Kesaksian Pendeta Gereja Ortodoks Rusia di Ukraina Berontak Lawan Moskow

Siswanto, BBC

Selasa, 19 April 2022 | 18:00 WIB
Kesaksian Pendeta Gereja Ortodoks Rusia di Ukraina Berontak Lawan Moskow
BBC

Suara.com - Saat Rusia mengerahkan pasukannya untuk menginvasi Ukraina, Gereja Ortodoks Rusia justru mendukung aksi tersebut. Pihak gereja pun turut menyuarakan retorika Kremlin yang membenarkan invasi itu.

Sikap ini rupanya dipertanyakan sejumlah jemaat Gereja Ortodoks Rusia. Bahkan ada sejumlah pendeta gereja tersebut yang secara terang-terangan melawannya.

"Saya tidak akan lupa momen ketika saya bangun pada dini hari untuk mengikuti misa dan tiba-tiba mendengar suara gempuran yang mengejutkan," tutur Pendeta Nikolai Pluzhnik.

"Perempuan baik yang memasak di gereja kami beserta putranya, yang menggunakan kursi roda, tewas tatkala tembakan artileri menghantam apartemen mereka. Saya kini mengetahui beberapa jemaat lainnya yang juga tewas," tambahnya.

Baca juga:

Seperti kebanyakan pendeta di kawasan timur laut Ukraina, Pendeta Pluzhnik adalah anggota Gereja Ortodoks Rusia yang mengikuti arahan dari Moskow.

Tapi, akibat invasi Rusia ke Ukraina, dirinya mengaku telah meminta untuk bergabung dengan Gereja Ortodoks Ukraina, yang terpisah dari Rusia pada 2019 tapi tidak pernah diakui Rusia.

Pluzhnik mengeklaim banyak rekan sesama pendeta yang tadinya pengikut Gereja Ortodoks Rusia dan pemimpinnya, Patriark Cyril dari Moskow, menempuh jalur serupa lantaran sikap sang pemimpin yang mendukung invasi Rusia ke Ukraina.

Pendeta Pluzhnik dan keluarganya kabur dari gempuran artileri dan kini menghuni rumah sementara di Kota Chernivtsi, bagian barat Ukraina.

"Saat perang dimulai, saya menunggu kabar Patriark Cyril dari Moskow, 'bapak' gereja kami. Awalnya tidak ada reaksi, kemudian situasinya memburuk," ujar Pendeta Pluzhnik.

" Patriark Cyril memberkati tentara Rusia dan memberikan berkatnya untuk perang. Bukan hanya dia, melainkan sebagian besar pendeta dari Patriarkat Moskow [Gereja Ortodoks Rusia], termasuk beberapa di antara mereka yang punya akar keluarga Ukraina. Saya terkejut waktu itu," kenang Pendeta Pluzhnik.

Baca juga:

Selain tidak mengecam pembantaian orang-orang tidak berdosa dan menyerukan gencatan senjata, Patriark Cyril tampil dalam misa untuk memberkati para serdadu di Moskow. Misa itu ditayangkan di televisi dan ditonton banyak orang.

Dalam khotbahnya, Patriark Cyril menyebut invasi ke Ukraina dibenarkan demi masa depan kekristenan.

"Yang terjadi hari ini lebih penting dari politik. Kita bicara soal keselamatan manusia, ke mana kemanusiaan akan berhenti, di mana keberpihakannya terkait Tuhan Juru Selamat?" ucap Patriark Cyril, bulan lalu.

Nasionalisme Kristen

Dalam narasinya soal invasi ke Ukraina, Kremlin banyak mengungkit soal agama. Kremlin menekankan bahwa perang di Ukraina adalah pertempuran antara ideologi konservatif Gereja Ortodoks Rusia melawan kekuatan tak bermoral di dunia.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, juga mengatakan bahwa Ukraina tidak hanya "bagian tak terpisahkan" dalam sejarah dan budaya Rusia, tapi juga "ruang spiritual".

Rowan Williams - mantan Uskup Agung Canterbury dan pemimpin spiritual Gereja Inggris hingga 2012- menyebut sikap Patriark Cyril merisaukan.

