Kemesraan Dengan PKB Disebut Cuma Gimik, Begini Tanggapan PKS

Senin, 13 Juni 2022 | 17:11 WIB
Kemesraan Dengan PKB Disebut Cuma Gimik, Begini Tanggapan PKS
Sekjen PKS Aboe Bakar Al Habsyi bersama Waketum PKB Jazilul Fawaid, PKS dan PKB sepakat berkoalisi untuk Pilpres 2024. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Ketua Departemen Dewan Pimpinan Pusat (DPP PKS) Nabil Ahmad Fauzi angkat bicara soal kedekatan partainya dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang menjajaki koalisi Pilpres 2024 disebut hanya sebagai gimmick politik untuk naikkan posisi tawar.

Nabil menyampaikan, kemesraan PKS dengan PKB hanya merupakan bentuk pendekatan saja. Pasalnya, PKS sadar harus berkoalisi untuk menghadapi Pipres 2024.

"Ya bagian dari pendekatan lah. Dengan posisi modal elektoral yang kami miliki, tentu pilihan yang rasional harus membangun koalisi," kata Nabil saat dihubungi, Senin (13/6/2022).

Nabil menyampaikan, kedekatan PKS-PKB memang coba dibangun lantaran banyak kesamaan antara dua partai tersebut. Kesamaan itu memudahkan dalam penjajakan koalisi.

"Kami juga sama-sama mengusung visi Islam Rahmatan Lil Alamin dan semangat kolaborasi bahwa membangun bangsa ini harus bersama-sama," ungkapnya.

Lebih lanjut, Nabil mengatakan, sejauh ini komunikasi pihaknya dengan PKB belangsung dengan sangat baik.

"PKS juga masih terus membangun komunikasi dengan semua partai, bahkan dengan teman-teman partai di KIB pun tetap berjalan," tandasnya.

Gimik Politik

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai, kedekatan PKS dengan PKB untuk membentuk koalisi dianggap sebagai gimmick politik saja. Menurutnya, kendekatan yang ditunjukan kedua partai politik tersebut hanya untuk provokasi dan propaganda.

Baca Juga: Sebut Koalisi PKB-PKS Belum Final, Cak Imin: Masih Proses Pendekatan Menuju Lamaran

"Saya kira ini hanya semacam propaganda untuk memprovokasi partai politik yang lain agar segera menentukan sikap. Sekaligus agar mereka melihat bahwa PKS dan PKB ini punya bergaining position yang harus didekati," kata Dedi saat dihubungi, Jumat (10/6/2022).

Ia mengatakan, jika dipaksakan PKS-PKB berkoalisi tetap tidak bisa memenuhi ambang batas pencalonan presiden dan wakil 20 persen. Setidaknya membutuhkan satu partai politik lagi untuk memenuhi hal tersebut.

"Sementara untuk bisa mengusung itu mereka minimal masih memerlukan satu partai politik lain. Nah satu parpol itu yang tersisa hanya Nasional Demokrat (NasDem) dan Demokrat," tuturnya.

Menurutnya, jika anggap saja Demokrat memilih bergabung dengan PKS-PKB maka hal tersebut jusru merugikan PKB. Pasalnya nanti PKB dianggap tak punya posisi tawar politik ke depannya.

"Anggap saja yang masuk PKS karena faktor kedekatan emosional begitu ya demokrat. Kalau Demokrat bergabung dengan PKS PKB maka bergaining posisi PKB menjadi hilang karena di sana ada Agus Harimurti Yudhoyono yang punya elektabilitas cukup tinggi melebihi Muhaimin Iskandar meskipun secara elektabilitas partai politik PKB cukup bagus," ujarnya.

Untuk itu, Dedi mengatakan, tak akan ada keuntungan yang bisa diraup PKB dalam koalisi tersebut. Satu-satunya keuntungan buat PKB adalah bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang sudah digagas Golkar, PAN dan PPP.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI