facebook

Cak Imin Disebut Haus Kekuasaan Gegara Ubah Alasan Tunda Pemilu 2024

Nur Afitria Cika Handayani
Cak Imin Disebut Haus Kekuasaan Gegara Ubah Alasan Tunda Pemilu 2024
Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra, Abdul Muhaimin Iskandar. (Dok: DPR)

Menurut Jamiluddin Ritonga, alasan Cak Imin dapat terindikasi keinginan elite pemerintah.

Suara.com - Pengamat komunikasi dan politik Jamiluddin Ritonga menyebut Ketum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin haus kekuasaan.

Jamiludin Ritonga menilai alasan Cak Imin soal penundaan pemilu yang membuat dirinya menyebut haus kekuasaan.

Menurutnya, alasan Cak Imin dapat terindikasi keinginan elite pemerintah.

"Itu hanya keinginan segelintir elite yang haus kekuasaan. Kelompok elite ini selalu mencari alasan yang berubah-ubah sebagai pembenaran," kata Jamiluddin, seperti dikutip dari wartaekonomi--jaringan Suara.com, Sabtu (23/4/2022).

Baca Juga: Blak-blakan! Masinton PDIP Sebut Penundaan Pemilu 2024 Ada Karena Oligarki Kapital Sedang Nyaman

Jamiluddin menilai apa yang diungkapkan oleh Cak Imin bertentangan dengan keinginan rakyat.

"Sebab, melalui berbagai survei, mayoritas rakyat Indonesia tidak menginginkan penundaan Pemilu 2024," terangnya.

Oleh karena itu, Jamiluddin menilai bahwa Cak Imin telah mengabaikan kehendak rakyat.

"Sikap Cak Imin ini tentu sangat ironis, karena sebagai ketua umum partai, dia seharusnya memperjuangkan aspirasi rakyat, bukan justru mengabaikan dan meniadakannya," bebernya.

Secara tegas, Jamiluddin mengatakan bahwa Cak Imin sudah tak layak menjadi ketua umum partai di Indonesia.

Baca Juga: Sempat Usul Tunda Pemilu 2024, Cak Imin: Jujur Doa Saya Setiap Hari Semoga Pemilu 2024 Lancar

"Jadi, sudah selayaknya rakyat menghukum Cak Imin dalam Pemilu 2024. Kader PKB pun layak menghukum ketumnya yang mengabaikan kehendak rakyat," ungkapnya.

Komentar