Array

Meski Perdagangan dan Investasi Naik, Jokowi Minta Tetap Ada Dorongan karena Indonesia Masih Tertinggal

Jum'at, 13 Mei 2022 | 19:51 WIB
Meski Perdagangan dan Investasi Naik, Jokowi Minta Tetap Ada Dorongan karena Indonesia Masih Tertinggal
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi bersama Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat (AS) Rosan Roeslani menyampaikan keterangan pers terkait kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di Washington DC, AS, pada Kamis malam, 12 Mei 2022 waktu setempat atau Jumat (13/5/2022) pagi waktu Indonesia. [Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden]

Suara.com - Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (AS) Rosan Roeslani mengungkapkan, Indonesia mengalami kenaikan baik dari sektor perdagangan maupun investasi. Meski begitu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap meminta untuk mendorong peningkatan yang lebih karena Indonesia masih tertinggal ketimbang negara ASEAN lainnya.

Rosan menuturkan, Indonesia masih berada di peringkat lima dari segi perdagangan. Itu artinya, Indonesia masih tertinggal dari Vietnam, Malaysia, Singapura dan Filipina.

"Oleh sebab itu, kita mendorong untuk berapa industri kita untuk meningkatkan dari segi competitivenessnya dan kalau kita lihat dari perdagangan kita, itu mencapai target USD 60 miliar pada 2024. Jadi tinggal dua tahun lagi," kata Rosan dalam keterangan pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat (13/5/2022).

Sementara itu, Rosan mengungkapkan kalau perdagangan di Indonesia telah mengalami peningkatan kurang lebih 36 persen pada 2021. Menurutnya, total perdagangan yang terjadi mencapi USD 37 miliar.

"Naik 36 persen dibanding tahun sebelumnya," katanya.

Sedangkan untuk sektor investasi juga mengalami peningkatan hingga 75 persen, yakni mencapai USD 2,5 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Rosan menyebut kalau Indonesia sudah melihat adanya peningkatan pada tren ke depan.

Hal tersebut disampaikannya karena melihat adanya peningkatan pada awal 2022. Rosan menyebut peningkatan tersebut dikarenakan adanya program generalized system of preferences yakni program penurunan tarif bea masuk yang diberikan oleh AS kepada negara berkembang.

"Tidak hanya dari segi potensi dan dari kebijakan yang makin meningkat yang menyebabkan investment friendly, business friendly, tapi tetap mengutamakan UMKM, tapi ke depannya kita sangat optimis, ditambah lagi seperti disampaikan Menteri Investasi, Omnibus Law itu mendapat respon-respon positif."

Baca Juga: Presiden Jokowi Hadiri KTT Khusus ASEAN-AS di Gedung Putih

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI