Mahasiswa Kedokteran Lebih Suka Kerja di Rumah Sakit, Australia Dikhawatirkan Kekurangan Dokter Umum

Siswanto, ABC

Jum'at, 03 Juni 2022 | 18:12 WIB
Mahasiswa Kedokteran Lebih Suka Kerja di Rumah Sakit, Australia Dikhawatirkan Kekurangan Dokter Umum
Ilustrasi dokter. (Pixabay/sammy sander)

Suara.com - Kalangan dokter di Australia mengatakan mendapatkan dokter baru yang mau bekerja sebagai dokter umum semakin susah setelah masa COVID karena jumlah mahasiswa kedokteran yang memilih karier jadi dokter umum berkurang.

Salah satunya adalah yang terjadi di negara bagian Queensland di mana Ikatan Dokter di sana mengatakan bahwa karena kurangnya dokter umum, banyak tempat praktik dokter umum terjadi antrean dengan masa tunggu lebih lama.

Dalam sistem layanan kesehatan di Australia, dokter umum yang dikenal dengan nama GP (General Practitioners) adalah layanan pertama yang didatangi oleh warga yang menghadapi masalah kesehatan.

Para dokter umum bisa praktik sendirian atau bagian dari sebuah klinik bersama dengan para dokter lainnya.

Wakil Presiden Ikatan Dokter Queensland (AMAQ) Nicholas Yim mengatakan situasi yang ada sekarang ini terjadi di seluruh negara bagian tersebut.

"Banyak mahasiswa kedokteran dan juga dokter muda yang sudah menjalani pelatihan tidak memilih kedokteran umum sebagai bidang spesialisasi mereka," katanya.

"Tidak semua tempat untuk pelatihan menjadi dokter umum terisi, dibandingkan misalnya 10 tahun lalu."

"Inilah salah satu alasan mengapa nantinya, mungkin sekitar 3-4 tahun ke depan, ada terjadi kekurangan dokter umum lebih banyak khususnya ketika terjadi perpindahan penduduk lebih banyak dari negarab bagian lain."

Mahasiswa mesti mendapat lebih banyak magang

Dekan Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi Griffith University  professor David Ellwood mengatakan mengirimkan mahasiswa kedokteran untuk mendapatkan pengalaman lebih banyak dalam hal kedokteran umum adalah masalah umum yang dihadapi fakultas kedokteran di Australia.

baca juga

Dia mengatakan bahwa Jaringan Layanan Primer sudah sangat 'membantu' dalam penempatan mahasiswa kedokteran di tempat praktik dokter umum namun lebih banyak hal hal mesti dilakukan.

"Jelas adalah tantangan besar mendapatkan tempat praktik dokter umum yang cukup bagi mahasiswa kedokteran untuk belajar," kata Professor Ellwood.

"Tidak banyak mahasiswa kedokteran ketika lulus berpikiran untuk menekuni kedokteran umum sebagai karier, dan kami memiliki data yang cukup untuk mengetahui minat mereka."

"Sebagai mahasiswa kedokteran, mereka lebih terbiasa dengan lingkungan rumah sakit."

Professor Ellwood mengatakan akan merupakan hal yang bagus bila lebih banyak lulusan kedokteran memilih menjadi dokter umum sebagai karier di saat kelulusan.

Dia mengatakan klinik kedokteran umum yang kekurangan staf dan para dokter umum yang menangani pasien terlalu banyak  membuat susah untuk menerima mahasiswa kedokteran untuk magang  di sana.

"Saya kira itulah alasan mengapa praktik dokter umum tidak menarik bagi mahasiswa kedokteran dan karenanya mengapa sulit untuk mengirimkan mahasiswa ke sana," kata Professor Ellwood.

"Bila memang sudah terjadi kekurangan dokter umum, dan dokter yang ada sudah sangat sibuk, dan harus bekerja keras untuk mendapatkan penghasilan memadai dari tempat praktik mereka, maka tentu lebih susah untuk menerima mahasiswa magang di tempat mereka."

"Sangat sibuk dalam 30 tahun terakhir"

Dokter umum Maria Boulton yang baru saja menjadi Presiden Ikatan Dokter Queensland (AMAQ) mengatakan dia khawatir dengan sistem layanan kesehatan saat ini yang 'kewalahan'.

Dia mengatakan bahwa sistem rabat Medicare harus dikaji ulang.

Medicare adalah sistem layanan kesehatan di Australia di mana dokter akan mendapat bayaran porsi tertentu dari negara dalam menangani pasien.

Jumlahnya bervariasi tergantung berapa lama konsultasi dan kapan konsultasi dengan pasien dilakukan.

"Kami sekarang ini sangat sibuk dan keadaan ini belum pernah terjadi sebelumnya," kata Dr Boulton.

"Saya berbicara dengan seorang dokter umum yang sudah bekerja selama 30 tahun terakhir dan mengatakan sekarang dalam masa paling sibuk dalam karier mereka."

"Praktik dokter umum baik di klinik maupun sendirian tidak mendapat perhatian pemerintah paling kurang dalam 10 tahun terakhir, dengan rabat Medicare tidak sesuai lagi dengan biaya untuk menyediakan layanan."

Dr Boulton  mengatakan banyak dokter dan perawat di layanan primer ini yang sudah mengalami 'kelelahan' dalam bekerja.

"Kemarin saya berbicara dengan seorang para medis yang harus membawa pasien dari tempat praktik saya, dan dia stress dengan masa tunggu yang harus dialaminya ketika tiba di rumah sakit."

Para pakar mengatakan pemerintah harus menyadari mengenai pentingnya pelatihan bagi dokter umum.

"Perlunya pengakuan bahwa penting sekali bagi para dokter umum untuk mengalokasikan waktu guna mengajar para mahasiswa kedokteran," kata Professor Ellwood.

"Dengan itu, mungkin saja ada mahasiswa kedokteran yang kemudian mempertimbangkan untuk menjadi dokter umum sebagai karier yang bagus bagi mereka setelah lulus." 

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari  ABC News

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:55 WIB

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:51 WIB

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:43 WIB

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:39 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:37 WIB

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:34 WIB

Dorong Industri Lokal Naik Kelas, Standar Mutu dan Keberlanjutan Jadi Perhatian

Dorong Industri Lokal Naik Kelas, Standar Mutu dan Keberlanjutan Jadi Perhatian

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:40 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Terkini

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:55 WIB

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:51 WIB

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:43 WIB

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:39 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:37 WIB

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:34 WIB

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi

Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:30 WIB

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:20 WIB

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:05 WIB

×