Ekonomi Ambruk, Keluarga Miskin Makin Kesulitan untuk Bertahan Hidup

Siswanto, BBC

Selasa, 26 April 2022 | 19:56 WIB
Ekonomi Ambruk, Keluarga Miskin Makin Kesulitan untuk Bertahan Hidup
BBC

Suara.com - Fazlur Rahman, bocah berusia lima tahun, menderita tumor tahap empat di lehernya. Tergeletak lemah di rumah sakit Jamhuriat, Kabul, yang penuh sesak, dokter berusaha sekuat tenaga menyambung hidupnya dengan kemoterapi.

Di Afghanistan, Jamhuriat adalah satu dari hanya tiga pusat perawatan kanker yang masih beroperasi.

Perawatan kesehatan di sini gratis berkat bantuan dana dari Komite Palang Merah Internasional (ICRC), namun beberapa obat harus dibeli sendiri oleh pasien.

Ekonomi Afghanistan hancur setelah kelompok Taliban kembali berkuasa.

Bagi Abdul Bari, ayah Fazlur Rahman, mencari uang $100 bukan perkara mudah.

"Saya pinjam uang sana-sini agar bisa menengok anak saya di rumah sakit dan untuk membeli obat," ujar Bari, petani yang tinggal di kawasan pedalaman di Afghanistan barat.

Sebelum Taliban berkuasa pada pertengahan 2022, sekitar 75% anggaran negara berasal dari bantuan asing.

Baca juga:

Bantuan dihentikan sejak Taliban mengambil alih kekuasaan, meski bantuan kemanusiaan tetap berlanjut, dan sekitar US$9 miliar cadangan devisa Afghanistan di luar negeri dibekukan, memicu kelangkaan dana dan uang kontan di negara tersebut.

baca juga

Laporan Bank Dunia pekan lalu memperingatkan, lebih sepertiga rakyat Afghanistan tak bisa memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Pasien di bangsal kanker seperti Mazaria, 50 tahun, dari Provinsi Takhar di utara, menjual semua yang ia punya untuk membiayai obat, yang tersedia cuma-cuma di masa lalu.

"Tak ada hal lain yang bisa kami lakukan ... kami buruh kasar, hanya punya sapi dan keledai, jadi kami jual hewan ini. Sekarang tak ada yang tersisa," ungkap Mazaria.

"Kami pinjam uang dari saudara, dari kerabat suami, dan juga dari tetangga," imbuhnya.

'Talangan' organisasi internasional

Dr Manucher, yang memegang tanggung jawab di bangsal kanker, mengatakan kadang para staf rumah sakit iuran untuk membeli kebutuhan obat para pasien miskin.

"Kami memang kekurangan anggaran," katanya.

Yang sebenarnya terjadi adalah, anggarannya nol. Departemennya tetap bisa beroperasi karena ICRC membayar gaji karyawan dan mendanai pembelian obat-obat tertentu.

Sebagai perbandingan, tahun lalu ia menerima anggaran US$1 juta dari Kementerian Kesehatan.

PBB sudah menyerukan pengumpulan dana lebih US$4 miliar untuk mengatasi krisis kemanusiaan di Afghanistan.

Bulan lalu, digelar konferensi internasional dengan tujuan mendapatkan US$4,4 miliar dana kemanusiaan, namun hanya terkumpul komitmen sebesar US$2,4 miliar.

Ada kebutuhan mendesak untuk menyelamatkan nyawa karena bertambahnya jumlah anak-anak yang kekurangan gizi dan keluarga-keluarga yang kesulitan terpaksa menikahkan anak perempuan mereka lebih cepat.

Baca juga:

Para pekerja kemanusiaan dan para diplomat mengakui pentingnya mengatasi persoalan Afghanistan, tak hanya dalam waktu dekat tapi juga dalam jangka panjang.

Tetapi mencairkan kembali dana pembangunan dan cadangan devisa Afghanistan masih menjadi masalah bagi komunitas internasional, terutama karena Taliban makin sering mengambil posisi garis keras.

Banyak yang khawatir, keputusan Taliban tidak mengizinkan anak-anak perempuan kembali bersekolah hanya akan membuat masyarakat internasional makin enggan menyediakan dana yang sangat diperlukan oleh Afghanistan.

Untuk sementara ini, yang paling terdampak adalah mereka yang rentan.

Di pinggiran Kabul timur kami mengunjungi kamp untuk para pengungsi.

Pertempuran yang menjadi penyebab utama untuk mengungsi sudah selesai tetapi mereka mengeklaim tak bisa pulang ataupun membangun kembali rumah mereka yang rusak.

