Kebijakan Plin-Plan Larangan Ekspor Sawit Indonesia Menguntungkan Malaysia

Siswanto, ABC

Kamis, 12 Mei 2022 | 13:44 WIB
Kebijakan Plin-Plan Larangan Ekspor Sawit Indonesia Menguntungkan Malaysia
Ilustrasi pekerja sawit. Perlindungan terhadap pekerja sawit di Sumsel masih minim [ANTARA]

Suara.com - Kebijakan ekspor minyak sawit mentah Indonesia yang masih tidak jelas membuat Malaysia sekarang muncul sebagai pemasok utama minyak sawit ke India, pasar utama ekspor minyak sawit sekarang ini.

Indonesia yang merupakan produsen minyak sawit terbesar di dunia tanggal 22 April lalu memutuskan untuk menghentikan ekspor minyak sawit mentah dan masih belum jelas sampai kapan kebijakan tersebut akan berlaku.

Oleh karenanya, kalangan industri pengguna minyak goreng dari bahan sawit di India sekarang mulai melirik Malaysia yang memproduksi setengah dari apa yang dihasilkan Indonesia.

Menurut Menteri Urusan Komoditi Malaysi, Zuraida Kamaruddin, Malaysia akan menggunakan peluang ini dengan mengurangi pajak ekspor sampai 50 persen untuk mendorong pengiriman lebih banyak minyak sawit ke luar negeri.

Menurut perkiraan Asosiasi Pedagang Minyak Sayur India (SEA), kombinasi penurunan pajak ekspor Malaysia dan larangan ekspor Indonesia akan mengakibatkan porsi ekspor minyak sawit Indonesia ke pasar India turun menjadi sekitar 35 persen sampai akhir tahun pemasaran 31 Oktober mendatang.

Sementara 10 tahun lalu, Indonesia memasok sekitar 75 persen kebutuhan minyak sawit ke India.

"

"Malaysia menjadi negara yang paling diuntungkan dari kebijakan yang tidak menentu oleh Indonesia," kata B.V. Mehta direktur eksekutif SEA yang berpusat di Mumbai.

"Dengan tidak adanya Indonesia di pasar, Malaysia bisa menjual lebih banyak dengan harga yang sekarang mendekati angka paling mahal dalam sejarah."

baca juga

Data SEA menunjukkan di lima bulan pertama di tahun pemasaran 2021/22, India sudah membeli 1,47 juta  ton minyak sawit asal Malaysia dibandingkan 982.123 liter dari Indonesia.

Para pedagang memperkirakan untuk bulan Mei, India akan mengimpor 570 ribu liter minyak sawit, dengan 290 ribu berasal dari Malaysia dan 240 ribu dari Indonesia.

Bila larangan ekspor dari Indonesia berlangsung terus selama dua minggu lagi, maka pembelian minyak sawit India di  bulan Juni akan turun menjadi sekitar 350 ribu liter dengan kebanyakan berasal dari Malaysia.

Berkurangnya impor minyak sawit India dari Indonesia ini akan mengubah peta selama ini, di mana Indonesia menguasai pasar sawit di negara-negara Asia Selatan.

Namun para pengilang minyak sawit India mengatakan mereka harus melindungi jalur pasokan mereka dalam upaya menghadapi kemungkinan perubahan kebijakan sejak Indonesia melakukan intervensi pasar di tahun 2021.

"Kami tidak bisa hanya mengandalkan pada Indonesia kalau kami mau berbisnis.

"

"Bahkan kalau pun Indonesia menawarkan diskon dibandingkan Malaysia, kami tetap harus mengamankan pasokan dari Malaysia, untuk berjaga-jaga dengan kebijakan yang tidak bisa diduga oleh Indonesia," kata seorang pengilang sawit di Mumbai.

"

"Pengilang minyak harus memastikan bahwa minyak yang siap dijual tersedia, dan kami tidak bisa berhenti produksi hanya karena bahan mentah tidak tersedia," katanya.

Masalah yang dihadapi Malaysia saat ini untuk meningkatkan produksi sawit guna mengisi kekosongan karena larangan ekspor Indonesia adalah keterbatasan tenaga kerja untuk membantu panenan di ladang sawit.

"Malaysia memiliki pasokan terbatas. Kebanyakan pemilik lahan sawit di Malaysia sudah menjual produk mereka ke negara-negara tetangga," kata seorang pengusaha sawit Malaysia yang memiliki perkebunan baik di Indonesia maupun di Malaysia.

Malaysia sekarang ini menghasilkan sekitar 40 persen dari produksi yang dilakukan indonesia, sehingga negara tersebut tidak sepenuhnya bisa menutupi kekurangan pasok minyak sawit mentah dunia.

Walau begitu, para konsumen di India tetap berusaha meningkatkan pasokan dari Malaysia untuk mengurangi ketergantungan dari Indonesia.

"Indonesia mungkin akan mencabut larangan ekspor bulan ini namun tidak ada jaminan bahwa hal tersebut tidak akan dilakukan lagi.

"Kebijakan ekspor Malaysia lebih stabil dan itulah yang kami inginkan," kata seorang pembeli India yang menolak namanya disebutkan.

Reuters

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dorong Industri Lokal Naik Kelas, Standar Mutu dan Keberlanjutan Jadi Perhatian

Dorong Industri Lokal Naik Kelas, Standar Mutu dan Keberlanjutan Jadi Perhatian

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:40 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:49 WIB

300 Warga Tangerang Ditargetkan Terima Pemeriksaan Mata Gratis dan Bantuan Kacamata

300 Warga Tangerang Ditargetkan Terima Pemeriksaan Mata Gratis dan Bantuan Kacamata

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Ribuan Massa Gelar Aksi Indonesia Sadar di Bundaran HI, Ini 5 Tuntutannya

Ribuan Massa Gelar Aksi Indonesia Sadar di Bundaran HI, Ini 5 Tuntutannya

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:05 WIB

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Terkini

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

×