Hepatitis Akut: PTM 100% di Sekolah Bisa Dilangsungkan Asal Anak Divaksin

Siswanto | BBC | Suara.com

Jum'at, 13 Mei 2022 | 16:42 WIB
Hepatitis Akut: PTM 100% di Sekolah Bisa Dilangsungkan Asal Anak Divaksin
BBC

Suara.com - Hasil pemeriksaan kontak investigasi Kementerian Kesehatan menyatakan dari 18 kasus yang tercatat sejauh ini, tidak ditemukan adanya penularan langsung maupun indikasi penularan melalui saluran cerna.

Dengan landasan ini, pemerintah memutuskan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah tetap dilakukan di 11 provinsi, meski ada penolakan dari beberapa kalangan.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan epidemiolog menyarankan selain menerapkan protokol kesehatan di sekolah untuk mencegah penularan hepatitis akut, pemerintah juga perlu mensyaratkan anak yang mengikuti pembelajaran tatap muka sudah divaksin Covid-19 dan mendapat imunisasi hepatitis sebagai upaya perlindungan.

Baca juga:

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung di Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan hingga Kamis (12/05) kasus suspek hepatitis akut di Indonesia mencapai 18 orang.

Delapan belas kasus itu berasal dari lima provinsi di antaranya DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Sumatera Barat, dan Jawa Timur.

Adapun jumlah kasus meninggal dengan dugaan hepatitis akut sebanyak lima orang.

"Dari 18 kasus suspek itu paling banyak di DKI Jakarta yaitu 12 orang," ujar Siti Nadia kepada Quin Pasaribu yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

Nadia juga mengatakan hasil pemeriksaan kontak investigasi terhadap belasan kasus suspek itu tidak ditemukan adanya penularan langsung dari manusia ke manusia.

Tidak ditemukan pula penularan dari saluran pencernaan.

"Dari hasil pemeriksaan kontak investigasi enggak ada riwayat anak itu habis makan di luar sebelum terinfeksi hepatitis akut."

"Tidak ditemukan juga gejala risiko anggota keluarga lain positif hepatitis akut setelah anak positif, enggak ada."

Karena itulah Kementerian Kesehatan menilai pembelajaran tatap muka tetap bisa dilaksanakan dengan kapasitas 100% di wilayah dengan status Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 hingga 3.

Selain karena kasus hepatitis akut di Indonesia tidak sebesar Covid-19.

"Jadi enggak ada masalah sebenarnya. Enggak ada hubungan dengan pembelajaran tatap muka. Karena permasalahannya hepatitis akut ini bukan seperti Covid-19."

"Dan WHO tidak menyatakan hepatitis ini sebagai pandemi, hanya dinyatakan sebagai kewaspadaan."

Apakah pembelajaran tatap muka harus ditunda?

Desakan agar pemerintah mengevaluasi pembelajaran tatap muka disuarakan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) lantaran menduga hepatitis akut dapat menular melalui saluran cerna dan pernapasan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, bahkan menyatakan akan mengkaji ulang kebijakan itu setelah adanya 21 kasus suspek baru di DKI Jakarta.

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso, mengatakan pembelajaran tatap muka bisa menimbulkan risiko jika anak sekolah tidak diajarkan bagaimana melakukan pencegahan penularan hepatitis.

Pasca menurunnya kasus positif Covid-19 di Indonesia, perilaku masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan cenderung longgar.

"Mereka bisa saja bertukar makanan, jadi kalaupun pembelajaran tatap muka tetap dilakukan orangtua dan guru harus memberikan edukasi yang bagus," imbuh Piprim.

"Kalau pencegahan lewat saluran pernapasan sudah diajar lewat protokol kesehatan Covid, tinggal memastikan minuman dan makanan harus matang dan kalau bisa bawa bekal dari rumah."

"Tapi jika kita tidak bisa memastikan hal itu dan anak-anak sulit menjaga protokol kesehatan, sebaiknya memang pembelajaran tatap muka dievaluasi."

Selain edukasi soal kebersihan makanan dan lingkungan sekolah, epidemiolog dari Universitas Griffith di Australia, Dicky Budiman, mengatakan pemerintah perlu mensyaratkan anak yang bisa mengikuti pembelajaran tatap muka sudah harus mendapatkan vaksin Covid-19 dan imunisasi hepatitis.

