facebook

7 Kebijakan 'di Luar Nalar' Kim Jong Un Lawan Covid di Korut, Tolak Vaksin WHO

Farah Nabilla
7 Kebijakan 'di Luar Nalar' Kim Jong Un Lawan Covid di Korut, Tolak Vaksin WHO
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengenakan masker di tengah wabah COVID-19 saat memeriksa apotek di Pyongyang, dalam foto tak bertanggal yang dirilis Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) Korea Utara pada 15 Mei 2022. ANTARA/KCNA via Reuters/as

Kim Jong Un menerapkan kebijakan tak biasa untuk mengendalikan wabah Covid-19 yang muncul di Korut setelah 2 tahun.

Suara.com - Korea Utara (Korut) akhirnya melaporkan kasus Covid-19 pertama pada 12 Mei 2022 kemarin setelah 2 tahun. Laporan kasus ini pun diiringi dengan kabar kematian pertama akibat kasus tersebut. Negara yang dipimpin King Jong Un ini dalam pembaruan hariannya menyebut ada ratusan ribu kasus "demam misterius" dan sejumlah kematian.

Untuk menghadapi gelombang kasus Covid-19, Kim Jong Un malah membuat beberapa kebijakan "gila" mulai dari menolak vaksin hingga menggunakan ramuan tradisional sebagai obat. Yuk simak kebijakan "gila" Kim Jong Un lawan Covid di Korut berikut ini.

1. Lockdown Ketat Selama 2 Tahun

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah) saat meninjau lokasi pembangunan 10.000 kompleks perumahan di Pyongyang, Korea Utara, Rabu (16/3/2022). [Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) / AFP]
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah) saat meninjau lokasi pembangunan 10.000 kompleks perumahan di Pyongyang, Korea Utara, Rabu (16/3/2022). [Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) / AFP]

Korea Utara merupakan salah satu negara pertama yang menutup perbatasannya pada Januari 2020 setelah virus pertama kali muncul pertama kali di negara tetangga China. Kebijakan itu dengan cepat mengusir semua orang asing termasuk diplomat dan pekerja bantuan Internasional dan memblokir perjalanan masuk. Alhasil Korut menjalani program isolasi ketat selama lebih dari dua tahun.

Sebelumnya Kim Jong Un memuji keberhasilan strategi tersebut. Namun prediksi para ahli mengatakan Covid-19 akan menyelinap masuk pun terjadi. Virus itu bisa berasal dari manusia yang melakukan penyeberangan dari China atau hewan yang terinfeksi seperti burung dan babi hutam yang melintasi perbatasan dengan bebas.

Baca Juga: Mengenal Kandungan Willow, Tanaman yang Digunakan Warga Korea Utara untuk Menyembuhkan Covid-19

Kekinian, Korut dan China menangguhkan perdagangan kereta api pada April tahun ini karena kekhawatiran Pyongyang akan terinfeksi. Walau begitu, pengiriman kargo laut masih terus berlanjut.

2.Tolak Vaksin dari WHO dan Negara Lain

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah) saat meninjau lokasi pembangunan 10.000 kompleks perumahan di Pyongyang, Korea Utara, Rabu (16/3/2022). [Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) / AFP]
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah) saat meninjau lokasi pembangunan 10.000 kompleks perumahan di Pyongyang, Korea Utara, Rabu (16/3/2022). [Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) / AFP]

Korut menolak untuk mendapatkan vaksin dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) padahal lembaga itu sempat ingin mengirimkan jutaan vaksin Sinovac dan AstraZeneca. Bahkan Kim juga dilaporkan berkali-kali menolak bantuan pandemi dan vaksin dari negara tetangganya seperti Korea Selatan dan China.

Penoalakan Kim Jong Un soal vaksin dan bantuan pandemi itu memiliki alasan. Korut berdalih negaranya tidak begitu membutuhkan vaksin karena tidak memiliki kasus dan menyebut masih banyak negara lain yang lebih membutuhkan vaksin dibanding negaranya.

3. Minta Warga Kumur Air Garam

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah) saat meninjau lokasi pembangunan 10.000 kompleks perumahan di Pyongyang, Korea Utara, Rabu (16/3/2022). [Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) / AFP]
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah) saat meninjau lokasi pembangunan 10.000 kompleks perumahan di Pyongyang, Korea Utara, Rabu (16/3/2022). [Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) / AFP]

Beberapa petinggi Korut meminta masyarakat untuk melakukan langkah pencegahan terhadap Covid-19 salah satunya dengan berkumur air garam. "Unit kepala pemantau komunitas mengunjungi setiap rumah pada pagi hari dan sore hari, menekankan bahwa mencuci tangan dan berkumur air garam merupakan cara efektif mencegah virus corona," kata salah satu warga di provinsi Pyongan Utara.

4. Andalkan Obat Tradisional

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah) saat meninjau lokasi pembangunan 10.000 kompleks perumahan di Pyongyang, Korea Utara, Rabu (16/3/2022). [Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) / AFP]
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah) saat meninjau lokasi pembangunan 10.000 kompleks perumahan di Pyongyang, Korea Utara, Rabu (16/3/2022). [Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) / AFP]

Selain berkumur air garam, masyarakat Korut juga diimbau untuk minum teh herba lonicera japonica atau daun gandarusa tiga kali sehari.  "Obat tradisional adalah yang terbaik!" ujar satu warga Korea Utara dalam wawancara dengan media Korut seperti dikutip dari CNA.

Baca Juga: Gelombang Covid-19 di Korea Utara Meningkat, Lima Hari Berturut-turut Pasien Demam Mencapai 200 Ribu

5.Buka Apotek Selama 24 Jam Meski Tak Memiliki Kapasitas Pengujian

Presiden Korea Utara Kim Jong Un. (Korean Friendship Association)
Presiden Korea Utara Kim Jong Un. (Korean Friendship Association)

Bukan hanya mengandalkan ramuan tradisional, Korut juga membuat kebijakan agar apotek buka 24 jam sehari sebagai langkah antisipasi. Korut sendiri telah memobilisasi militernya untuk mendistribusikan obat-obatan Covid-19 dan mengerahkan lebih dari 10 ribu petugas kesehatan untuk membantu melacak pasien potensial dalam pertempuran melawan wabah tersebut.

Komentar