sekaligus memperparah pencemaran sungai dan banjir.

Merespons kondisi itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggulirkan Gerakan Pemilahan Sampah dari Sumber, mengacu pada mandat UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang mewajibkan pengelolaan sampah mandiri hingga tingkat RT atau RW.

Namun hingga kini, gerakan yang resmi dideklarasikan pada 10 Mei 2026 itu belum menunjukkan angka konkret penurunan volume sampah yang masuk ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Dudi Gardesi, mengakui program yang baru berjalan dua minggu itu masih dalam tahap pengumpulan data.

“Saat ini kami masih dalam tahap konsolidasi pelaksanaan sekaligus pengumpulan data dari berbagai wilayah,” ujar Dudi dalam keterangan tertulis, Kamis (28/5/2026).

Lebih lanjut, Dudi menjelaskan bahwa periode Mei hingga Juni masih difokuskan pada sosialisasi dan penyiapan infrastruktur pendukung sebelum implementasi diperluas.

Di tingkat akar rumput, pendampingan dilakukan melalui kader PKK, Dasawisma, dan Jumantik yang turun langsung ke warga, disertai penerapan metode pengolahan sampah organik seperti komposting, biopori, biokonversi maggot BSF, ecoenzym, dan Teba modern.

Dudi pun menyebut mulai ada sinyal awal yang menggembirakan dari sejumlah wilayah di ibu kota terkait rencana penerapan gerakan pilah sampah.

“Meskipun data pengurangan sampah masih dalam proses monitoring dan evaluasi, kami melihat adanya respons dan partisipasi masyarakat yang cukup positif di sejumlah wilayah,” katanya.

DLH DKI Jakarta memastikan, pemantauan dan evaluasi akan terus dilakukan secara berkala untuk mengukur sejauh mana program ini berhasil menekan timbulan sampah di tingkat hulu, baik dari permukiman, kawasan, maupun sektor usaha.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Edukasi Pilah Sampah untuk Pelajar Disabilitas, Hadirkan Ruang Belajar yang Inklusif

Edukasi Pilah Sampah untuk Pelajar Disabilitas, Hadirkan Ruang Belajar yang Inklusif

Lifestyle | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:51 WIB

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 22:59 WIB

Mulai Agustus 2026, Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu

Mulai Agustus 2026, Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu

Foto | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:44 WIB

Terkini

Kasus Duel Maut WNA Brunei di Blok M Masuk Radar Interpol, Ini Motifnya

Kasus Duel Maut WNA Brunei di Blok M Masuk Radar Interpol, Ini Motifnya

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:57 WIB

Skandal Riset AI Kedokteran Demi Travel Grant, MGBKI Desak Audit Total

Skandal Riset AI Kedokteran Demi Travel Grant, MGBKI Desak Audit Total

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:55 WIB

Bandar Abbas Dibombardir, Militer Iran Balas Dendam Serang Dua Pangkalan Udara AS

Bandar Abbas Dibombardir, Militer Iran Balas Dendam Serang Dua Pangkalan Udara AS

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:48 WIB

Kesaksian Akbar Husein soal Tragedi Bawaslu 2019: Ditangkap, Disiksa, hingga Ada yang Meninggal

Kesaksian Akbar Husein soal Tragedi Bawaslu 2019: Ditangkap, Disiksa, hingga Ada yang Meninggal

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:46 WIB

Sok Jagoan di Tol JORR! Pengemudi Ngamuk Pukul Spion Pakai Besi, Polisi Buru Pelaku

Sok Jagoan di Tol JORR! Pengemudi Ngamuk Pukul Spion Pakai Besi, Polisi Buru Pelaku

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:28 WIB

Duduk Perkara Duel Maut Selebgram Brunei di Blok M: Cuma Gara-gara Ditegur, Nyawa Melayang

Duduk Perkara Duel Maut Selebgram Brunei di Blok M: Cuma Gara-gara Ditegur, Nyawa Melayang

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:20 WIB

Donald Trump: Tidak Ada Satu Negara Pun Boleh Kendalikan Selat Hormuz

Donald Trump: Tidak Ada Satu Negara Pun Boleh Kendalikan Selat Hormuz

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:11 WIB

Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran di Jabar, Binokasih Mulang Salaka Tandai Pembukaan di Sumedang

Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran di Jabar, Binokasih Mulang Salaka Tandai Pembukaan di Sumedang

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:09 WIB

Hutan Bukan Milik Negara: Mengapa Masyarakat Adat Papua Menolak Skema Perhutanan Sosial?

Hutan Bukan Milik Negara: Mengapa Masyarakat Adat Papua Menolak Skema Perhutanan Sosial?

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:05 WIB

Eks Tapol Bongkar Ngerinya Siksaan 'Ular Listrik' Rezim Jokowi: Ada Ojol Disiksa Sampai Mata Copot

Eks Tapol Bongkar Ngerinya Siksaan 'Ular Listrik' Rezim Jokowi: Ada Ojol Disiksa Sampai Mata Copot

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 13:51 WIB