Hal itu penting untuk memperkuat imunitas mereka.

"Itu penting karena semakin lengkap vaksin program (hepatitis) pada anak-anak akan memperkuat perlindungan terhadap imun mereka," jelas Dicky Budiman.

Menurutnya, penyakit hepatitis akut yang muncul saat ini tidak lepas dari pandemi Covid-19.

Pasalnya di Wuhan, China, pada awal tahun 2020, kasus hepatitis pada anak dan orang dewasa terjadi bersamaan seiring merebaknya Covid-19. Namun ketika itu diketahui dengan cepat bahwa infeksi hepatitis berkaitan dengan SARS-COV-2.

Kemudian kajian dari Kementerian Kesehatan Israel menemukan 90% anak yang terinfeksi hepatitis akut, satu tahun sebelumnya terinfeksi SARS-COV-2 atau Covid-19.

Namun demikian pembelajaran tatap muka harus dihentikan sementara waktu, jika ada temuan bahwa hepatitis akut bisa menular melalui kontak langsung atau human-to-human transmission dan tingkat penularannya sangat tinggi.

"Kalau ada kluster di negara lain misalnya menunjukkan pada anak menular langsung harus ditunda. Karena itu itu rawan banget."

Seperti apa tanggapan orangtua siswa sekolah?

Salah satu orang tua yang kami hubungi adalah Norvi Lifinus, orangtua dari siswa kelas 1 Sekolah Dasar di Jakarta. Ia mengizinkan anaknya masuk sekolah meski sedikit khawatir di tengah bertambahnya kasus hepatitis akut.

Sebab baginya sekolah tatap muka lebih efektif ketimbang belajar jarak jauh.

"Anak-anak sudah dua tahun sekolah online, lihat perkembangan psikologisnya mending sekolah offline. Di sekolah dia bisa interaksi dengan teman, menangkap pelajaran langsung dari guru."

Ia juga mengatakan kasus hepatitis akut saat ini masih sedikit.

"Bukannya meremehkan hepatitis akut ini, tapi sekarang kasusnya belum banyak jadi harusnya bisa cepat dicegah bahkan dikurangi."

Tapi untuk berjaga-jaga agar terhindari dari hepatitis akut, dia sudah membiasakan anaknya membawa bekal makanan dari rumah dan tidak membolehkan jajan sembarangan.

Sementara itu, dia berharap guru bisa lebih mengawasi murid-muridnya. Akan tetapi jika kasus hepatitis akut mulai merebak di sekolah, ia akan memikirkan ulang keputusannya.

"Kalau dari 100 anak baru satu atau dua anak yang terinfeksi hepatitis akut, saya tetap memilih belajar tatap muka. Kecuali kalau setengah dari total siswa sekolah itu kena, ya lebih baik belajar online lagi."

Sampai Kamis (12/05) Organisasi Kesehatan Dunia, WHO mencatat terdapat 348 kasus hepatitis akut di sekitar 20 negara di seluruh dunia dan ada 70 kasus tambahan sedang menunggu klarifikasi. Inggris dan Amerika Serikat tercatat sebagai negara dengan kasus terbanyak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang AS-Iran Bikin Pertamina Kehilangan 100.000 Barel Minyak

Perang AS-Iran Bikin Pertamina Kehilangan 100.000 Barel Minyak

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:58 WIB

Polemik PSN Papua Tak Bisa Lagi Dipandang Sebelah Mata, DPD Resmi Bentuk Pansus

Polemik PSN Papua Tak Bisa Lagi Dipandang Sebelah Mata, DPD Resmi Bentuk Pansus

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:57 WIB

Tasya Farasya Dirumorkan Punya Pacar Baru, Sosok Pria Bernama Nadhif Jadi Sorotan

Tasya Farasya Dirumorkan Punya Pacar Baru, Sosok Pria Bernama Nadhif Jadi Sorotan

Entertainment | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:56 WIB

Kata-kata Sedih Beckham Putra Berpisah dengan Bojan Hodak: Sulit Mengucapkan Selamat Tinggal

