Pengibaran Bendera LGBT di Kedubes Inggris di Jakarta, Pemerintah RI Kecewa

Siswanto, BBC

Rabu, 25 Mei 2022 | 08:58 WIB
Pengibaran Bendera LGBT di Kedubes Inggris di Jakarta, Pemerintah RI Kecewa
BBC

Suara.com - Pengibaran bendera LGBT+ di Kedutaan Besar Inggris di Jakarta pekan lalu membuat pemerintah Indonesia kecewa sementara media sosial Kedubes Inggris ditanggapi banyak warganet yang menyatakan penolakannya.

Aktivis LGBT dari SuaraKita, Hartoyo mengatakan, penolakan itu menunjukkan masih "kurangnya pengetahuan terhadap HAM kelompok LGBT+ dan karena faktor kebencian".

Pemerintah Indonesia menyatakan keprihatinan dan kekecewaan atas langkah yang dilakukan oleh Kedutaan Besar Inggris bendera LGBT+ di Kedutaan Inggris, pekan lalu.

Kementerian Luar Negeri RI menyatakan telah memanggil Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Senin (23/05) untuk menyampaikan kekecewaan tersebut.

"Kemlu menilai tindakan tersebut sangat tidak sensitif dan meminta Kedutaan Besar Inggris dan juga semua perwakilan negara sahabat di Indonesia untuk selalu menghargai nilai-nilai agama, sosial, norma budaya dan keyakinan masyarakat Indonesia," tulis Kemlu dalam keterangan persnya.

Baca juga:

Dalam rilis itu, Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Owen Jenkins, mencatat kekecewaan dan protes pemerintah Indonesia serta akan menyampaikannya ke London.

Selain pernyataan resmi dari pemerintah, penolakan juga muncul dari warganet yang membanjiri unggahan Kedubes Inggris di Instagram.

Penolakan warganet

https://www.instagram.com/p/Cdss2Narbt2/?igshid=YmMyMTA2M2Y=

baca juga

Terdapat lebih dari 9.200 komentar dengan hampir 5.000 like dalam unggahan di atas. Mayoritas komentar bernada negatif dan menolak pengibaran bendera tersebut, walaupun ada beberapa pihak yang mendukung tindakan Kedubes Inggris.

Beberapa komentar penolakan di antaranya:

Danang_s.n : "Apa anda tidak di ajarkan untuk menghargai perbedaan. Kok se enaknya anda mengibarkan bendera lain selain bendera Indonesia & negara anda. Negara anda kalo mau mengakui lgbt silakan tp jgn mengibarkan bendera itu di tanah Indonesia".

Fariedakbar: "Indonesia negara TOLERANSI, menerima perbedaan, bukan penyimpangan".

A_zainuddin43: "Anda yang harus menghargai Budaya dan Aturan Indonesia. Manusia d ciptakan berpasang-pasangan, Laki Perempuan. Kelainan bisa disembuhkan; terapi hormon, pergaulan, religi. Bukan pengakuan".

Sementara, akun-akun yang mendukung unggahan tersebut, seperti:

Arisdogonzalez: "Thank you @ukinindonesia (icon bendera dan love berbagai warna)"

Noelcycles: "A great reminder for us all that the UK Embassy Jakarta is not *actually* in Indonesia; it's technically the UK. Indonesia embassy in London is technically Indonesia. So whether someone agrees or disagrees based on their religion or anything else…the UK Embassy is allowed to fly whatever flag they want, whether you agree with it or not; a right afforded to every consulate or embassy, worldwide. The Indonesian embassy in London could fly a flag most Brits do not completely align with…and they would be within their rights."

Selain di Instagram, Kedubes Inggris juga mengunggah foto itu ke Facebook, dan mendapat 100 komentar dan 11 dibagikan.

Seorang warganet bernama Agus N berkomentar "How about Islamophobia?" dan akun British Embassy Jakarta, menjawab "we stand against all forms of discrimination. Discrimination on grounds of religion is against the law in the UK. "Kami menentang semua bentuk diskriminasi. Diksriminasi atas dasar agama bertentangan dengan hukum di Inggris."

Mengapa Inggris mengibarkan bendera LGBT?

Dalam keterangan di sosial medianya, Kedubes Inggris untuk Indonesia mengibarkan bendera LGBT+ sebagai peringatan atas Hari Internasional Melawan Homofobia, Bifobia, dan Transfobia (IDAHOBIT) pada 17 Mei lalu.

