7 Kebijakan 'di Luar Nalar' Kim Jong Un Lawan Covid di Korut, Tolak Vaksin WHO

Farah Nabilla | Suara.com

Sabtu, 21 Mei 2022 | 16:34 WIB
7 Kebijakan 'di Luar Nalar' Kim Jong Un Lawan Covid di Korut, Tolak Vaksin WHO
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengenakan masker di tengah wabah COVID-19 saat memeriksa apotek di Pyongyang, dalam foto tak bertanggal yang dirilis Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) Korea Utara pada 15 Mei 2022. ANTARA/KCNA via Reuters/as

Suara.com - Korea Utara (Korut) akhirnya melaporkan kasus Covid-19 pertama pada 12 Mei 2022 kemarin setelah 2 tahun. Laporan kasus ini pun diiringi dengan kabar kematian pertama akibat kasus tersebut. Negara yang dipimpin King Jong Un ini dalam pembaruan hariannya menyebut ada ratusan ribu kasus "demam misterius" dan sejumlah kematian.

Untuk menghadapi gelombang kasus Covid-19, Kim Jong Un malah membuat beberapa kebijakan "gila" mulai dari menolak vaksin hingga menggunakan ramuan tradisional sebagai obat. Yuk simak kebijakan "gila" Kim Jong Un lawan Covid di Korut berikut ini.

1. Lockdown Ketat Selama 2 Tahun

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah) saat meninjau lokasi pembangunan 10.000 kompleks perumahan di Pyongyang, Korea Utara, Rabu (16/3/2022). [Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) / AFP]
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah) saat meninjau lokasi pembangunan 10.000 kompleks perumahan di Pyongyang, Korea Utara, Rabu (16/3/2022). [Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) / AFP]

Korea Utara merupakan salah satu negara pertama yang menutup perbatasannya pada Januari 2020 setelah virus pertama kali muncul pertama kali di negara tetangga China. Kebijakan itu dengan cepat mengusir semua orang asing termasuk diplomat dan pekerja bantuan Internasional dan memblokir perjalanan masuk. Alhasil Korut menjalani program isolasi ketat selama lebih dari dua tahun.

Sebelumnya Kim Jong Un memuji keberhasilan strategi tersebut. Namun prediksi para ahli mengatakan Covid-19 akan menyelinap masuk pun terjadi. Virus itu bisa berasal dari manusia yang melakukan penyeberangan dari China atau hewan yang terinfeksi seperti burung dan babi hutam yang melintasi perbatasan dengan bebas.

Kekinian, Korut dan China menangguhkan perdagangan kereta api pada April tahun ini karena kekhawatiran Pyongyang akan terinfeksi. Walau begitu, pengiriman kargo laut masih terus berlanjut.

2.Tolak Vaksin dari WHO dan Negara Lain

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah) saat meninjau lokasi pembangunan 10.000 kompleks perumahan di Pyongyang, Korea Utara, Rabu (16/3/2022). [Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) / AFP]
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah) saat meninjau lokasi pembangunan 10.000 kompleks perumahan di Pyongyang, Korea Utara, Rabu (16/3/2022). [Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) / AFP]

Korut menolak untuk mendapatkan vaksin dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) padahal lembaga itu sempat ingin mengirimkan jutaan vaksin Sinovac dan AstraZeneca. Bahkan Kim juga dilaporkan berkali-kali menolak bantuan pandemi dan vaksin dari negara tetangganya seperti Korea Selatan dan China.

Penoalakan Kim Jong Un soal vaksin dan bantuan pandemi itu memiliki alasan. Korut berdalih negaranya tidak begitu membutuhkan vaksin karena tidak memiliki kasus dan menyebut masih banyak negara lain yang lebih membutuhkan vaksin dibanding negaranya.

3. Minta Warga Kumur Air Garam

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah) saat meninjau lokasi pembangunan 10.000 kompleks perumahan di Pyongyang, Korea Utara, Rabu (16/3/2022). [Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) / AFP]
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah) saat meninjau lokasi pembangunan 10.000 kompleks perumahan di Pyongyang, Korea Utara, Rabu (16/3/2022). [Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) / AFP]

Beberapa petinggi Korut meminta masyarakat untuk melakukan langkah pencegahan terhadap Covid-19 salah satunya dengan berkumur air garam. "Unit kepala pemantau komunitas mengunjungi setiap rumah pada pagi hari dan sore hari, menekankan bahwa mencuci tangan dan berkumur air garam merupakan cara efektif mencegah virus corona," kata salah satu warga di provinsi Pyongan Utara.

