Sejarah Pangeran Diponegoro, Putra Raja Melawan Penjajah Belanda di Tanah Jawa

Rifan Aditya

Senin, 06 Juni 2022 | 22:58 WIB
Sejarah Pangeran Diponegoro, Putra Raja Melawan Penjajah Belanda di Tanah Jawa
Sejarah Pangeran Diponegoro. (ikpni.or.id)

Suara.com - Pangeran Diponegoro merupakan sosok pahlawan nasional yang dikenal sebagai pemimpin Perang Jawa selama 5 tahun untuk melawan penjajahan Belanda. Apakah kalian tahu sejarah Pangeran Diponegoro?

Perlu diketahui, Perang Jawa atau Perang Diponegoro berlangsung mulai tahun 1825 hingga 1830. Sejarah Pangeran Diponegoro banyak diketahui masyarakat dari perang ini.

Perang ini tercatat sebagai perang yang menelan paling banyak korban dalam sejarah Indonesia yakni 8.000 korban Belanda dan 7.000 korban pribumi dan 200 ribu orang mengalami kerugian materi sejumlah 25 juta Gulden.

Pangeran Diponegoro merupakan putra dari Sri Sultan Hamengku Buwono III dan R.A. Mangkarawati yang lahir dengan nama asli Raden Mas Ontowiryo pada 11 November 1785 di Yogyakarta.

Awal Mula Perang Diponegoro

Awal mula terjadinya Perang Diponegoro adalah ketika sang Pangeran tidak menyetujui campur tangan Belanda dalam urusan kerajaan. Pada tahun 1821 para petani lokal menderita diakibatkan penyalahgunaan penyewaan tanah oleh Belanda, Prancis, Jerman, dan Inggris. 

Gubernur Hindia Belanda, Godert van der Capellen mengeluarkan dekrit pada 6 Mei 1823 yang menyatakan bahwa tanah yang disewa orang Eropa dan Tionghoa wajib dikembalikan kepada para pemiliknya pada 31 Januari 1824, namun sang pemilik wajib memberikan kompensasi kepada para penyewa lahan.

Pangeran Diponegoro memutuskan untuk melakukan perlawanan agar para petani di Tegalrejo dapat membeli senjata dan makanan. Amarah Pangeran Diponegoro memuncak setelah Patih Danureja atas perintah Belanda memasang tonggak untuk membuat rel kereta api di atas makam leluhurnya.

Meletusnya Perang Diponegoro

baca juga

Pihak istana mengutus dua bupati untuk memimpin pasukan Jawa belanda. Dua bupati diminta untuk menangkap Pangeran Diponegoro dan Mangkubumi di Tegalrejo. Kediaman Pangeran Diponegoro dirusak dan dibakar. Keluarga dan pasukannya bergerak ke Desa Dekso, Kabupaten Kulon Progo untuk menyelamatkan diri.

Pangeran Diponegoro lalu pindah ke Goa Selarong yang terletak di Dusun Kentolan Lor, Guwosari Pajangan Bantul untuk bersembunyi dan menjadikannya sebagai markas. Penyerangan di Tegalrejo memulai Perang Diponegoro selama 5 tahun.

Banyak petani dan priyayi yang menyumbangkan uang dan barang untuk perang. Ada 15 dari 19 pangeran yang bergabung bersama Diponegoro. Ia juga dibantu dengan Kyai mojo untuk menjadi pemimpin spiritual pemberontakan, berkoordinasi dengan I.S.K.S Pakubuwono VI dan Raden Tumenggung Prawirodigdoyo Bupati Gagatan.

Penyerangan Belanda Hingga Diasingkan

Pada tahun 1827, pihak Belanda melakukan penyerangan kepada Diponegoro hingga pasukannya terjepit. Pada tahun 1829, Kyai Mojo dan Pangeran Mangkubumi serta panglimanya Alibasah Sentot Prawirodirjo menyerah kepada Belanda.

