Vaquita, Mamalia Laut Paling Terancam di Dunia Masih Dapat Diselamatkan

Siswanto | BBC | Suara.com

Senin, 09 Mei 2022 | 11:53 WIB
Vaquita, Mamalia Laut Paling Terancam di Dunia Masih Dapat Diselamatkan
BBC

Suara.com - Mamalia laut yang paling terancam keberadaanya di dunia masih punya peluang untuk bertahan walaupun hanya ada sekitar 10 ekor di alam, menurut studi genetika.

Porpoise vaquita diambang kepunahan namun para ilmuwan mengatakan tes DNA menunjukkan populasi mamalia ini secara genetika masih memungkinan bertahan.

Jenis mamalia ini hanya hidup di Teluk Meksiko, California.

Namun, keberlangsungannya terancam karena ditangkap dengan menggunakan jaring besar yang dikenal sebagai gillnets atau jaring insang.

"Studi yang kami lakukan secara sangat jelas menunjukkan bahwa vaquita memiliki peluang sangat bagus untuk mencegah kepunahan, bila kita dapat melindungi dengan mencabut jaring insang dari habitat mereka," kata peneliti studi, Dr Jacqueline Robinson dari University of California, San Francisco.

Ia mengatakan tak ada alasan untuk menyimpulkan bahwa vaquita akan segera punah karena sangat kecilnya populasi yang ada.

"Itu semua tergantung pilihan kita dan tindakan kita untuk memberikan vaquita, peluang untuk hidup," tambahnya.

Sebagian kalangan sudah putus asa untuk mempertahankan vaquita, dengan menyatakan walaupun spesies ini dapat dilindungi dari ancaman jaring penangkap ikan, dampak kelangsungan mereka untuk dibiakkan tersendiri sangat sulit.

Tetapi studi yang diterbitkan di Science, menyebut vaquita dapat bangkit kembali dari ambang kepunahan, bila habitanya benar-benar dilindungi.

"Mereka memiliki peluang tinggi untuk bertahan selama 50 tahun ke depan, bila mendapatkan perlindungan penuh," kata Dr Robinson.

Para peneliti menganalisis DNA dari vaquitayang ditangkap antara 1985-2017, yang sangat dekat spesiesnya dengan populasi yang ada sekarang. Peneliti mengembangkan model komputer untuk memprediksi bagi populasi vaquita berubah dalam 50 tahun ke depan berdasarkan temuan genetika mereka.

Spesies ini memang tercatat sangat langka dalam waktu yang cukup lama. Variasi genetika mamalia ini juga rendah sehingga risiko berkembang biak di antara mamalia yang ada juga rendah. Para peneliti percaya, penelitian ini juga menjadi pelajaran untuk mempertahankan spesies langka lain, seperti yang tinggal di pulau-pulau atau di tempat yang sulit dijangkau.

Tetapi menyelamatkan vaquita tidaklah mudah karena ketegangan antara pihak konservasi dan masyarakat lokal, serta ketegangan diplomatik karena penerapan larangan mencari ikan oleh pemerintah Meksiko.

Upaya melarang penggunaan jaring insang ditentang komunitas nelayan. Perdagangan ilegal ikan langka yang disebut totoaba juga memicu semakin langkahnya vaquita dan spesies laut lainnya yang terjerat di jaring raksasa.

Totoaba adalah salah satu makanan laut yang paling banyak dikonsumsi sebelum ditetapkan pemerintah Meksiko sebagai hewan yang nyaris punah.

Sirip ikan, organ yang membuat ikan ini mengambang, sangat dicari di China, sebagai bahan yang ampuh untuk obat, walaupun belum terbukti secara ilmiah.

Ikuti Helen di Twitter

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polemik PSN Papua Tak Bisa Lagi Dipandang Sebelah Mata, DPD Resmi Bentuk Pansus

Polemik PSN Papua Tak Bisa Lagi Dipandang Sebelah Mata, DPD Resmi Bentuk Pansus

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:57 WIB

Tasya Farasya Dirumorkan Punya Pacar Baru, Sosok Pria Bernama Nadhif Jadi Sorotan

Tasya Farasya Dirumorkan Punya Pacar Baru, Sosok Pria Bernama Nadhif Jadi Sorotan

Entertainment | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:56 WIB

Kata-kata Sedih Beckham Putra Berpisah dengan Bojan Hodak: Sulit Mengucapkan Selamat Tinggal

