facebook

Diusulkan PSI, Kapolda Metro Jaya Dinilai Cocok Jadi Pilihan Alternatif Penjabat Gubernur Jakarta Pengganti Anies

Dwi Bowo Raharjo | Fakhri Fuadi Muflih
Diusulkan PSI, Kapolda Metro Jaya Dinilai Cocok Jadi Pilihan Alternatif Penjabat Gubernur Jakarta Pengganti Anies
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran disebut cocok jadi penjabat gubernur Jakarta menggantikan Anies. [Suara.com/Faqih Fathurrahman]

William menilai sosok Fadil bisa menjadi pilihan alternatif sebagai Pj Gubernur.

Suara.com - Politisi PSI William Aditya Sarana mengusulkan satu nama baru sebagai kandidat Penjabat Gubernur Jakarta pengganti Anies Baswedan. Sosok itu adalah Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran.

Sejauh ini, sudah ada tiga sosok yang disebut bakal mengisi posisi Pj Gubernur DKI. Di antaranya adalah Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono; Sekda DKI Jakarta, Marullah Matali; dan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Juri Ardiantoro.

Meski sudah ada tiga nama itu, William menilai sosok Fadil bisa menjadi pilihan alternatif sebagai Pj Gubernur. Pasalnya, Fadil disebutnya sudah paham mengenai permasalahan di Jakarta.

"Menurut saya pak Fadil sebagai Kapolda punya kemampuan yang cukup juga untuk menjadi pejabat dan menurut saya beliau juga punya kemampuan dan layak juga menjadi salah satu kandidat penjabat (Pj) Gubernur DKI," ujar William dalam talk show yang disiarkan kanal youtube TribunJakarta Official, Kamis (19/5/2022).

Baca Juga: Masa Jabatan Pengurus RT dan RW di Jakarta Kini Sama dengan Masa Jabatan Presiden

Selain dalam tugasnya di kepolisian, William juga menyebut Fadil turut serta berperan mengatasi berbagai masalah di Jakarta dalam bidang lain, misalnya dalam penanganan pandemi Covid-19.

Atas sumbangsihnya itu, Fadil disebut William sudah turut menyukseskan capaian vaksinasi di ibu kota.

"Polda Metro tak hanya membantu dalam segi keamanan di Jakarta, tapi ketika kita sedang menghadapi pandemi, sedang kritis-kritisnya, Polda Metro juga memberikan bantuan yang sangat besar yang berkaitan dengan vaksinasi," jelasnya.

William menilai, Pj Gubernur nantinya hanya punya waktu sedikit dalam memimpin Jakarta. Ia tak ingin nantinya jika orang yang tidak mengerti Jakarta terpilih, malah akan membuang waktu terlalu lama untuk penyesuaian.

"Dua tahun itu bukan waktu yang lama, itu waktu yang cepat, sehingga kami harapkan pengganti pak Anies adalah sosok yang sudah mengerti Jakarta," pungkasnya.

Baca Juga: Perpanjang Masa Jabatan Pengurus RT-RW di Jakarta jadi 5 Tahun, Anies Rombak Aturan Buatan Ahok

Komentar