Pangeran Diponegoro menyatakan bersedia menyerahkan diri dengan syarat sisa anggotanya dilepaskan. Lantas Diponegoro diasingkan ke Manado dan dipindahkan ke Makassar hingga wafat di Benteng Rotterdam pada 8 Januari 1855.

Perang Diponegoro ini tak hanya dikenal dengan perang melawan Belanda namun juga perang melawan orang-orang Keraton yang berpihak kepada Belanda. Setelah Perang Diponegoro berakhir, pihak raja dan bupati tunduk dan menyerah kepada Belanda kecuali Bupati Ponorogo Warok Brotodiningrat III. 

Itulah sejarah Pangeran Diponegoro, pemimpin Perang Jawa yang melawan penjajahan Belanda di Nusantara.

Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jauh-jauh Datang ke Makassar, Ganjar Pranowo Sempatkan Ziarah di Makam Pangeran Diponegoro

Jauh-jauh Datang ke Makassar, Ganjar Pranowo Sempatkan Ziarah di Makam Pangeran Diponegoro

Jawa Tengah | Jum'at, 06 Mei 2022 | 17:37 WIB

Sang Pangeran dan Janissary Terakhir: Meluruskan Sejarah Diponegoro

Sang Pangeran dan Janissary Terakhir: Meluruskan Sejarah Diponegoro

Your Say | Senin, 11 April 2022 | 09:18 WIB

Agar Tak Diketahui Belanda, Ini Lokasi yang Konon Jadi Tempat Dikuburkannya Kereta Kuda Pangeran Diponegoro

Agar Tak Diketahui Belanda, Ini Lokasi yang Konon Jadi Tempat Dikuburkannya Kereta Kuda Pangeran Diponegoro

Surakarta | Senin, 21 Februari 2022 | 16:38 WIB

Terkini

Bos Bulog Ungkap Kualitas Beras Bantuan Pangan, Layak Makan?

Bos Bulog Ungkap Kualitas Beras Bantuan Pangan, Layak Makan?

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:47 WIB

Temuan MK soal Syarat Pendidikan Gibran, Bivitri Dorong DPR Gunakan Hak Angket

Temuan MK soal Syarat Pendidikan Gibran, Bivitri Dorong DPR Gunakan Hak Angket

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:44 WIB

Putusan MK soal Pendidikan Gibran Bakal Jadi Rujukan Revisi UU Pemilu dan PKPU

Putusan MK soal Pendidikan Gibran Bakal Jadi Rujukan Revisi UU Pemilu dan PKPU

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:44 WIB

Jeritan Ojol Hingga Buruh di Bogor Dalam Bayang-bayang Angka Kemiskinan

Jeritan Ojol Hingga Buruh di Bogor Dalam Bayang-bayang Angka Kemiskinan

Jabar | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:43 WIB

Suahasil Umumkan Defisit APBN Rp 319 T per September 2026, Setara 1,24% PDB

Suahasil Umumkan Defisit APBN Rp 319 T per September 2026, Setara 1,24% PDB

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:37 WIB

Langkah Kecil Menuju Mimpi

Langkah Kecil Menuju Mimpi

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:37 WIB

Bertahan Sejak 1980-an, Warga Kampung Bali Pasrah Rumah Sempitnya Bakal Diterjang Proyek DKI

Bertahan Sejak 1980-an, Warga Kampung Bali Pasrah Rumah Sempitnya Bakal Diterjang Proyek DKI

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Bantuan Pangan Beras 30 Kg Mulai Disalurkan Oktober Ini, Siapa Saja yang Dapat?

Bantuan Pangan Beras 30 Kg Mulai Disalurkan Oktober Ini, Siapa Saja yang Dapat?

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:33 WIB

Kajari Konawe Diamankan dan Diperiksa Kejagung, Diduga Salahgunakan Wewenang

Kajari Konawe Diamankan dan Diperiksa Kejagung, Diduga Salahgunakan Wewenang

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Ada Seruan Boikot Produk Malaysia, Ganggu Bisnis Perdagangan?

Ada Seruan Boikot Produk Malaysia, Ganggu Bisnis Perdagangan?

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:25 WIB

×