facebook

Berusia 271 Tahun, Vihara Petak Sembilan Ditetapkan Jadi Peninggalan Sejarah

Erick Tanjung
Berusia 271 Tahun, Vihara Petak Sembilan Ditetapkan Jadi Peninggalan Sejarah
Vihara Dharma Jaya Toasebio Petak Sembilan di Glodog, Jakarta Barat. (Ist)

Kelenteng Toasebio itu sudah berdiri sejak dibangun kembali pada 1751 dan saat ini sudah berusia 271 tahun.

Suara.com - Kementerian Agama menetapkan Vihara Dharma Jaya Toasebio Petak Sembilan, Glodog, Jakarta Barat sebagai prasasti sejarah usai pemasangan dan penandatanganan prasasti yang dipajang pada bagian dalam bangunan.

Peresmian ditandai pembukaan selubung kain berwarna merah oleh Staf Khusus Menteri Agama bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo dan Ketua Yayasan Vihara Dharma Jaya Toasebio Arifin Tanzil pada Sabtu.

Dalam siaran pers, Senin (20/6/2022), Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menandatangani prasasti bersejarah tersebut di Kantor Kementerian Agama RI Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat pada 12 Mei lalu.

Kelenteng Toasebio sudah berdiri sejak dibangun kembali pada 1751 dan saat ini sudah berusia 271 tahun.

Baca Juga: Congkel Jendela Rumah, Maling Gondol Uang dan HP di Jakbar, Korban: Kayak Disirep

Pada kesempatan itu, Wibowo Prasetyo menyampaikan apresiasi atas upaya Yayasan Vihara Dharma Jaya Toasebio membangun prasasti sebagai wujud bakti kepada para pendahulu.

Serta sebagai edukasi kepada generasi penerus saat ini untuk dapat mengingat jasa dan budi baik yang dilakukan oleh para sesepuh pada masa sebelumnya, sekaligus memberikan penghormatan kepada para pendiri yayasan atas dedikasinya selama ini.

Vihara ini didirikan sembilan orang, yakni Ferdinand Kencana Jaya, Husin Buntara Sjarifudin, Husen Buntara Sjarifudin, Agustinawati, Rachman Santosa, Lauw Kiong Hoa, Wong Sem Fie, Harjanto, dan Mujadin Pangestu.

"Penghormatan yang tinggi kepada sembilan pendiri pada tahun 1983 secara bersama-sama mendirikan Yayasan Wihara Dharma Jaya Toasebio yang berkembang hingga saat ini," kata Wibowo.

Lebih jauh Wibowo mengatakan prasasti ini juga akan menjadi sarana mengingatkan pentingnya peduli dan mengerti sejarah, catatan yang akan diwariskan kepada generasi mendatang.

Baca Juga: Kemenag Merilis WA Center Haji 2022, Beroperasi 24 Jam untuk Memudahkan Layanan Jemaah

"Generasi sebelumnya membangun jalan yang akan dilalui oleh generasi yang akan datang," tutur Wibowo mengutip pepatah bijak.

Komentar