Elon Musk Mengharuskan Karyawan Tesla Kembali Bekerja di Kantor Paling Kurang 40 Jam Per Minggu

Siswanto, ABC

Kamis, 02 Juni 2022 | 13:44 WIB
Elon Musk Mengharuskan Karyawan Tesla Kembali Bekerja di Kantor Paling Kurang 40 Jam Per Minggu
Ilustrasi mobil Tesla. (pixabay.com)

Suara.com - Direktur Eksekutif Tesla Elon Musk memerintahkan kepada semua karyawan perusahaan tersebut agar mereka kembali bekerja di kantor, dan bila tidak mau harus berhenti.

Kantor berita Reuters mendapatkan salinan email yang dikirimkan oleh Elon Musk kepada seluruh karyawan Tesla.

"Semua orang di Tesla harus menghabiskan minimum 40 jam bekerja di kantor per minggu," tulis Elon Musk dalam email yang dikirim hari Selasa malam.

"Kalau anda tidak muncul di kantor, kami beranggapan bahwa anda sudah mengundurkan diri."

"Semakin senior posisi anda, kemunculan anda semakin harus semakin tampak," tulisnya.

"Itulah mengapa saya tinggal di pabrik begitu banyak, sehingga mereka yang bekerja di bidang produksi bisa melihat saya bekerja bersama dengan mereka," katanya.

"Bila saya tidak melakukan hal tersebut, Tesla sudah lama bangkrut."

Dua sumber mengukuhkan keaslian dari email tersebut namun Tesla tidak memberikan jawaban atas permintaan Reuters untuk memberikan tanggapan.

Beberapa perusahaan teknologi besar yang berkantor di Lembah Silicon Californnia tidak mengharuskan karyawan untuk kembali bekerja di kantor penuh waktu.

baca juga

Ini terjadi karena adanya penolakan dari sejumlah karyawan dan juga meningkatnya kembali kasus COVID di negara bagian tersebut.

Tesla sudah memindahkan kantor pusatnya ke Austin (Texas) namun divisi teknik dan salah satu pabrik perakitan mobilnya masih berlokasi di San Francisco Bay California.

"Tentu saja ada perusahaan yang tidak mensyaratkan hal ini tetapi kapan mereka bisa mengirimkan produk baru yang hebat? Sudah lama tidak ada," tulis Musk dalam email kepada staf tersebut.

"Tesla sudah dan akan menciptakan dan benar-benar memproduksi  produk yang paling hebat dan paling berarti di dunia. Ini tidak akan terjadi hanya dengan pertemuan lewat telepon."

Karyawan Tesla kecewa

Beberapa karyawan Tesla sudah menyampaikan kekecewaan mereka atas pernyataan Elon Musk tersebut.

Mereka kemudian menulis di applikasi anonim Blind di mana pengguna harus menggunakan email perusahaan sebagai bukti mereka bekerja di sana.

"

"Bila ada eksodus besar-besaran, bagaimana Tesla bisa menyelesaikan proyek mereka? Saya kira para investor tidak akan senang dengan hal ini," tulis seorang karyawan Tesla.

"

"Berharap dia akan segera membatalkan keputusan ini," tulis yang lain.

Sebuah lembaga advokasi bagi pekerja yang berbasis di California mengecam rencana Elon Musk tersebut.

"Pekerja termasuk di kantor pemerintahan melihat bahwa mandat untuk bagi kembalinya semua pekerja ke kantor bisa berbuntut penyebaran wabah," kata Stephen Knight, direktur eksekutidf Worksafe dalam pernyataan lewat email kepada Reuters.

"Sayangnya Tesla tidak mengindahkan keselamatan pekerja sudah sering terdengar, termasuk ketidakpatuhan mereka terhadap aturan dari departemen kesehatan setempat di awal pandemi."

Di bulan Mei 2020, Elon Musk membuka lagi pabrik Tesla di Fremont, California tidak mengindahkan langkah penerapan lockdown yang dilakukan kota praja Alamedia dalam usaha mencegah penyebaran COVID-19.

Menurut data yang didapat oleh situs informasi hukum Plainsite, Tesla melaporkan adanya 440 kasus di pabrik mereka antara bulan Mei sampai Desember 2020.

Tahun lalu perusahaan roket Elon Musk SpaceX melaporkan adanya 132 kasus di kantor pusatnya di kawasan Hawthorne di Los Angeles, masih dari sumber informasi yang sama.

Elon Musk sendiri sebelumnya sudah menyatakan ketidakpercayaan akan risiko COVID-19 dengan mengatakan "kepanikan akan covid adalah tidakan bodoh dan anak-anak pada dasarnya kebal terhadap virus tersebut".

Dia sendiri kemudian dua kali terkena COVID.

Musk sebut warga AS enggan bekerja

Bulan lalu Elon Musk mengatakan "warga Amerika tampaknya enggan untuk mau kembali bekerja", sementara para pekerja China "bahkan tidak mau meninggalkan tempat kerja mereka.'

Pabrik Tesla di Shanghai China sekarang bekerja dalam shift penuh untuk memproduksi mobil listrik menyusul lockdown sebelumnya yang membuat kota keuangan terbesar di dunia tersebut ditutup selama 22 hari.

Beberapa perusahaan besar di dunia sekarang menerapkan sistem kerja bergantian di rumah dan di kantor,  namun perusahaan lain seperti misalnya perusahaan induk Google Alphabet mulai mengharuskan pekerja kembali ke kantor secara bertahap.

Alphabet mengharuskan pekerja berada di kantor sedikitnya tiga hari dalam seminggu sejak awal April, namun banyak pekerja yang sudah mendapatkan izin untuk bekerja sepenuhnya dari rumah atau tempat lain di luar kantor.

CEO Twitter Parag Agrawal di bulan Maret mengumumkan bahwa kantor Twitter akan dibuka kembali namun karyawan masih boleh bekerja dari rumah sesuai dengan kehendak mereka.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dorong Industri Lokal Naik Kelas, Standar Mutu dan Keberlanjutan Jadi Perhatian

Dorong Industri Lokal Naik Kelas, Standar Mutu dan Keberlanjutan Jadi Perhatian

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:40 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:49 WIB

300 Warga Tangerang Ditargetkan Terima Pemeriksaan Mata Gratis dan Bantuan Kacamata

300 Warga Tangerang Ditargetkan Terima Pemeriksaan Mata Gratis dan Bantuan Kacamata

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Ribuan Massa Gelar Aksi Indonesia Sadar di Bundaran HI, Ini 5 Tuntutannya

Ribuan Massa Gelar Aksi Indonesia Sadar di Bundaran HI, Ini 5 Tuntutannya

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:05 WIB

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Terkini

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

×