Ada ruang kelas yang penuh sesak. Ada sekolah gratis yang didirikan pemerintah, namun Parwana, 12 tahun, mengatakan tak bisa bersekolah di sana karena tak bisa membeli seragam.

"Kehidupan makin susah. Ibu saya menjadi tukang cuci, namun uang yang didapat tidak mencukupi untuk membeli makanan. Dan sekarang ia sakit," katanya.

Saat hari beranjak malam, di satu jalan, organisasi bantuan setempat membagikan roti. Tak kurang dari 100 orang berkumpul.

Beberapa di antaranya mengira kami sebagai staf organisasi bantuan dan menunjukkan kartu identitas dengan harapan nama mereka bisa masuk daftar penerima.

Ada rasa putus asa.

Seseorang di antaranya berujar, "Kadang anak saya bisa makan, kadang juga tidak."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penjelasan NASA Bumi Tidak Mengelilingi Matahari

Penjelasan NASA Bumi Tidak Mengelilingi Matahari

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:55 WIB

Mendagri Tegaskan Daerah Fiskal Rendah dan Terdampak Bencana Jadi Prioritas TKD

Mendagri Tegaskan Daerah Fiskal Rendah dan Terdampak Bencana Jadi Prioritas TKD

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:42 WIB

2 Tanker BUMN UEA Diserang di Selat Hormuz

2 Tanker BUMN UEA Diserang di Selat Hormuz

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:40 WIB

Bangkit Berkat Huntara, Warga Agam Kini Kembangkan Usaha Berbasis Potensi Lokal

Bangkit Berkat Huntara, Warga Agam Kini Kembangkan Usaha Berbasis Potensi Lokal

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:36 WIB

BREAKING NEWS: Peringatan Tsunami di Flores Usai Gempa 7,0

BREAKING NEWS: Peringatan Tsunami di Flores Usai Gempa 7,0

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Pollux Gandeng Marriott, Bidik Perluasan Pasar Perhotelan di Indonesia

Pollux Gandeng Marriott, Bidik Perluasan Pasar Perhotelan di Indonesia

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:10 WIB

Perusahaan Logistik Global Ungkap Nasib Pelaku Usaha RI di Pasar Internasional

Perusahaan Logistik Global Ungkap Nasib Pelaku Usaha RI di Pasar Internasional

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:05 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Terkini

Daftar Harga HP Samsung Agustus 2026 Lengkap Beserta Varian Tablet

Daftar Harga HP Samsung Agustus 2026 Lengkap Beserta Varian Tablet

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:15 WIB

Meriahkan HUT ke-81 RI,  BRI Hadirkan Banyak Promo Istimewa

Meriahkan HUT ke-81 RI, BRI Hadirkan Banyak Promo Istimewa

Sumut | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:13 WIB

5 Rekomendasi Cushion Full Coverage untuk Acara Kondangan, Ada yang Awet sampai 30 Jam

5 Rekomendasi Cushion Full Coverage untuk Acara Kondangan, Ada yang Awet sampai 30 Jam

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:05 WIB

6 Solusi Baru Shopee untuk Jaga Momentum Pertumbuhan Produk Lokal

6 Solusi Baru Shopee untuk Jaga Momentum Pertumbuhan Produk Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:01 WIB

Bagaimana Jadinya Jika Domba Menjadi Detektif?

Bagaimana Jadinya Jika Domba Menjadi Detektif?

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:01 WIB

ROG AI Masterclass 2026: ASUS ROG Buka Edukasi AI di Yogyakarta, Kota Pertama Rangkaian Nasional

ROG AI Masterclass 2026: ASUS ROG Buka Edukasi AI di Yogyakarta, Kota Pertama Rangkaian Nasional

Jogja | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:45 WIB

Sempat Rendahkan Timnas Indonesia, Sergio Aguero Ngamuk Usai Media Vietnam Sebut Malaysia Tim C

Sempat Rendahkan Timnas Indonesia, Sergio Aguero Ngamuk Usai Media Vietnam Sebut Malaysia Tim C

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:43 WIB

Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Bright Gas per 15 Agustus 2026

Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Bright Gas per 15 Agustus 2026

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:37 WIB

Bobby Nasution Jenguk Murid Korban Keracunan MBG Karo di RS Haji, Pastikan Penanganan hingga Pulih

Bobby Nasution Jenguk Murid Korban Keracunan MBG Karo di RS Haji, Pastikan Penanganan hingga Pulih

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:36 WIB

Menkeu Purbaya Atur Layer Cukai Baru Guna Berantas Rokok Ilegal

Menkeu Purbaya Atur Layer Cukai Baru Guna Berantas Rokok Ilegal

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:26 WIB

×