Inggris menegaskan bahwa hak-hak LGBT+ adalah hak asai manusia yang fundamental. Ditambahkan, cinta adalah sesuatu yang berharga. Setiap orang, di mana pun, harus memiliki kebebasan untuk mencintai yang mereka sayangi dan mengekspresikannya tanpa rasa takut akan kekerasan dan diskriminasi.

Masih dalam keterangan itu, kriminalisasi masih terjadi: "di 71 negara untuk tindakan sesama jenis, di 15 negara untuk ekspresi dan/atau identitas gender melalui 'cross-dressing'; dan di 26 negara untuk semua transgender. Pelecehan dan kekerasan adalah bagian rutin dari kehidupan LGBT+, di mana saja."

"Kurang pengetahuan dan kebencian"

Aktivis LGBT dari SuaraKita, Hartoyo, mengatakan reaksi warganet itu menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia masih menolak perjuangan hak dasar kelompok LGBT, yang sebenarnya, didasari atas kurangnya pengetahuan dan kebencian.

"Pengibaran bendera LGBT itu sebagai bentuk perjuangan HAM di level internasional, yang harus dihormati. Tapi publik Indonesia masih butuh pengetahuan tentang keberagamaan gender dalam perspektif HAM," kata Hartoyo.

Ia pun meminta pemerintah untuk tidak mengambil langkah yang terlalu berlebihan, karena pengibaran bendera LGBT di kedubes merupakan hak dari negara tersebut.

"Saya lihat, sikap pemerintah memanggil dubes Inggris itu untuk menenangkan publik, tapi jangan terlalu berlebihan," ujarnya.

Di balik pro-kontra perdebatan tentang LGBT di media sosial, Hartoyo mengambil sisi positif, yaitu semakin membuka, meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang isu tersebut.

"Sosial media membuat orang semakin sadar, terbuka, dan mencari informasi, hingga membentuk identitas politik, walaupun juga meningkatkan resistensi dan penolakan di sisi lain. Terjadi pertarungan wacana dalam demokrasi, ini wajar dan positif," katanya.

"Namun, perbedaan pandanganan ini dapat mengarah ke sisi toleransi atau kebencian, berada di tangan dan dukungan pemerintah, seperti di Eropa, AS dan negara-negara maju," katanya.

Apakah hanya berkibar di Indonesia?

Selain di Indonesia, tahun ini, pengibaran bendera LGBT+ oleh Kedubes Inggris juga terjadi di beberapa negara, di antaranya Thailand, Myanmar, Vietnam dan India.

https://m.facebook.com/photo.php?fbid=371182385054511&id=100064882562352&set=a.306398588199558&source=57

https://www.facebook.com/ukinmyanmar/photos/a.10152788638712865/10158817422422865

https://www.instagram.com/p/Cdp_qAHPCc4/

Berbeda dengan Indonesia, dalam unggahan itu terlihat banyak responsnya berupa dukungan dari warganet. Di antaranya:

Win Yadanar Kyaw: I'll always support LGBTQIA ".

Nai Ye: "Love is Equality Love has no gender ".

Sementara di Filipina, Kedubes Inggris tidak mengibarkan bendera, melainkan mengenakan baju dengan warga pelangi.

https://www.instagram.com/p/CdpfYTvJMWI/

Penolakan oleh negara-negara lain

Penolakan terhadap pengibaran bendera LGBT+ Kedubes Inggris juga dilakukan oleh Uni Emirat Arab tahun lalu.

https://twitter.com/ukinuae/status/1409376131216719872?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1409376131216719872%7Ctwgr%5E%7Ctwcon%5Es1_&ref_url=https%3A%2F%2Fwww.cnbc.com%2F2021%2F06%2F30%2Fus-and-uk-embassies-in-uae-see-backlash-for-flying-gay-pride-flag.html

Tahun ini Kedubes Inggris di UEA tidak lagi mengunggah bendera itu di akun media sosialnya.

