Petani Menjerit Harga Pupuk Mahal, Ibas Minta Holding Pupuk Indonesia Cari Solusi

Stefanus Aranditio

Rabu, 22 Juni 2022 | 21:15 WIB
Petani Menjerit Harga Pupuk Mahal, Ibas Minta Holding Pupuk Indonesia Cari Solusi
Ketua Komisi Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono. [Suara.com/Muhamad Yasir]

Suara.com - Ketua Fraksi Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas mewakili para petani dan pekebun meminta BUMN Holding Pupuk Indonesia untuk mengatasi persoalan harga pupuk yang melonjak dan langka.

Hal tersebut disampaikan Ibas ketika melaksanakan Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI ke PT Petrokimia Gresik, Jawa Timur, Selasa (21/6/2022). 

“Mereka semua beragam. Ada yang senang, ada yang puas, tapi tidak sedikit juga yang protes. Sama yang kami dengar, juga seiring yang disampaikan Pak Dirut, bahwa pupuk langka, pupuk subsidi juga langka, apalagi pupuk komersil juga tidak bisa dicari, ini kata mereka,” kata Ibas.

Ibas kemudian menyampaikan para petani di dapilnya di Jawa Timur mengeluh pupuk datang terlambat yang mengganggu perkebunan mereka.

“Pupuk seringkali tidak datang tepat waktu alias kosong. Ketika sudah mulai menanam, mau memupuk, pupuknya enggak ada. Kecuali mereka yang sudah menyetok karena mungkin mempunyai kemampuan lebih besar dari kawan-kawan yang lain,” ungkap Ibas.

Ibas juga memberikan apresiasi atas pendapatan Pupuk Indonesia yang berhasil naik, namun dia meminta BUMN ini segera mencari solusi atas masalah yang terjadi. 

“Cukup menarik ya, ketika kita bicara Petrokimia, holding, dan seluruh anak perusahaan labanya naik, pendapatannya naik, ‘it’s good news’ ya. Berarti perusahaan ini sehat dan tumbuh berkembang.”

“Tapi tidak menariknya adalah mengapa masih ada, pertama: alokasi di bawah usulan kebutuhan? Urea NPK ZA SP-36 Organik, 3.8 juta ton subsidi, 2.7 juta ton non-subsidi. Apakah kita perlu hitung ulang? Ketika masyarakat masih merasakan kelangkaan pupuk.” tanya Ibas. 

Dia juga menyoroti distribusi pupuk yang belum sesuai dengan pendataan. Stoknya ada sekitar 1.3 juta, tapi yang terealisasai 98 persen.

baca juga

"Artinya perlu peningkatan produksi atau ada penimbunan? Tolong pengawasannya diperketat, serta menggunakan digital monitoring juga," tuturnya

Ketiga, menurut Ibas harga pupuk relatif mahal antara pupuk urea 50 kg yanh seharga Rp120 ribu sementara pupuk non-subsidi Rp350 ribu, perbedaannya terlalu tinggi. 

"Bagaimana kita memberikan edukasi kepada pasar supaya ada titik terang juga di sana?, lebih lagi ada rencana mengurangi jenis pupuk subsidi dari 5 jenis menjadi hanya 2 jenis yaitu NPK & Urea saja yg tersubsidi," ucap Ibas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AHY Akan Kembali Menemui Surya Paloh, Sekjen NasDem: Besok Lebih Spesifik

AHY Akan Kembali Menemui Surya Paloh, Sekjen NasDem: Besok Lebih Spesifik

Banten | Rabu, 22 Juni 2022 | 18:10 WIB

Setelah Penjajakan Koalisi dengan PKS, NasDem Jadwalkan Pertemuan dengan Demokrat

Setelah Penjajakan Koalisi dengan PKS, NasDem Jadwalkan Pertemuan dengan Demokrat

News | Rabu, 22 Juni 2022 | 17:40 WIB

Kamis Besok AHY Bertemu Surya Paloh

Kamis Besok AHY Bertemu Surya Paloh

News | Rabu, 22 Juni 2022 | 17:26 WIB

Terpopuler: Momen Mengerikan, Pengendara Motor Terseret Arus Banjir, Dede Yusuf Soal Elektabilitas Demokrat

Terpopuler: Momen Mengerikan, Pengendara Motor Terseret Arus Banjir, Dede Yusuf Soal Elektabilitas Demokrat

Jabar | Rabu, 22 Juni 2022 | 09:30 WIB

Elektabilitas Demokrat Terus Naik Jelang Pemilu 2024, Dede Yusuf: Tetap Rendah Hati

Elektabilitas Demokrat Terus Naik Jelang Pemilu 2024, Dede Yusuf: Tetap Rendah Hati

Jabar | Selasa, 21 Juni 2022 | 21:54 WIB

Terkini

Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol

Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:55 WIB

Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:30 WIB

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:24 WIB

55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia

55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia

Jakarta | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:00 WIB

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Kalbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:45 WIB

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:29 WIB

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:16 WIB

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Riau | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:14 WIB

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Sumbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:58 WIB

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:57 WIB

×