facebook

Bolehkah Umat Muslim Mengidolakan K-Pop? Ini Jawaban Buya Yahya

Farah Nabilla
Bolehkah Umat Muslim Mengidolakan K-Pop? Ini Jawaban Buya Yahya
Tangkapan Layar Ceramah di YouTube Al-Bahjah TV

Sebagai umat yang beriman, Buya mengatakan sudah sewajarnya kaum Muslim memancarkan perilaku atau kebiasaan yang berasal dari budaya atau tradisi Islami.

Suara.com - Ulama Buya Yahya angkat bicara soal fenomena K-Pop yang tengah menjangkiti anak muda di Indonesia. Hal itu setelah seorang peserta pengajiannya menanyakan hukum seorang muslim mengidolakan artis K-Pop. Alih-alih mendiskreditkan K-Pop dan para pengikutnya, Buya Yahya memberi jawaban bijak soal fenomena tersebut.

Buya Yahya menjelaskan bahwa K-Pop merupakan bagian dari budaya Korea Selatan. Adapun budaya, imbuh Buya, merupakan kreasi akal. Sebagai umat yang beriman, Buya mengatakan sudah sewajarnya kaum Muslim memancarkan perilaku atau kebiasaan yang berasal dari budaya atau tradisi Islami.

Umat Muslim, menurut Buya, juga harus cerdas melihat manfaat atau mudharat sebuah tren terhadap sikap akhlak.

“Saya tidak bicara soal K-Pop-nya. Banyak budaya lain yang bersumber dari orang tidak beriman, hanya sekerang yang lagi ngetren kan itu (K-Pop). Sekarang itu (K-Pop) bangun akhlak Anda atau tidak? Selesai sampai di situ,” ujar Buya Yahya dalam video yang diunggah di kanal YouTube Al-Bahjah TV (3/10/2021).

Baca Juga: Komentari Safa Space, Kemal Palevi Kaget Fans K-Pop Ribut Bawa-Bawa Kader Golkar

Buya Yahya mengatakan seorang Muslim yang baik harus punya pendirian. Menurut dia, penganut Islam dapat memillih banyak kesenangan lain yang tidak bertentangan dengan syariat. Buya menyebut mengidolakan K-Pop bisa jadi tak melanggar syariat, tapi umat mesti waspada terhadap misi terselubung dari fenomena tersebut.

“Anggap saja tontonan K-Pop tadi tak ada pelanggaran syariat, tapi ini syiar apa kira-kira? Kalau bukan dari budaya Islam, Anda harus waspada. Harus ada rambu-rambunya,” kata pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon itu.

Buya Yahya sendiri tak menyalahkan sepenuhnya generasi muda yang gandrung dengan K-Pop. Dia menilai fanatiknya anak muda pada budaya luar tak lepas dari kurangnya edukasi terhadap budaya Islam maupun budaya-budaya lokal yang bernapaskan Islam. Menurut ulama kelahiran Blitar itu, Indonesia memiliki kearifan lokal budaya dari Sabang sampai Merauke.

“Mungkin kita kurang mengajarkan yang benar sehingga (anak muda) kurang senang dengan budaya negeri sendiri. Padahal kita masih punya budaya lokal yang dibangun atas dasar keimanan,” ujar Buya Yahya.

Diketahui, Indonesia adalah salah satu basis fans K-Pop terbesar di dunia. Hampir semua tren K-Pop dan artisnya selalu menjadi perhatian para fans di Indonesia. Mereka bahkan tak segan membela habis-habisan apabila idolnya dicela pihak lain.

Baca Juga: Duh, Disnaker Bontang Dapati Perusahaan BUMN Datangkan Pekerja Asal Luar: Sanksi Kalau Benar

Terbaru ada peristiwa Safa yang heboh di Twitter karena menghujat member idol Kpop. Penghujatan itu lantas merembet ke tuntutan permintaan maaf dari fans idol, salah satunya Flower yang kemudian membawa-bawa background keluarga hingga mengaku punya dosen dari partai politik. Background itulah yang digunakan Flower untuk mengancam Safa ke ranah hukum karena telah menghina idol K-pop.

Komentar