Lawatan di AS, Jokowi Harapkan Kerja Sama Konkret dan Pikat Investor

Siswanto, Deutsche Welle

Senin, 16 Mei 2022 | 13:40 WIB
Lawatan di AS, Jokowi Harapkan Kerja Sama Konkret dan Pikat Investor
DW

Suara.com - Dalam kunjungannya ke AS Jokowi dorong kemitraan ASEAN-AS, hingga kehadiran AS pada KTT G-20. Jokowi juga dorong realisasi Investasi Rp219,5 Triliun ke Indonesia.

Presiden Joko Widodo bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan sejumlah pimpinan negara ASEAN dalam KTT Khusus ASEAN-AS yang digelar pada 12 hingga 13 Mei 2022 di Washington DC, AS.

Pertemuan ini menjadi pertemuan pertama sejumlah pimpinan ASEAN dengan Presiden AS sejak 2017. Saat tiba di Gedung Putih, Jokowi langsung disambut oleh Joe Biden.

Jokowi juga berkesempatan untuk menandatangani buku tamu kenegaraan. Pada tulisannya dalam bahasa Inggris Jokowi menyampaikan "Kami menantikan kemitraan ASEAN-AS yang lebih kuat. Sampai ketemu di Bali untuk KTT G20.”

Agenda KTT Khusus ASEAN-AS pada kamis malam waktu setempat adalah jamuan makan malam Joe Biden pada Pimpinan ASEAN.

Dalam kesempatan ini, Jokowi berkesempatan untuk menyambut toast dari Joe Biden. Dalam pengantar toastnya Jokowi serukan kemitraan komperhensif antara ASEAN dan AS.

"Kemitraan ini sangat penting di tengah situasi dunia yang dipenuhi ketidakpastian saat ini. Untuk itu, saya mengajak kita semua untuk mengangkat gelas bagi kemitraan ASEAN-AS yang terus berkontribusi bagi penguatan nilai multilateralisme, perdamaian dan stabilitas kawasan, motor penggerak kesejahteraan kawasan," ujar Jokowi.

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, menilai kerja sama antara ASEAN dan AS dapat menguntungkan Indonesia di tengah rivalitas AS dengan Cina. Salah satunya terkait komitmen AS dalam peningkatan keamanan maritim di Asia Tenggara.

"Kalau Indonesia tidak memiliki sengketa dengan Cina, namun banyak nelayan Cina yang melakukan illegal fishing di ZEE kita, nah di sini AS akan membantu Indonesia dalam pemberantasan illegal fishing.” ujar Hikmahanto Juwana kepada DW Indonesia.

baca juga

Pikat investasi ke Indonesia

Dalam kunjungan ke AS, Presiden Jokowi juga bertemu dengan dengan CEO Air Products & Chemicals, Seifi Ghasemi pada Kamis (12/5) waktu setempat. Pertemuan itu menindaklanjuti penandatanganan nota kesepahaman (MoU) investasi di sektor gasifikasi batu bara dan turunannya di Indonesia senilai 15 miliar dolar AS atau setara dengan 219,5 triliun rupiah.

Presiden berharap perusahaan pengolahan gas dan kimia asal AS itu dapat segera merealisasi investasi yang saat ini baru dikucurkan sebesar 7 miliar dolar AS atau atau 102,4 triliun rupiah.

Salah satu poin penting dalam pertemuan itu juga pembahasan terkait pengembangan industri petrokimia dari hulu hingga ke hilir.

"Karena kami berpendapat dalam diskusi tersebut bahwa hilirisasi harus dibangun dalam rangka bagaimana memenuhi kebutuhan dalam negeri, terutama menyangkut dengan DME, karena kita masih impor,” ujar Menteri Investasi, Bahlil Lahadia, yang mendampingi Presiden RI dalam pertemuan itu.

Pada kesempatan lain, Jokowi juga bertemu dengan para pengusaha AS, seperti Google, Chevron, Boeing, Qualcomm, ConocoPhillips, Marriot International, dan lainnya.

Di hadapan Pebisnis dan pimpinan ASEAN, Jokowi menekankan potensi kekuatan Indonesia dalam penyediaan bahan baku industri, penyediaan energi hijau, dan ekonomi digital.

Jokowi juga turut memamerkan keseriusan dan capaian Indonesia di bidang ekonomi digital yang memiliki 2.346 start-up.

Jokowi juga menyampaikan "kontribusi pebisnis Amerika dalam pengembangan infrastruktur digital, memfasilitasi digital capacity-building, serta mendukung kami masuk global value chain melalui digitalisasi.”

Hingga saat ini Pemerintah Indonesia terus mengenjot potensi ekonomi digital yang diproyeksikan tumbuh 20% per tahun mencapai 146 miliar dolar AS pada 2025.

Saat ini Indonesia tercatat memiliki 2 decacorn dan 8 unicorn, serta menjadi negara terbanyak kelima di dunia yang memiliki usaha rintisan di sektor digital.

Meski unggul di sektor digital, namun Indonesia harus menghadapi tantangan dengan negara lain di kawasan seperti Vietnam dan Filipina dalam mengaet investor asing. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad, menyebut Indonesia menghadapi tantangan untuk mencari investor-investor baru untuk mengejar target investasi 1.200 triliun rupiah.

"Posisi Indonesia masih cukup mampu untuk mengaet investor di tengah perbaikan ekonomi saat ini, tapi sejauh ini market-nya masih yang lama. Tidak ada investor besar yang masuk. Masih pelaku investor dari negara yang sama.

Potensinya hanya di situ,” jelas Tauhid Ahmad kepada DW Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:57 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ratu Tisha: Sepak Bola dan Pendidikan Dapat Berjalan Beriringan

Ratu Tisha: Sepak Bola dan Pendidikan Dapat Berjalan Beriringan

Bola | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:44 WIB

1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Terbanyak

1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Terbanyak

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:42 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

DPR Respons Wacana Pengalihan Utang Whoosh ke Kemenkeu

DPR Respons Wacana Pengalihan Utang Whoosh ke Kemenkeu

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:36 WIB

Zulhas: Anggota Dewan Hingga Menteri PAN Wajib Potong Gaji Sebulan Demi Rakyat NTT

Zulhas: Anggota Dewan Hingga Menteri PAN Wajib Potong Gaji Sebulan Demi Rakyat NTT

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:32 WIB

Misbakhun Tegaskan SOKSI Siap Jadi Pendulang Suara Golkar di Pemilu Mendatang

Misbakhun Tegaskan SOKSI Siap Jadi Pendulang Suara Golkar di Pemilu Mendatang

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:28 WIB

Terkini

Langgar Kesepakatan, Lima Bangunan Liar di Jalur Subang-Bandung Disegel

Langgar Kesepakatan, Lima Bangunan Liar di Jalur Subang-Bandung Disegel

Jabar | Senin, 24 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Yonif 413/Bremoro Gelar Donor Darah Bersama Warga di Karanganyar

Yonif 413/Bremoro Gelar Donor Darah Bersama Warga di Karanganyar

Surakarta | Senin, 24 Agustus 2026 | 05:30 WIB

Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Surakarta | Senin, 24 Agustus 2026 | 05:00 WIB

Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga

Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga

Bogor | Senin, 24 Agustus 2026 | 03:49 WIB

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

×