facebook

Duka Panjang Amerika Gegara Teror Penembakan Massal

Bangun Santoso
Duka Panjang Amerika Gegara Teror Penembakan Massal
Penembakan di sekolah di Texas AS. (AFP)

Rentetan kasus penembakan massal di AS seolah tak pernah berhenti, terkini melanda sebuah SD di Texas menewaskan 21 orang yang mayoritas adalah anak-anak

Suara.com - Belasungkawa datang dari berbagai penjuru dunia buntut insiden penembakan di AS. Sementara warga Amerika mendesak diloloskannya undang-undang pengendalian kepemilikan senjata api yang lebih keras.

Insiden penembakan massal kali ini mengguncang kota Uvalde, di barat daya Texas, di mana pihak berwenang mengatakan seorang remaja berusia 18 tahun menembak neneknya di rumah mereka, kemudian menabrakkan mobil dan memasuki sebuah sekolah dasar untuk melakukan penembakan membabibuta sebelum akhirnya dihentikan oleh aparat keamanan.

Seorang pejabat penegak hukum mengatakan pada CNN, seluruh korban adalah murid kelas empat yang berada di satu kelas di Robb Elementary School.

Presiden Joe Biden, dalam sebuah pidato yang emosional di Gedung Putih Selasa (24/5) malam, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban sambil mempertanyakan mengapa penembakan massal merupakan hal yang biasa terjadi di Amerika.

Baca Juga: Daftar Penembakan Sekolah di Amerika Serikat Selama 2022, Terbaru di Texas

“Saya baru saja kembali dari lawatan ke Asia untuk bertemu dengan bebeapa pemimpin Asia. Saya mengetahui tentang insiden penembakan ini ketika masih berada di pesawat. Yang mengejutkan saya adalah mengapa penembakan massal jarang terjadi di negara-negara lain? Mengapa? Mereka juga punya masalah kesehatan jiwa. Mereka juga punya isu-isu di dalam negeri. Mereka juga memiliki warga yang bermasalah. Tetapi penembakan massal tidak pernah terjadi dengan tingkat frekuensi sebagaimana yang terjadi di Amerika. Mengapa?,” ujar Biden.

Pemimpin Dunia Sampaikan Belasungkawa

Penembakan di sekolah di Texas AS. (Foto: AFP)
Penembakan di sekolah di Texas AS. (Foto: AFP)

Sejumlah pemimpin negara dan tokoh dunia menyampaikan duka cita pada keluarga korban penembakan di Texas, antara lain Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

“Saya ingin menggemakan apa yang baru saja disampaikan tentang laporan penembakan fatal di sebuah sekolah dasar di Texas. Kami ikut berbelasungkawa pada mereka yang terdampak serangan mengerikan ini,” ujar Johnson.

“Saya ingin menyampaikan belasungkawa pada seluruh keluarga dan teman anak-anak yang tewas dalam serangan mengerikan di sebuah sekolah dasar di Texas, Amerika... Pembunuhan anak-anak yang tidak berdosa ini terjadi di masa yang benar-benar damai. Jika saya bisa berpendapat, ini berarti perang terjadi di mana-mana. Dalam masyarakat kita dan di dunia secara keseluruhan,” kata Zelensky.

Baca Juga: Penembakan Brutal di Sekolah di Amerika Serikat, Kemenlu Pastikan Tak Ada WNI yang Tewas

Paus Fransiskus secara khusus membisikkan doa dalam misa di Lapangan Santo Petrus, Vatikan.

Komentar