Viral! Pemuda Diduga Diculik Keluarga Dimintai Tebusan, Pelaku Video Call Menunjukkan Kondisi Korban

Dany Garjito | Fita Nofiana | Suara.com

Selasa, 31 Mei 2022 | 10:43 WIB
Viral! Pemuda Diduga Diculik Keluarga Dimintai Tebusan, Pelaku Video Call Menunjukkan Kondisi Korban
Bagus hilang sejak November 2021 (twitter.com/woomitrash)

Suara.com - Seorang pemuda diduga diculik usai mendapatkan telepon soal tawaran pekerjaan. Kisahnya viral di media sosial dan hingga kini masih dalam pencarian.

Pada sebuah utas, akun Twitter @woomistrash menceritakan saudaranya atas nama Bagus yang hilang sejak novermber tahun 2021 lalu.

Bagus Pujianto adalah pemuda kelahiran 2001 yang berdomisili di Mranggen, Demak, Jawa Tengah. Ia dilaporkan hilang sejak 18 November 2021 namun belum ada kejelasan usai melapor ke polisi.

Suara.com sudah mendapatkan izin dari pembuat utas, @woomistrash untuk memberitakan hilangnya Bagus.

Diduga Diculik Usai Diimingi Pekerjaan

Bagus hilang (twitter.com/woomitrash)
Bagus hilang (twitter.com/woomitrash)

Bagus bekerja di sebuah warung makan ayam, ia memang bekerja setelah lulus SMA. Biasanya ia berangkat kerja diantar oleh ayahnya ke halte terdekat untuk diteruskan menggunakan bus kota.

Namun tanggah 18 November, ia diantar kerja dan tak pernah pulang hingga sekarang.

Tepat malam sebelum Bagus menghilang, kakaknya mendengar Bagus menerima sebuah telepon.

Kalimat dari Bagus yang terdengar saat itu adalah, "ini saya bawa uangnya langsung atau bisa transfer? terus nanti saya langsung kerja enggak?”.

Besoknya Bagus bekerja seperti biasa. Namun ia tak kunjung pulang hingga orangtunya mendatangi warung makan ayam tempat Bagus bekerja.

"Tapi kata orang-orang sana ternyata dia [Bagus] udah pindah kerja, dan dia enggak bilang pindah di mana. Setelah dicari tau, ternyata dia pindah ke salah satu tempat karaoke besar di Semarang, jadi cleaning service," rulis akun @woomistrash yang merupakan saudara dari Bagus.

Bagus hilang (twitter.com/woomitrash)
Bagus hilang (twitter.com/woomitrash)

Akhirnya orangtua mendatangi tempat kerja barunya, namun Bagus tak berangkat kerja sejak sang bapak mengantarnya.

"Anak ini [Bagus] sehari-hari pendiam dan agak tertutup, dia hanya mau terbuka dengan ibunya. Tapi bulan Juli 2021 ibunya meninggal dunia, alias beberapa bulan sebelum dia hilang," imbuhnya.

Ayah Bagus sudah melapor ke Polsek, kemudian sang Kakak juga melapor ke Polrestabes Semarang, hingga Reskrim namun tetap tak ada hasil.

Video Call Nomor Tak Dikenal

Pada tanggal 27 November 2021 di tengah malam, ada nomor tak dikenal yang video call kakak bagus. Setelah diangkat, wajah Bagus muncul ia ketakakutan dan minta ditransfer uang sebersar Rp 5 juta.

"Pas Video call, kondisinya dia minta uang lima juta, suruh transfer sekarang sambil minta tolong banget, dia video call jam 12 malam pakai nomor baru, tapi foto profil adik saya," ujar Adi Pamungkas, kakak Bagus saat dihubungi Suara.com melalui pesan WhatsApp Selasa (31/5/2022).

Video call Bagus tampak ada korban lain (twitter.com/woomitrash)
Video call Bagus tampak ada korban lain (twitter.com/woomitrash)

Menurut Adi, tempat adiknya melakukan video call adalah sebuah ruangan di mana terlihat banyak anak seumuran adiknya.

Terdengar pula suara seorang pria yang marah-marah meminta Bagus pindah tempat dan memaksa untuk cepat ditransfer.

Ada ancaman jika Bagus tak mentransfer maka ia akan mati.

Adi sendiri meminta Bagus untuk share lokasi, tapi adiknya itu tak berani. Kemudian video call dimatikan dan nomor tersebut tak bisa lagi ditelepon.

Nomor tersebut kemudian mengirimkan video Bagus yang duduk. Bagus diminta tersenyum dalam video tersebut.

"Masa cemberut kayak gitu, jangan cemberut jangan terpaksa senyumnya, katanya mau pulang," ujar pria di balik video Bagus.

Kakak bagus dikirimi video, bagus dipaksa tersenyum (twitter.com/woomitrash)
Kakak bagus dikirimi video, bagus dipaksa tersenyum (twitter.com/woomitrash)

Menurut Adi, pemilik nomor mengirimkan pesan jika Bagus ingin pulang maka harus membayar Rp 5 juta untuk administrasi mendaftar kerja.

