Alasan Jokowi Pilih Garuda Indonesia Buat Terbang ke AS Dikritisi, Disebut Cuma Akal-akali dan Mengadali Publik

Chandra Iswinarno, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 10 Mei 2022 | 19:06 WIB
Alasan Jokowi Pilih Garuda Indonesia Buat Terbang ke AS Dikritisi, Disebut Cuma Akal-akali dan Mengadali Publik
Jokowi saat hendak terbang ke AS menggunakan pesawat Garuda Indonesia. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Suara.com - Presiden Joko Widodo berangkat ke Amerika Serikat menggunakan pesawat Garuda tipe Boeing 777-300ER. Pesawat tersebut kerap digunakan Jokowi saat bepergian ke luar negeri ketimbang menggunakan pesawat Boeing 737-800 Kepresidenan Republik Indonesia. 

Hal itu rupanya jadi sorotan Analis Politik sekaligus Founder Voxpol Center Reaserch and Consulting Pangi Syarwi Chaniago. Pangi menilai alasan tak menggunakan pesawat kepresidenan dianggap tidak masuk akal. 

"Alasannya logika lumpur yang masuk lumpur nggak masuk akal. Kita juga pintar kok nggak usah buat alasan buat ngakal-ngali. Masa kita diakali dikadalin," kata Pangi kepada wartawan, Selasa (10/5/2022). 

Padahal kata Pangi, adanya pesawat kepresidenan justru menghemat penggunaan APBN. Menurutnya, menyewa satu pesawat hanya pemborosan saja. 

"Tapi tiba-tiba nggak ada punya pandangan untuk melawan logika itu, presiden ngomong gini sederhana aja misalnya kalau presiden ngomong gini yaudah saya gamau saya tetep punya pesawat kepresidenan karena negara lagi sulit kita lakukan penghematan transit 10 kali nggak masalah asal untuk negara," tuturnya. 

"Kalau penumpang 64 orang ya buat 52 orang seberapa cukupnya? Masak 64 orang, ngapain ikut? Makin nggak jelas semakin jelas," katanya. 

Saat ditanya soal ada kemungkinan maksud lain Presiden Jokowi menggunakan pesawat Garuda saat berlawat ke AS, Pangi merasa tak melihat itu. 

"Okelah kemarin masih dipahami untuj pemulihan garudanya. Masak mau dipulihkan setiap tahun ini sudah disuntik nggak main-main anggaran itu disuntik itu," ujarnya. 

Lebih lanjut, Pangi merasa hal tersebut perlu dikritisi. Jika tidak, kata dia, publik hanya akan diakal-akali saja oleh negara.

baca juga

"Istana ini makin ngelunjak karena nggak ada yang kritik nggak ada yang protes ngelunjak jadinya. Alasannya logika lumpur yang masuk lumpur nggak masuk akal," katanya. 

Alasan Pakai Pesawat Garuda 

Sebelumnya, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menjelaskan, kalau pemilihan pesawat Garuda tipe Boeing 777-300ER itu dikarenakan perjalanan rombongan presiden yang sangat jauh.

Kalau misalkan menggunakan pesawat kepresidenan, rombongan harus dua kali transit. 

"Perjalanan sangat jauh jika pakai pesawat presiden bisa dua kali transit," kata Heru kepada wartawan, Selasa (10/5/2022). 

Selain itu, kapasitas penumpang pesawat kepresidenan tidak muat untuk membawa rombongan presiden. Pesawat kepresidenan disebutnya hanya mampu menampung 48 orang saja. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alasan Jokowi Pilih Pesawat Garuda Untuk Berangkat Ke AS

Alasan Jokowi Pilih Pesawat Garuda Untuk Berangkat Ke AS

News | Selasa, 10 Mei 2022 | 09:35 WIB

Puncak Arus Balik Hari Ini, Garuda Group Proyeksi Angkut 51 Ribu Penumpang

Puncak Arus Balik Hari Ini, Garuda Group Proyeksi Angkut 51 Ribu Penumpang

Bisnis | Minggu, 08 Mei 2022 | 08:42 WIB

Garuda Kembali Layani Penerbangan Umrah dari Makassar

Garuda Kembali Layani Penerbangan Umrah dari Makassar

Bisnis | Rabu, 04 Mei 2022 | 08:28 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×