facebook

Elon Musk Isyaratkan Ingin Beli Twitter dengan Harga yang Lebih Murah

Siswanto
Elon Musk Isyaratkan Ingin Beli Twitter dengan Harga yang Lebih Murah
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama CEO Space X Elon Musk (kiri) menenemui awak media saat melakukan kunjungan ke Space X di Boca Chica, Amerika Serikat, Sabtu (14/5/2022). [Biro Pers Sekretarian Presiden]

Laporan Bloomberg News juga menyebut bahwa Musk memperkirakan setidaknya terdapat 20 persen akun bot dari 229 juta akun Twitter.

Suara.com - Elon Musk pada Senin (16/5) waktu setempat memberi isyarat bahwa dia ingin membeli Twitter dengan harga yang lebih rendah dari penawaran awal yang diajukan senilai 44 miliar dolar AS pada bulan lalu.

Menurut laporan Bloomberg News, Musk mengatakan dalam konferensi All-In Summit di Miami, AS, bahwa kesepakatan yang layak dengan harga lebih rendah bukan sesuatu yang mustahil.

Laporan Bloomberg News juga menyebut bahwa Musk memperkirakan setidaknya terdapat 20 persen akun bot dari 229 juta akun Twitter.

Dikutip dari Associated Press, hari ini, berita itu muncul setelah Musk memberi komentar dengan emoji dalam utas yang dibuat CEO Twitter Paraj Agrawal terkait penjelasan tentang upaya Twitter memerangi bot dan memperkirakan terdapat kurang dari 5 persen akun Twitter palsu.

Baca Juga: Sudah Gembar-gembor, Elon Musk Tunda Rencana Beli Twitter

Saham Twitter turun lebih dari 8 persen yang ditutup pada Senin menjadi 37,39 dolar AS per saham, lebih rendah dibanding sebelum Musk mengungkapkan bahwa dia adalah pemegang saham terbesar Twitter. Musk membuat penawaran untuk membeli Twitter seharga 54,20 dolar AS per saham pada 14 April.

Pada Jumat (13/5), Musk mencuit melalui akun Twitter-nya bahwa rencana untuk membeli Twitter ditunda sementara. CEO Tesla dan SpaceX itu mengatakan penangguhan dilakukan karena menunggu rincian perhitungan Twitter yang menyatakan akun palsu berkisar kurang dari 5 persen total pengguna di platform itu.

Dalam unggahan di Twitter pada Senin (16/5), Agrawal mengakui bahwa Twitter tidak sempurna dalam menangkap spam. Dia menulis bahwa setiap kuartal, perusahaan telah membuat perkiraan bahwa spam kurang dari 5 persen.

“Perkiraan kami didasarkan pada beberapa tinjauan manusia terhadap ribuan akun yang diambil sampelnya secara acak, secara konsisten dari waktu ke waktu,” tulis Agrawal. [Antara]

Baca Juga: CEO Twitter Tanggapi Cuitan Elon Musk, Malah Dikasih Jawaban Jleb

Komentar