Baca juga:

"Ada elemen-elemen dalam tradisi Kristen Rusia yang bisa menjadi sangat beracun ketika nasionalisme Kristen tertentu, semacam pendekatan mesianik pada takdir bangsa, ditaruh ke dalam isi kepala mereka," kata Williams saat mengunjungi bagian barat Ukraina pekan ini.

Williams berpartisipasi sebagai delegasi pemimpin lintas agama Kristen, Yahudi, Islam, Hindu, dan Buddha yang bertemu dengan para pengungsi dari bagian timur Ukraina.

Williams telah lama mengkaji dan menulis mengenai kontribusi positif Gereja Ortodoks Rusia. Karena itu, dia tampak sangat bersedih ketika gereja tersebut justru mendukung perang di Ukraina.

"Saya pikir berkembangnya pengaruh ideologi ultra-nasionalis di dalam Patriarkat Moskow, yang kerap mencakup nada anti-Yahudi, telah ada sejak cukup lama," jelas Williams.

"Kini yang termanifestasi dalam dukungan sangat tidak kritis untuk ambisi nasional Rusia ini adalah sikap yang sangat agresif terhadap banyak gereja Ortodoks lainnya," lanjutnya.

"Mereka buta atau mengabdi pada iblis"

Patriark Cyril turut menyuarakan pandangan Putin bahwa warga berbahasa Rusia dan pengikut Gereja Ortodoks Rusia di bagian timur Ukraina harus dibebaskan setelah ditindas selama bertahun-tahun.

"Saudara dan saudari kita benar-benar menderita, mereka menderita karena kesetiaan mereka pada Gereja," seru Patriark Cyril, sepekan setelah perang dimulai.

Namun Pendeta Pluzhnik, warga Ukraina berbahasa Rusia dan pendukung Gereja Ortodoks Rusia seumur hidupnya, berang dengan klaim tersebut.

"Tatkala saya mendengar bahwa mereka melindungi kami dan mereka sedang bertempur dalam 'perang suci', saya pikir mereka buta atau mereka tidak sedang mengabdi pada Tuhan, tapi iblis," ucapnya.

"Kami hidup damai sampai mereka datang. Tapi, alih-alih melindungi kami, mereka mengebom, menyiksa, dan membunuh. Sebelum perang, para jemaat bebas memilih datang ke gereja mana saja, dan mereka pergi ke gereja yang terdekat dari rumah.

"Bagi sebagian besar orang, bukan perbedaan signifikan pergi ke gereja yang mengikuti Moskow atau tidak, mereka hanya ingin berdoa kepada Tuhan. Kini itu telah berubah," tambahnya.

Baca juga:

Sergi Bortnik, seorang profesor dari Akademi Teologi Kiev dan penasihat Gereja Ortodoks Rusia di Ukraina, memahami adanya gerakan besar jemaat yang meninggalkan gereja berhaluan Moskow.

"Menurut saya, mungkin setengah dari 12.000 paroki (Gereja Ortodoks Rusia di Ukraina) yang mengatakan ingin berpisah," kata Bortnik.

"Patriark Cyril tidak mengatakan apapun mengenai warga Kristen di Ukraina yang tewas terbunuh, jadi saya pikir anggota gereja kami bebas memutus hubungan dengan dia sebagai pemimpin," tambahnya.

"Koneksi seluruh gereja kami di Ukraina dengan Moskow kini diragukan," imbuh Bortnik.

Tujuan Kremlin, yang disokong Gereja Ortodoks Rusia di Moskow, adalah untuk menyatukan Rusia dan Ukraina ke dalam suatu "ruang spiritual".

Tapi cara mereka mewujudkan tujuan itu justru berdampak sebaliknya.


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:48 WIB

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:38 WIB

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:34 WIB

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:30 WIB

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:26 WIB

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:59 WIB

Kalahkan Brasil, Timnas Indonesia Lolos Final Piala Dunia Mini Soccer 2026

Kalahkan Brasil, Timnas Indonesia Lolos Final Piala Dunia Mini Soccer 2026

Bola | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:43 WIB

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:19 WIB

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Terkini

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:48 WIB

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:38 WIB

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:34 WIB

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:30 WIB

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:26 WIB

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:59 WIB

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:19 WIB

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB