Setelah 10 Tahun, Ramos Horta Akan Kembali Menjadi Presiden Timor Leste

SiswantoABC Suara.Com
Kamis, 21 April 2022 | 14:49 WIB
Setelah 10 Tahun, Ramos Horta Akan Kembali Menjadi Presiden Timor Leste
Jose Ramos Horta. (suara.com/Pebriansyah Ariefana)

Suara.com - Dalam penghitungan pemilihan presiden tahap kedua,pemenang Nobel Perdamaian, Jose Ramos Horta,akan menjadi presiden Timor Leste setelah unggul jauh atas pesaingnya.

Pemungutan suara putaran kedua yang digelar Selasa (19/04) berlangsung aman setelah dalam putaran pertama bulan Maret lalu Ramos Horta tidak mendapatkan suara mayoritas di atas 50 persen,.

Dari sekitar hampir 100 persen suara yang sudah dihitung hari Rabu (20/04), Ramos Horta yang juga pernah menjadi presiden sepuluh tahun yang lalumeraih 62,09 persen suara, sementara pesaingnya yaitu presiden saat ini Fransisco "Lu Olo" Guterres mengumpulkan37,91 persen suara.

Hasil resmi dari pilpresbaru akan diumumkan minggu depan.

Jika ada kandidat yang tidak menerima hasil penghitungan resmi, mereka masih bisa mengajukan keberatan ke Mahkamah Agung Timor Leste dalam masa 24 jam setelah pengumuman resmi.

Jumlah pemilih yang mendatangi tempat pemungutan suara di pilpres tahap kedua ini sekitar 71,6 persen atau 6 persen lebih rendah dari tahap pertama, dari sekitar 1,3 juta penduduk di sana.

Baik Ramos Horta dan Fransisco Guterres yang sama-sama pernah menjadi presiden sebelumnya dalam kampanye saling menyalahkan terkait kemelut politik di negeri tersebut.

Keduanya juga bertarung dalam pemilihan presiden di tahun 2007 yang dimenangkan Horta.

Dalam kampanyenya, Ramos Horta berjanji mengurangi angka kemiskinan, meningkatkan layanan kesehatan untuk perempuan dan anak-anak, serta berjanji membangun komunikasi dengan partai yang berkuasa untuk mengembalikan stabilitas politik dan mencegah semakin memburuknya perekonomian.

Baca Juga: Ramos-Horta Deklarasikan Kemenangan dalam Pilpres Timor Leste

Dalam sistem politik Timor Leste, presiden memiliki tanggung jawab mengangkat pemerintahan baru dan membubarkan parlemen.

Di tahun 2018, Presiden Guterres menolak untuk mengambil sumpah sembilan calon menteri dari partai CNRT, partai yang dipimpin mantan perdana menteri Xanana Gusmao yang mendukung Ramos Horta untuk menjadi presiden ketika itu.

Guterres sendiri berasal dari partaiFretilin yang berjuang menentang pemerintahan Indonesia di Timor Timur sebelum kemudian kawasan yang pernah dijajah Portugal ini merdeka di tahun 2002.

Fretilin mengatakan Ramos Hortatidak layak menjadi presiden. Mereka menuduh ia yang menyebabkan krisis politik ketika menjadi perdana menteri di tahun 2006, dengan puluhan orang terbunuh ketika terjadi konflik terbuka di jalan-jalan di kota Dili.

Kemelut politik ini menyebabkan pengunduran diri Perdana Menteri, Taur Matan Ruak di bulan Februari 2020.

Namun, dia bersedia menjadi perdana menteri sementara sampai pemerintah baru terbentuk, termasuk untuk menangani pandemi COVID dengan dana sekitar A$250 juta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI