Mendagri Singapura Sebut Remaja 17 Tahun Jadi Korban Radikalisasi UAS

Dany Garjito | Fita Nofiana | Suara.com

Selasa, 24 Mei 2022 | 15:07 WIB
Mendagri Singapura Sebut Remaja 17 Tahun Jadi Korban Radikalisasi UAS
Menteri Dalam Negeri sekaligus Menteri Hukum Singapura Kasiviswanathan Shanmugam (Facebook K Shanmugam Sc)

Suara.com - Penolakan Ustaz Abdul Somad (UAS) di Singapura memang mengundang perhatian publik. Penolakan Singapura dilayangkan karena UAS dianggap menyebarkan ajaran radikalisme.

Belum lama ini, Menteri Hukum dan Dalam Negeri Singapura menyebutkan bahwa seorang remaja di Singapura telah menjadi korban radikalisasi UAS.

Melansir dari The Straits Times, Singapura telah menemukan beberapa warga yang diduga terpapar radikalisasi setelah menonton video dan mengikuti khotbah UAS.

Di antara mereka yang ditangkap adalah seorang anak berusia 17 tahun yang ditahan di bawah Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri pada Januari 2020.

"Remaja itu telah menonton ceramah YouTube Somad tentang bom bunuh diri, dan mulai percaya bahwa pelaku bom bunuh diri adalah martir," kata Menteri Hukum dan Dalam Negeri K. Shanmugam pada hari Senin. (23 Mei).

Ustaz Abdul Somad jadi sorotan setelah ditolak di Singapura. (Instagram/@abdulsomadfans)
Ustaz Abdul Somad jadi sorotan setelah ditolak di Singapura. (Instagram/@abdulsomadfans)

"Khotbah Somad memiliki konsekuensi dunia nyata," tambahnya kepada wartawan di kantor pusat Kementerian Dalam Negeri (MHA) di daerah Novena, Singapura.

Menteri K. Shanmugam juga memberikan contoh lain tentang para pendukung UAS yang secara oline melayangkan berbagai ancaman online sejak UAS ditolak ke singapura.

Menurut Menteri K. Shanmugam, pendukung UAS telah melayangkan komentar yang menyerukan agar Singapura dibom dan dihancurkan.

Salat satu ujaran pendukung UAS yang dikutip oleh menteri adalah ancaman "mengirim pasukan pembela Islam untuk menyerang negara Anda [Singapura] seperti 9/11 di New York 2001, dan Kami juga akan mengusir warga Singapura yang berpura-pura transit dan tinggal di Indonesia".

"Negara kecil, namun sangat arogan, hanya dengan satu rudal dan Anda selesai," komentar pendukung UAS yang dikutip Mendagri Singapura.

UAS sendiri ditolak di perbatasan Singapura pada 16 Mei 2022 karena disebut menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasionisnya yang tidak dapat diterima dalam masyarakat multiras dan multiagama Singapura.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Tips Tinggal Dikontrakan Tapi Punya Uang Banyak, Endingnya Bikin Ngakak

Viral Tips Tinggal Dikontrakan Tapi Punya Uang Banyak, Endingnya Bikin Ngakak

Your Say | Selasa, 24 Mei 2022 | 14:51 WIB

Viral, Barang Paketan Berserakan di Lantai Rumah, Netizen Tanyakan ke Mana Pemiliknya

Viral, Barang Paketan Berserakan di Lantai Rumah, Netizen Tanyakan ke Mana Pemiliknya

Hits | Selasa, 24 Mei 2022 | 14:46 WIB

Ngaku Bawa Bom, Pria Majalengka Mau Rampok Bank Minta Rp 200 Juta Tubuh Dililiti Kabel, Publik: Money Heist Gagal

Ngaku Bawa Bom, Pria Majalengka Mau Rampok Bank Minta Rp 200 Juta Tubuh Dililiti Kabel, Publik: Money Heist Gagal

News | Selasa, 24 Mei 2022 | 14:49 WIB

Terkini

Dittipideksus Bareskrim Bongkar Sindikat Penyelundupan Bawang Ilegal Asal Malaysia

Dittipideksus Bareskrim Bongkar Sindikat Penyelundupan Bawang Ilegal Asal Malaysia

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:59 WIB

MAKI Ungkap Alasan Korupsi Tambang Bauksit Aseng Mulus Bertahun-tahun: Ada Beking Pejabat!

MAKI Ungkap Alasan Korupsi Tambang Bauksit Aseng Mulus Bertahun-tahun: Ada Beking Pejabat!

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:38 WIB

Ratusan Ponsel Pelaku Begal Diperiksa, Polda Metro Jaya Dalami Jaringan

Ratusan Ponsel Pelaku Begal Diperiksa, Polda Metro Jaya Dalami Jaringan

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:51 WIB

Viral Mobil Porsche Gunakan Pelat Dinas Mabes TNI, Kapuspen Duga Palsu

Viral Mobil Porsche Gunakan Pelat Dinas Mabes TNI, Kapuspen Duga Palsu

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:47 WIB

ShopeeVIP Gandeng Duolingo, Bikin Belanja Lebih Hemat & Upgrade Diri Lebih Menyenangkan

ShopeeVIP Gandeng Duolingo, Bikin Belanja Lebih Hemat & Upgrade Diri Lebih Menyenangkan

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:08 WIB

Plot Twist Muse Model Ngaku Dibegal di Jakbar, Hasil Visum: Itu Bisul Meletus

Plot Twist Muse Model Ngaku Dibegal di Jakbar, Hasil Visum: Itu Bisul Meletus

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:01 WIB

Airlangga: Kebijakan DHE dan Ekspor via Danantara Mulai Berlaku 1 Juni 2026

Airlangga: Kebijakan DHE dan Ekspor via Danantara Mulai Berlaku 1 Juni 2026

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:54 WIB

Jakarta Dikepung 24 Ribu CCTV, Polda Metro Jaya: Penjahat Tak Punya Ruang Gerak!

Jakarta Dikepung 24 Ribu CCTV, Polda Metro Jaya: Penjahat Tak Punya Ruang Gerak!

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:52 WIB

Bersih-bersih Jakarta! Polda Metro Jaya Tangkap 173 Bandit Jalanan, Sita 8 Senjata Api

Bersih-bersih Jakarta! Polda Metro Jaya Tangkap 173 Bandit Jalanan, Sita 8 Senjata Api

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:43 WIB

Banten Daerah Industri, Marinus Gea Desak Program HAM Fokus Lindungi Hak Buruh

Banten Daerah Industri, Marinus Gea Desak Program HAM Fokus Lindungi Hak Buruh

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:36 WIB