Kata-kata Sedih Beckham Putra Berpisah dengan Bojan Hodak: Sulit Mengucapkan Selamat Tinggal

Bola | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:53 WIB

Juara Premier League, David Raya Sebut Mentalitas Arsenal Meningkat Jelang Final Liga Champions

Juara Premier League, David Raya Sebut Mentalitas Arsenal Meningkat Jelang Final Liga Champions

Bola | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:53 WIB

Potret Sisi Kelam Hiburan: Kisah 7 Artis Nekat Kabur dari Rumah, Terbaru Richelle Skornicki

Potret Sisi Kelam Hiburan: Kisah 7 Artis Nekat Kabur dari Rumah, Terbaru Richelle Skornicki

Entertainment | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:52 WIB

Tren Ngemil On The Go Meningkat, Camilan Kulit Ayam Kembali Naik Daun

Tren Ngemil On The Go Meningkat, Camilan Kulit Ayam Kembali Naik Daun

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:49 WIB

Niat Salat Idul Adha 2026 Sebagai Imam dan Makmum, Lengkap Tata Caranya

Niat Salat Idul Adha 2026 Sebagai Imam dan Makmum, Lengkap Tata Caranya

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:42 WIB

Arne Slot: Liverpool dan Saya Belum Sempurna

Arne Slot: Liverpool dan Saya Belum Sempurna

Bola | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:40 WIB

John Herdman Ubah DNA Timnas Indonesia, Garuda Tak Lagi Butuh Striker Murni

John Herdman Ubah DNA Timnas Indonesia, Garuda Tak Lagi Butuh Striker Murni

Bola | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:39 WIB

Alarm Bahaya RUU HAM, Korban Terancam Kehilangan Pengawas Independen

Alarm Bahaya RUU HAM, Korban Terancam Kehilangan Pengawas Independen

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:37 WIB

Terkini

Polemik PSN Papua Tak Bisa Lagi Dipandang Sebelah Mata, DPD Resmi Bentuk Pansus

Polemik PSN Papua Tak Bisa Lagi Dipandang Sebelah Mata, DPD Resmi Bentuk Pansus

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:57 WIB

Alarm Bahaya RUU HAM, Korban Terancam Kehilangan Pengawas Independen

Alarm Bahaya RUU HAM, Korban Terancam Kehilangan Pengawas Independen

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:37 WIB

Prabowo Kurban 1.098 Sapi Pakai Duit APBN, MUI: Bagus Untuk Rakyat

Prabowo Kurban 1.098 Sapi Pakai Duit APBN, MUI: Bagus Untuk Rakyat

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:35 WIB

Kemhan Klarifikasi Kabar Bandara Kertajati jadi 'Markas' Hercules AS: Masih Rencana

Kemhan Klarifikasi Kabar Bandara Kertajati jadi 'Markas' Hercules AS: Masih Rencana

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:30 WIB

Plastik Makanan Minuman Dominasi Sampah Laut di 112 Negara, Apa Solusinya?

Plastik Makanan Minuman Dominasi Sampah Laut di 112 Negara, Apa Solusinya?

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:30 WIB

Siasat Licik Host Akun K Cari Cuan, Paksa Talent Live Vulgar Pakai Kedok Challenge

Siasat Licik Host Akun K Cari Cuan, Paksa Talent Live Vulgar Pakai Kedok Challenge

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:26 WIB

'Kemunduran Kronis!' Ahli di MK Bongkar Arus Balik Repolitisasi Militer di Indonesia

'Kemunduran Kronis!' Ahli di MK Bongkar Arus Balik Repolitisasi Militer di Indonesia

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:23 WIB

Pendiri PAN Abdillah Toha Meninggal Dunia, Zulhas Langsung Takziah

Pendiri PAN Abdillah Toha Meninggal Dunia, Zulhas Langsung Takziah

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:12 WIB

Bukan Cuma Lucu, Ada Makna Mendalam di Balik Viral Lagu 'Mas Bahlil Ganteng' Menurut Golkar

Bukan Cuma Lucu, Ada Makna Mendalam di Balik Viral Lagu 'Mas Bahlil Ganteng' Menurut Golkar

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:06 WIB

Jateng Panen Penghargaan Pendidikan 2026, Buah Kerja Keras Sepanjang 2025

Jateng Panen Penghargaan Pendidikan 2026, Buah Kerja Keras Sepanjang 2025

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:05 WIB