Kelaurga tak langsung memberikan uang, namun kemudian pihak terduga peculik menurunkan nominal menjadi Rp 2 juta sebagai administrai dan ongkos Bagus pulang.

Keluarga menolak lagi dan melakukan negosiasi, akhirnya dengan persetujuan keluarga akan mengirim uang sebesar Rp 1,5 juta dan sisanya akan diberikan langsung ketika Bagus dipulangkan.

Orang yang diduga menculik itu mengiyakan dan memberikan nomor rekening, namun setelah uang dikirim nomor tersebut tak bisa dihubungi.

Tak Ada Kabar dari Kepolisian

Meski kejadian sudah terjadi berbulan-bulan, pihak kepolisian belum memberikan kabar. Bahkan pihak keluarga sampai mengaku lelah berharap pada polisi.

Pada sebuah tangkapan layar yang dibagikan di Twitter, polisi malah meminta agar Adi, kakak Bagus untuk menjemput Bagus sendiri dan mengusahakan baik-baik.

Padahal Adi jelas-jelas tak tahu posisi Bagus sehingga minta bantuan polisi. Kemudian polisi malah meminta Adi menanyakan langsung pada ornag yang meminta tebusan soal lokasi Bagus.

"Tapi ada satu anggota yg mengatakan bahwa beliau sudah berhasil bertemu sosok Ardiles ini, beliau mengatakan bahwa Ardiles (nama pemilik rekening) ini backingannya cukup kuat sehingga tidak dapat lgsg diamankan. Menurut saya ini cukup aneh juga," tulis akun @woomitrash.

"Lalu ketika si Ardiles ini ditanya di mana posisi Bagus dan anak-anak lainnya, dia bilang tidak tau karena dia hanya sebagai perantara saja," tambahnya.

Meskipun cerita sudah viral di media sosial, namun hingga berita ini dibuat keluarga masih belum mendapatkan titik terang.

Respons polisi (twitter.com/woomitrash)
Respons polisi (twitter.com/woomitrash)

Akun @woomitrash juga menyatakan belum ada kabar dari kepolisian.

"Sejauh ini belum ada pihak kepolisian menghubungi. Hanya dari perwakilan Ombudsman Jateng yang menghubungi saya," ungkap @woomitrash saat dihubungi Suara.com melalui pesan langsun Twitter.

"Jadi keluarga akan datang ke kantor ombudsman jateng untuk menceritakan kronologi dan bukti-buktinya, dari ombudsman akan melakukan pendampingan juga," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Foto Jadul di Warung Tahun 1980, Publik Salfok Lihat Kemasan Produk Ini

Viral Foto Jadul di Warung Tahun 1980, Publik Salfok Lihat Kemasan Produk Ini

Lifestyle | Selasa, 31 Mei 2022 | 10:10 WIB

Tanpa Beban, Pengendara Motor Jalan Nyantai di Tol Jakarta-Cikampek, Sanksi Apa yang Bakal Diterima Pelaku?

Tanpa Beban, Pengendara Motor Jalan Nyantai di Tol Jakarta-Cikampek, Sanksi Apa yang Bakal Diterima Pelaku?

Bekaci | Selasa, 31 Mei 2022 | 10:06 WIB

Pria Ini Hobi Berkostum Layaknya Ibu Hamil, Bersyukur Jika Bisa Hamil Beneran

Pria Ini Hobi Berkostum Layaknya Ibu Hamil, Bersyukur Jika Bisa Hamil Beneran

Kalbar | Selasa, 31 Mei 2022 | 09:55 WIB

Terkini

Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial

Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial

News | Sabtu, 11 April 2026 | 22:57 WIB

Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?

Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?

News | Sabtu, 11 April 2026 | 22:47 WIB

Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader

Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader

News | Sabtu, 11 April 2026 | 20:18 WIB

Panas Diendus KPK, Pengamat Tantang Polri Ungkap Produksi Rokok Ilegal

Panas Diendus KPK, Pengamat Tantang Polri Ungkap Produksi Rokok Ilegal

News | Sabtu, 11 April 2026 | 19:15 WIB

Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta

Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta

News | Sabtu, 11 April 2026 | 18:23 WIB

Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene

Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene

News | Sabtu, 11 April 2026 | 18:00 WIB

Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta

Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta

News | Sabtu, 11 April 2026 | 17:48 WIB

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit

News | Sabtu, 11 April 2026 | 17:25 WIB

Fakta Baru OTT di Tulungagung: Adik Bupati Juga Ikut Diamankan KPK

Fakta Baru OTT di Tulungagung: Adik Bupati Juga Ikut Diamankan KPK

News | Sabtu, 11 April 2026 | 17:00 WIB

Proyek Dikebut! Stasiun JIS Siap Beroperasi Juni 2026, Warga Bisa Naik KRL Langsung ke Stadion

Proyek Dikebut! Stasiun JIS Siap Beroperasi Juni 2026, Warga Bisa Naik KRL Langsung ke Stadion

News | Sabtu, 11 April 2026 | 16:34 WIB