Kemudian di akun media sosial Kedubes Inggris di Malaysia juga tidak terlihat unggahan terkait LGBT+ dan peringatan IDAHOBIT.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nasib Hutan Papua jika Burung Cenderawasih Kehilangan Habitat dan Pohon Pakan

Nasib Hutan Papua jika Burung Cenderawasih Kehilangan Habitat dan Pohon Pakan

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:03 WIB

Manusia Ditargetkan Kembali Mendarat di Bulan pada 2028

Manusia Ditargetkan Kembali Mendarat di Bulan pada 2028

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:56 WIB

Duplikasi Gaya Jokowi Elektabilitas KDM Melejit di Bursa Capres 2029

Duplikasi Gaya Jokowi Elektabilitas KDM Melejit di Bursa Capres 2029

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:22 WIB

Koalisi 2029 Bisa Goyah! Prabowo Diminta Rem Pernyataan Kontroversial

Koalisi 2029 Bisa Goyah! Prabowo Diminta Rem Pernyataan Kontroversial

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:06 WIB

iPad Lipat Apple Disebut Mirip Huawei MateBook Fold?

iPad Lipat Apple Disebut Mirip Huawei MateBook Fold?

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Menjawab Kritik Polisi Bahasa: Mengapa Kita Harus Berhenti Menganggap Bahasa Sedang Rusak

Menjawab Kritik Polisi Bahasa: Mengapa Kita Harus Berhenti Menganggap Bahasa Sedang Rusak

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:57 WIB

Kejurnas Catur ke-51 Digelar di Banten, PB Percasi Punya Misi Besar

Kejurnas Catur ke-51 Digelar di Banten, PB Percasi Punya Misi Besar

Sport | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:56 WIB

PLN Perkuat Layanan Kelistrikan Terintegrasi untuk Rumah Tangga hingga Pelaku Usaha

PLN Perkuat Layanan Kelistrikan Terintegrasi untuk Rumah Tangga hingga Pelaku Usaha

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:56 WIB

Ungguli Prabowo di Survei, KDM Berpeluang Balik Golkar dan Duet Bareng Gibran di 2029

Ungguli Prabowo di Survei, KDM Berpeluang Balik Golkar dan Duet Bareng Gibran di 2029

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:54 WIB

Kilang Balikpapan Hampir Rampung, Impor Bensin RI Berpotensi Turun Separuh

Kilang Balikpapan Hampir Rampung, Impor Bensin RI Berpotensi Turun Separuh

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:48 WIB

Terkini

AI Mulai Masuk Peralatan Rumah Tangga, Mesin Cuci hingga TV Kini Makin Pintar

AI Mulai Masuk Peralatan Rumah Tangga, Mesin Cuci hingga TV Kini Makin Pintar

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 15:31 WIB

Lebih dari Pendidik, Guru PAUD dan TK Diharapkan Jadi Teladan Pembentukan Karakter Anak

Lebih dari Pendidik, Guru PAUD dan TK Diharapkan Jadi Teladan Pembentukan Karakter Anak

Jawa Tengah | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Modus Nyamar Jual Sayur Keliling, Dua Pria di Ponorogo Kuras 209 Gram Emas Demi Foya-foya

Modus Nyamar Jual Sayur Keliling, Dua Pria di Ponorogo Kuras 209 Gram Emas Demi Foya-foya

Jatim | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Ayah Meghan Markle Terseret Kasus Pornografi Anak di Filipina

Ayah Meghan Markle Terseret Kasus Pornografi Anak di Filipina

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 15:27 WIB

Asap Karhutla Kuning Masih Selimuti Palangkaraya, Ganggu Jarak Pandang

Asap Karhutla Kuning Masih Selimuti Palangkaraya, Ganggu Jarak Pandang

Kaltim | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 15:24 WIB

Dari Kue Hingga Skincare, Matcha Dimodifikasi Sejauh Ini Demi Bisa Disukai?

Dari Kue Hingga Skincare, Matcha Dimodifikasi Sejauh Ini Demi Bisa Disukai?

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Bagaimana Cara Menghilangkan Flek Hitam di Leher dan Dada Akibat Paparan Matahari?

Bagaimana Cara Menghilangkan Flek Hitam di Leher dan Dada Akibat Paparan Matahari?

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Menteri ESDM Minta Pegawai Prioritaskan Rakyat Dibanding Pengusaha

Menteri ESDM Minta Pegawai Prioritaskan Rakyat Dibanding Pengusaha

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Satgas PKH Tak Tangani Pidana Karhutla, Penindakan Diserahkan ke Polri dan Kejagung

Satgas PKH Tak Tangani Pidana Karhutla, Penindakan Diserahkan ke Polri dan Kejagung

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 15:08 WIB

Mobil Listrik BYD Masuk Daftar Hitam Pentagon Karena Alasan Keamanan

Mobil Listrik BYD Masuk Daftar Hitam Pentagon Karena Alasan Keamanan

Otomotif | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 15:05 WIB

×