Pemilik Bisnis di Kawasan Regional Australia Berharap Backpacker Segera Kembali

Siswanto, ABC

Senin, 06 Juni 2022 | 18:39 WIB
Pemilik Bisnis di Kawasan Regional Australia Berharap Backpacker Segera Kembali
Ilustrasi backpacker (Shutterstock)

Suara.com - Membangun kembali reputasi Australia di mata para orang tua dari backpacker akan bisa membuat anak-anak muda dari seluruh dunia kembali mengunjungi Australia setelah pandemi.

Inilah salah satu yang diharapkan oleh Jane Coole untuk bisa mendapatkan pekerja di restoran miliknya yang terletak di kawasan regional di Australia Barat.

Jane memiliki restoran di Esperance yang terletak 697 kilometer dari ibu kota Australia Barat Perth, dan sekarang kekurangan pekerja yang telah berlangsung sejak pandemi.

Saat ini keadaan masih sama, padahal turis sudah mulai kembali berkunjung ke wilayahnya, dan karena adanya pekerja yang terkena virus, Jane juga sempat menutup restorannya di masa-masa sibuk.

Keadaan yang sama juga dialami pemilik lahan pertanian Mic Fels yang kehilangan pekerja akibat mereka pindah ke industri lain yang memberi bayaran lebih tinggi atau karena mereka sudah bosan bekerja di pertaniannya.

Dengan dihapuskannya kewajiban vaksinasi di Australia Barat sejak 10 Juni, para pemilik lahan pertanian dan kalangan bisnis lainnya berharap para pekerja dari negara bagian lain atau pun dari luar negeri berdatangan.

Namun menurutSimon Latchford, seorang praktisi wisata, Australia saat ini menghadapi tantangan untuk datangnya mereka yang mau berlibur sambil bekerja, yang biasanya disebut backpacker.

Masalahnya menurutnya adalah bagaimana menyakinkan para orang tua backpacker tersebut bahwa Australia adalah negara yang aman dan cocok bagi anak-anak mereka saat ini.

Australia belum tentu aman

Latchford mengatakan sebelum memulai perjalanan, para backpackersangat menggantungkan diri dari orang tua mereka dari sisi biaya.

baca juga

"

"Saya menghabiskan waktu 13 tahun berkecimpung di industri backpacker diQueensland dan kadang terkejut dengan anak-anak muda berusia 22 tahun yang memiliki kartu kredit gold," katanya.

"

"Saya langsung berpikir, ini pasti bukan kartu kredit mereka sendiri, tapi kartu kredit tambahan dari orang tua mereka."

Menurut SimonLatchford, saat ini banyak orang tua lebih khawatir dibandingkan anak-anak mereka mengenai rencana kepergian ke Australia.

Mereka, menurutnya, khawatir dengan apa yang terjadi bila anak mereka terkena COVID, apalagi kalau anak mereka pernah datang ke Australia semasa pandemi di mana peraturan lockdown yang sangat ketat selama dua tahun terakhir.

"Beberapa orang mungkin saat ini tidak merasa nyaman mengenai Australia saat ini," katanya.

"Akan ada orang yang sekarang berpikir "benteng yang dibangun Australia" untuk mencegah masuknya COVID sebagai hal yang terlalu berlebihan."

Namun dia mengatakan berbagai badan pariwisata di Australia sekarang sedang bekerja keras guna memasarkan Australia secara internasional dan para backpacker tersebut nantinya bakal kembali lagi.

Per tanggal 15 Mei, sudah ada 32.796 backpacker internasional yang sudah berada di Australia, peningkatan 40 persen sejak perbatasan internasional dibuka 22 November lalu.

Namun 46.100 pemegang visa bekerja sambil berlibur yang dikenal dengan nama WHV masih belum datang ke Australia.

Perlunya perubahan kebijakan visa

Petani pemilik lahan Mic Fels meyerukan adanya aksi segera dari pemerintah yaitu gugus kerja darurat untuk mempercepat proses pengeluaran visa bagi pekerja terampil.

Kepala bidang petani gandum di Asosiasi Petani Australia Barat tersebut mengatakan rekan-rekan petani lain sekarang sangat khawatir karena pekerja penuh waktu mereka sebelumnya sekarang setelah pandemi berlalu pindah ke industri lain yang memberi bayaran lebih tinggi seperti pertambangan dan bisnis konstruksi.

Dia mengatakan yang lainnyaberhenti karena mereka sudah jenuh bekerja karena selama ini mereka bekerja terlalu berat karena tidak ada pekerja lain yang membantu.

"

"Pemilik lahan ini dulunya selama dua tahun harus bekerja keras dan bertahan hidup, namun sekarang mulai kehilangan pekerja penuh waktu sementara pengganti mereka tidak tampak akan muncul," katanya.

"

Pemerintahan baru di Australia sudah memiliki rencana untuk menutup kekurangan pekerja tersebut, dengan memperbaiki sistem Pergerakan Buruh Pasifik (PALM), dengan perbaikan kondisi bagi mereka untuk bisa datang namun menurut Fels para pekerja tersebut besar kemungkinan tidak akan memiliki keterampilan yang dibutuhkan bekerja di ladang pertanian lahan besar.

"Negara-negara Pasifik bukanlah asal dari para pekerja pertanian yang memiliki keterampilan," katanya.

Namun untuk saat ini, seorang juru bicara Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia mengatakan skema mendatangkan pekerja dari Pasifik tersebut akan menjadi sumber utama guna mengisi kekosongan pekerja di wilayah pedesaan dan regional Australia.

Diperkirakan sudah ada 52 ribu pekerja yang sudah menjalani pemeriksaan awal dan siap bergabung dengan 24 ribu pekerja yang sudah ada di Australia.

Namun Mic Fels mengatakan juga bahwa rencana pemerintahan sebelumnya di bawah PM Scott Morrison bagi adanya Visa Pertanian juga bukan kebijakan yang tepat karena akan mendatangkan pekerja asal Asia Tenggara, kawasan yang tidak terbiasa dengan sistem pertanian lahan besar.

Dia mengatakan solusi jangka pendek yang lebih memadai adalah mempercepat jalur visa yang sudah ada guna mendatangkan pekerja dengan keterampilan diperlukan untuk bisa masuk ke Australia.

Juru bicara Departemen Dalam Negeri Australia mengatakan mereka sudah memberikna prioritas percepatan visa bagi lapangan kerja yang masuk dalam kategori kritis dan termasuk di dalamya adalah sektor pertanian.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dariABC News

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya βž”
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya βž”
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya βž”
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya βž”
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya βž”
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya βž”
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya βž”
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya βž”
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya βž”
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya βž”
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya βž”

Komentar

Terkait

Dorong Industri Lokal Naik Kelas, Standar Mutu dan Keberlanjutan Jadi Perhatian

Dorong Industri Lokal Naik Kelas, Standar Mutu dan Keberlanjutan Jadi Perhatian

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:40 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:49 WIB

300 Warga Tangerang Ditargetkan Terima Pemeriksaan Mata Gratis dan Bantuan Kacamata

300 Warga Tangerang Ditargetkan Terima Pemeriksaan Mata Gratis dan Bantuan Kacamata

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Ribuan Massa Gelar Aksi Indonesia Sadar di Bundaran HI, Ini 5 Tuntutannya

Ribuan Massa Gelar Aksi Indonesia Sadar di Bundaran HI, Ini 5 Tuntutannya

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:05 WIB

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Terkini

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

×