Kata-kata Sedih Beckham Putra Berpisah dengan Bojan Hodak: Sulit Mengucapkan Selamat Tinggal

Bola | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:53 WIB

Juara Premier League, David Raya Sebut Mentalitas Arsenal Meningkat Jelang Final Liga Champions

Juara Premier League, David Raya Sebut Mentalitas Arsenal Meningkat Jelang Final Liga Champions

Bola | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:53 WIB

Potret Sisi Kelam Hiburan: Kisah 7 Artis Nekat Kabur dari Rumah, Terbaru Richelle Skornicki

Potret Sisi Kelam Hiburan: Kisah 7 Artis Nekat Kabur dari Rumah, Terbaru Richelle Skornicki

Entertainment | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:52 WIB

Tren Ngemil On The Go Meningkat, Camilan Kulit Ayam Kembali Naik Daun

Tren Ngemil On The Go Meningkat, Camilan Kulit Ayam Kembali Naik Daun

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:49 WIB

Niat Salat Idul Adha 2026 Sebagai Imam dan Makmum, Lengkap Tata Caranya

Niat Salat Idul Adha 2026 Sebagai Imam dan Makmum, Lengkap Tata Caranya

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:42 WIB

Arne Slot: Liverpool dan Saya Belum Sempurna

Arne Slot: Liverpool dan Saya Belum Sempurna

Bola | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:40 WIB

John Herdman Ubah DNA Timnas Indonesia, Garuda Tak Lagi Butuh Striker Murni

John Herdman Ubah DNA Timnas Indonesia, Garuda Tak Lagi Butuh Striker Murni

Bola | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:39 WIB

Terkini

Polemik PSN Papua Tak Bisa Lagi Dipandang Sebelah Mata, DPD Resmi Bentuk Pansus

Polemik PSN Papua Tak Bisa Lagi Dipandang Sebelah Mata, DPD Resmi Bentuk Pansus

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:57 WIB

Alarm Bahaya RUU HAM, Korban Terancam Kehilangan Pengawas Independen

Alarm Bahaya RUU HAM, Korban Terancam Kehilangan Pengawas Independen

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:37 WIB

Prabowo Kurban 1.098 Sapi Pakai Duit APBN, MUI: Bagus Untuk Rakyat

Prabowo Kurban 1.098 Sapi Pakai Duit APBN, MUI: Bagus Untuk Rakyat

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:35 WIB

Kemhan Klarifikasi Kabar Bandara Kertajati jadi 'Markas' Hercules AS: Masih Rencana

Kemhan Klarifikasi Kabar Bandara Kertajati jadi 'Markas' Hercules AS: Masih Rencana

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:30 WIB

Plastik Makanan Minuman Dominasi Sampah Laut di 112 Negara, Apa Solusinya?

Plastik Makanan Minuman Dominasi Sampah Laut di 112 Negara, Apa Solusinya?

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:30 WIB

Siasat Licik Host Akun K Cari Cuan, Paksa Talent Live Vulgar Pakai Kedok Challenge

Siasat Licik Host Akun K Cari Cuan, Paksa Talent Live Vulgar Pakai Kedok Challenge

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:26 WIB

'Kemunduran Kronis!' Ahli di MK Bongkar Arus Balik Repolitisasi Militer di Indonesia

'Kemunduran Kronis!' Ahli di MK Bongkar Arus Balik Repolitisasi Militer di Indonesia

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:23 WIB

Pendiri PAN Abdillah Toha Meninggal Dunia, Zulhas Langsung Takziah

Pendiri PAN Abdillah Toha Meninggal Dunia, Zulhas Langsung Takziah

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:12 WIB

Bukan Cuma Lucu, Ada Makna Mendalam di Balik Viral Lagu 'Mas Bahlil Ganteng' Menurut Golkar

Bukan Cuma Lucu, Ada Makna Mendalam di Balik Viral Lagu 'Mas Bahlil Ganteng' Menurut Golkar

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:06 WIB

Jateng Panen Penghargaan Pendidikan 2026, Buah Kerja Keras Sepanjang 2025

Jateng Panen Penghargaan Pendidikan 2026, Buah Kerja Keras Sepanjang 2025

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:05 WIB