Apa Itu Syawalan? Tradisi Unik Setelah Hari Raya Idul Fitri

Rifan Aditya

Selasa, 10 Mei 2022 | 18:07 WIB
Apa Itu Syawalan? Tradisi Unik Setelah Hari Raya Idul Fitri
Larung kepala kerbau dalam acara Pesta Lomban Kabupaten Jepara, Kamis (20/5/2021). [Suara.com/Fadil AM]

Suara.com - Setelah Ramadhan usai, tibalah kita pada bulan Syawal. Dalam rangka menyambut bulan syawal, di beberapa daerah ada tradisi yang disebut dengan syawalan. Nah, apa itu syawalan?

Tidak semua orang tahu tradisi Syawalan ini. Sebab hanya beberapa masyarakat di daerah Indonesia saja yang merayakan tradisi ini. Sudahkan Anda mengetahui arti apa itu syawalan? Jika belum, silahkan simak artikel ini sampai akhir.

Arti Syawalan

Apa itu syawalan yang berkaitan dengan Islam di Indonesia? Sejak kapan ini dikenal atau ada di Indonesia? Dikutip dari pecihitam.org, Syawalan adalah tradisi unik yang ada hanya di Indonesia. 

Syawalan memiliki makna sebagai pertemuan yang direncakan oleh suatu kelompok masyarakat atau oleh beberapa orang, di mana mereka akan melakukan silaturahmi berisi ikrar saling memaafkan dan memulai kehidupan baru yang lebih baik untuk tujuan masa depan yang lebih tentram.

Pertemuan syawalan itu dilaksanakan utamanya di bulan Syawal, setelah bulan Ramadhan selesai. Bulan Syawal merupakan bulan ke sepuluh dalam kalender tahun Hijriyah. 

Asal Usul Tradisi Syawalan

Apa itu syawalan berkaitan erat dengan tradisi saling memaafkan di hari raya Idul Fitri. Kegiatan ini dilaksanakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, mulai dari rakyat pedesaan sampai rakyat kota, dari warga negara sipil sampai kepala atau pemimpin negara seperti Presiden.

Syawalan disebut juga dengan istilah halal bi halal, di mana orang-orang akan mendatangi rumah orang lain untuk meminta maaf dan pemilik rumah akan menyambut orang itu dengan gembira dan mereka menjadi bisa saling memaafkan. 

baca juga

Tradisi Unik selama Syawalan

Berkaitan dengan apa itu syawalan. Ada tradisi unik di beberapa daerah dalam menyambut bulan syawal dan kegiatan halal bihalal. Berikut beberapa daerah yang memiliki tradisi unik sendiri selama bulan Syawal. 

1. Grebeg Syawal Kraton Yogyakarta

Grebeg syawal kraton yogyakarta sudah dikenal seluruh penjuru dunia. Banyak wisatawan luar negeri yang datang ke Yogyakarta, secara khusus hanya untuk melihat tradisi grebeg syawalan. Tradisi ini merupakan tradisi syawalan peninggalan Sri Sultan Hamengkubuwono I. Dilaksanakan sejak tahun 1725 sampai sekarang.

Dalam tradisi ini, rakyat dapat melihat iring-iringan prajurit keraton Yogyakarta mengiring lima gunungan berisi aneka ragam hasil bumi. Lima gunungan itu diantalkan ke tiga lokasi perayaan grebeg syawalan antara lain ke halaman Masjid Gede, Puro Pakualaman, dan Kantor Kepatihan Yogyakarta. Isi gunungan akan dibagikan kepada masyarakat. 

2. Grebeg Syawal Kraton Solo

Sama dengan kota Yogyakarta, kota Solo juga memiliki tradisi grebeg swayal. Grebeg syawal di Solo dilaksanakan dengan membawa dua gunungan berisi hasil bumi dan jajan pasar. Masing-masing gunungan itu memiliki nama yaitu gunung jaler dan gunung setri. Gunung jaler dibawa ke Masjid Agung Surakarta, sedangkan gunungan setri dibawa ke Keraton Solo.

3. Bancaan Kampung Singaraja 

Warga Kampung Singaraja di Bali juga melaksanakan tradisi syawalan. Jadi di sana, tidak hanya ada warga Hindu melainkan ada juga warga beragama Islam dan memiliki tradisi sendiri berkaitan dengan bulan Syawal.

Masyarakat di Kampung Singaraja ini akan melaksanakan tradisi bancaan yang menjadi simbol bahwa antra umat beragama dapat hidup berdampingan dan saling menghormati. 

4. Barong Ider Bumi Banyuwangi

Ada sebuah tradisi unik lainnya di Banyuwangi yang disebut dengan Barong Ider berkaitan dengan bulan Syawal. Tradisi ini dilaksanakan di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Barong Ider merupakan tradisi di mana masyarakat menggelar ritual tolak bala. Masyarakat mengarak figur mitologi Barong dengan tujuan untuk mengusir bencana dan menolak berbagai jenis penyakit ke kehidupan masyarakat sekitar. 

Demikian itu informasi dan tradisi yang berkaitan dengan Syawalan. Semoga informasi yang menjelaskan tentang apa itu Syawalan ini bermanfaat dan Anda dapat mengambil hikmahnya. 

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sambut Syawalan Lebaran Ketupat, Warga Jepara Lomba Panjat Pinang di Laut

Sambut Syawalan Lebaran Ketupat, Warga Jepara Lomba Panjat Pinang di Laut

Lifestyle | Senin, 09 Mei 2022 | 19:57 WIB

Semarak Tradisi Lebaran Sapi di Lereng Gunung Merapi

Semarak Tradisi Lebaran Sapi di Lereng Gunung Merapi

Foto | Senin, 09 Mei 2022 | 16:00 WIB

Melihat Antusiasme Warga Lereng Merapi Gelar Tradisi Syawalan, Arak Ratusan Sapi Keliling Kampung

Melihat Antusiasme Warga Lereng Merapi Gelar Tradisi Syawalan, Arak Ratusan Sapi Keliling Kampung

Surakarta | Senin, 09 Mei 2022 | 14:48 WIB

Terkini

Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong

Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong

Bola | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:54 WIB

ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya

ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya

Banten | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:38 WIB

Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris

Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:36 WIB

Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta

Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta

Jakarta | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:31 WIB

Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat

Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat

Sumsel | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:28 WIB

Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa

Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:23 WIB

Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta

Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta

Jakarta | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:00 WIB

Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda

Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda

Sumsel | Minggu, 26 Juli 2026 | 22:52 WIB

Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!

Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!

Bri | Minggu, 26 Juli 2026 | 22:30 WIB

Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan

Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 22:28 WIB

×