4. Andalkan Obat Tradisional

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah) saat meninjau lokasi pembangunan 10.000 kompleks perumahan di Pyongyang, Korea Utara, Rabu (16/3/2022). [Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) / AFP]
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah) saat meninjau lokasi pembangunan 10.000 kompleks perumahan di Pyongyang, Korea Utara, Rabu (16/3/2022). [Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) / AFP]

Selain berkumur air garam, masyarakat Korut juga diimbau untuk minum teh herba lonicera japonica atau daun gandarusa tiga kali sehari.  "Obat tradisional adalah yang terbaik!" ujar satu warga Korea Utara dalam wawancara dengan media Korut seperti dikutip dari CNA.

5.Buka Apotek Selama 24 Jam Meski Tak Memiliki Kapasitas Pengujian

Presiden Korea Utara Kim Jong Un. (Korean Friendship Association)
Presiden Korea Utara Kim Jong Un. (Korean Friendship Association)

Bukan hanya mengandalkan ramuan tradisional, Korut juga membuat kebijakan agar apotek buka 24 jam sehari sebagai langkah antisipasi. Korut sendiri telah memobilisasi militernya untuk mendistribusikan obat-obatan Covid-19 dan mengerahkan lebih dari 10 ribu petugas kesehatan untuk membantu melacak pasien potensial dalam pertempuran melawan wabah tersebut.

Padahal Korut diyakini memiliki sedikit atau bahkan tidak memiliki kapasitas pengujian karena hanya menghitung orang dengan demam untuk mengukur skala wabah Omicron-nya. Varian Omicron diketahui terutama mempengaruhi saluran pernapasan bagian atas dengan gejala yang paling sering dilaporkan adalah sakit tenggorokan, pilek dan bersin. Kisaran suhu yang dihitung otoritas Korut sebagai demam juga tidak diketahui. 

6.Minta Militer Amankan Obat Covid-19

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. [AFP]
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. [AFP]

Dalam rapat darurat, Kim Jong Un menyalahkan kabinetnya sendiri yang dianggap tak becus mengurus sektor kesehatan. Ia pun memerintahkan militer untuk mengamankan suplai obat-obatan di kota Pyongyang.

Wakil Menteri Kesehatan Korut Kim Hyong Hun mengatakan akan mulai menerapkan sistem pengobatan untuk ratusan kasus demam setiap harinya yang dicurigai COVID-19. Obat yang mereka gunakan adalah pereda nyeri dan antibiotik umum, seperti ibuprofen dan amoxicillin.

7. Penggunaan Masker Ganda ala Kim Jong Un

Kim Jong Un (Internet)
Kim Jong Un (Internet)

Setelah ada laporan wabah Covid-19 di Korut,  Kim Jong Un terlihat mengenakan dua masker saat mengunjungi apotek di Pyongyang. Tetapi masker ganda, meskipun lebih protektif daripada satu lapis masker kain atau masker bedah, hanya direkomendasikan sebagai alternatif masker N95 atau KN95 yang menawarkan perlindungan terbaik terhadap virus dan dapat digunakan sendiri.

Bukan hanya Kim yang terlihat mengenakan alat pelindung diri yang kurang optimal. Dalam penampilan media, petugas kesehatan Korut mengenakan masker bedah tipis bahkan saat mereka melakukan tugas berisiko seperti mendisinfeksi tempat umum dan berkonsultasi dengan pasien potensial Covid-19. 

Itulah sederet kebijakan "gila" Kim Jong Un lawan Covid di Korut. Bagaimana pendapat kalian?

Kontributor : Trias Rohmadoni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Kandungan Willow, Tanaman yang Digunakan Warga Korea Utara untuk Menyembuhkan Covid-19

Mengenal Kandungan Willow, Tanaman yang Digunakan Warga Korea Utara untuk Menyembuhkan Covid-19

Health | Sabtu, 21 Mei 2022 | 14:21 WIB

Gelombang Covid-19 di Korea Utara Meningkat, Lima Hari Berturut-turut Pasien Demam Mencapai 200 Ribu

Gelombang Covid-19 di Korea Utara Meningkat, Lima Hari Berturut-turut Pasien Demam Mencapai 200 Ribu

Jogja | Sabtu, 21 Mei 2022 | 13:50 WIB

Warga Korea Utara Dianjurkan Berkumur Air Garam untuk Mengobati Covid-19, Benarkah Manjur?

Warga Korea Utara Dianjurkan Berkumur Air Garam untuk Mengobati Covid-19, Benarkah Manjur?

Health | Sabtu, 21 Mei 2022 | 13:39 WIB

Update Covid-19 Global: Kasus Demam di Korea Utara Bertambah 200 Ribu Setiap Hari

Update Covid-19 Global: Kasus Demam di Korea Utara Bertambah 200 Ribu Setiap Hari

Health | Sabtu, 21 Mei 2022 | 08:42 WIB

Waduh, Pelonggaran Protokol Kesehatan Bikin Kasus COVID-19 Naik Lagi di Benua Amerika

Waduh, Pelonggaran Protokol Kesehatan Bikin Kasus COVID-19 Naik Lagi di Benua Amerika

Health | Jum'at, 20 Mei 2022 | 16:41 WIB

Biden dan Yoon Bertemu di Tengah Kekhawatiran tentang Korut

Biden dan Yoon Bertemu di Tengah Kekhawatiran tentang Korut

News | Jum'at, 20 Mei 2022 | 13:54 WIB

Terkini

Jaksa Ungkap Ada Kode Amplop 1 untuk Dirjen Bea Cukai Djaka Budi dalam Kasus Blueray

Jaksa Ungkap Ada Kode Amplop 1 untuk Dirjen Bea Cukai Djaka Budi dalam Kasus Blueray

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 22:34 WIB

Menlu Sugiono Pastikan Pemerintah Terus Upayakan Pemulangan 9 WNI dari Israel

Menlu Sugiono Pastikan Pemerintah Terus Upayakan Pemulangan 9 WNI dari Israel

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 22:24 WIB

Menteri PPPA Respons Dugaan Kadis P3A Sarankan Korban Kekerasan Seksual Nikahi Pelaku

Menteri PPPA Respons Dugaan Kadis P3A Sarankan Korban Kekerasan Seksual Nikahi Pelaku

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 22:20 WIB

Terekam CCTV Keluar Hotel Sendirian, Jemaah Haji Indonesia Hilang Misterius di Makkah

Terekam CCTV Keluar Hotel Sendirian, Jemaah Haji Indonesia Hilang Misterius di Makkah

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 22:05 WIB

Kejagung Mulai Lelang Aset Harvey Moeis, Kapuspenkum: Kami Transparan

Kejagung Mulai Lelang Aset Harvey Moeis, Kapuspenkum: Kami Transparan

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 21:34 WIB

Sekolah Rakyat Hadir di Daerah 3T, Anggota DPR RI: Sangat Dirasakan Manfaatnya

Sekolah Rakyat Hadir di Daerah 3T, Anggota DPR RI: Sangat Dirasakan Manfaatnya

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 21:26 WIB

"Jangan Melawan, Video Saja", Pesan Tegas Prabowo ke Rakyat Hadapi Aparat Tak Beres

"Jangan Melawan, Video Saja", Pesan Tegas Prabowo ke Rakyat Hadapi Aparat Tak Beres

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 21:10 WIB

Warga Daerah Cuma Dapat Makan, KPK Sebut Duit Program MBG Balik Lagi ke Kota Besar

Warga Daerah Cuma Dapat Makan, KPK Sebut Duit Program MBG Balik Lagi ke Kota Besar

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 20:40 WIB

Terbukti Palsu, 14 Jam Tangan Mewah Jimmy Sutopo Ternyata Cuma Barang KW

Terbukti Palsu, 14 Jam Tangan Mewah Jimmy Sutopo Ternyata Cuma Barang KW

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 20:12 WIB

Demo Harkitnas di DPR, Ribuan Guru Madrasah dan Ojol Tuntut Kesejahteraan dan Perlindungan

Demo Harkitnas di DPR, Ribuan Guru Madrasah dan Ojol Tuntut Kesejahteraan dan Perlindungan

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 20:06 WIB