Analis: Perang Iran Tak Kunjung Usai, Siapa yang Paling Untung?

Cesar Uji Tawakal

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:47 WIB
Analis: Perang Iran Tak Kunjung Usai, Siapa yang Paling Untung?
Ilustrasi kilang minyak yang direbut dan dijaga oleh militer. (Gemini AI)
baca 10 detik
  • Operasi militer AS-Israel pada Februari 2026 gagal menjadi konflik singkat; Iran merespons dengan perlawanan berkelanjutan.
  • Senator AS melihat konflik ini sebagai investasi untuk menguasai cadangan minyak global melalui jatuhnya rezim Iran.
  • Perang yang berlarut-larut menyebabkan kelumpuhan Selat Hormuz dan retakan kohesi politik internal antara negara-negara sekutu Barat.

Suara.com - Apa yang awalnya dibayangkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel sebagai konflik singkat dan menentukan, kini justru berubah menjadi perang urat syaraf yang tidak menentu.

Operasi militer yang diluncurkan pada akhir Februari 2026 tersebut awalnya dirancang sebagai serangan “dekapitasi” untuk memutus rantai komando militer dan politik Iran.

Namun, alih-alih menyerah karena syok, Iran justru mengambil langkah berbahaya dengan memberikan respons yang berkelanjutan dan tersebar secara geografis, mengubah konfrontasi ini menjadi ujian ketahanan bagi sistem pertahanan udara dan kohesi politik global.

Ketika perang menjadi kontes ketahanan, pertanyaan besar yang muncul bukan lagi soal siapa yang punya amunisi paling canggih, melainkan siapa yang paling diuntungkan secara ekonomi dan geopolitik dari kekacauan ini.

Senator AS, Lindsey Graham, secara terang-terangan menyebut konflik di Timur Tengah ini sebagai sebuah investasi yang bagus bagi Washington.

Menurut Graham, jika pemerintah Iran berhasil ditumbangkan, AS akan menguasai hampir sepertiga dari cadangan minyak dunia melalui kemitraan strategis dengan Iran dan Venezuela yang totalnya mencapai 31 persen cadangan global.

Bagi Washington, penguasaan atas cadangan minyak raksasa ini adalah cara untuk menciptakan “mimpi buruk” bagi China yang sangat bergantung pada pasokan energi dari kawasan tersebut.

Meskipun harga minyak global melonjak melewati angka Rp 1.676.000 atau sekitar 100 dolar AS per barel, Presiden Donald Trump menganggapnya sebagai harga yang sangat kecil untuk dibayar demi memenangkan perang melawan Iran.

Graham bahkan menegaskan bahwa begitu rezim di Teheran jatuh, tidak akan ada lagi pihak yang berani mengancam Selat Hormuz, dan AS akan mendapatkan keuntungan rekor dari situasi tersebut.

baca juga

Namun, strategi “investasi” ini tidak berjalan semulus rencana di atas kertas. Kelumpuhan di Selat Hormuz justru memukul balik ekonomi negara-negara Teluk yang selama ini menjadi mitra AS. Data pengiriman menunjukkan lalu lintas kapal tanker melambat hingga hampir lumpuh total, yang merusak citra kawasan tersebut sebagai pusat perdagangan global yang aman.

Selain itu, biaya asuransi yang melonjak dan gangguan kontrak pasokan mulai membuat narasi investasi ini goyah di mata para pemain ekonomi internasional.

Ironisnya, perang yang dibayangkan sebagai penegasan dominasi Barat ini justru berisiko mengikis otoritas tersebut. Muncul keretakan di internal kubu Barat sendiri, seperti Spanyol yang secara terbuka menolak pangkalan militer mereka digunakan untuk menyerang Iran.

Bahkan di Inggris, terjadi perdebatan sengit di dalam kabinet yang membatasi ruang gerak pemerintah untuk terlibat dalam aksi ofensif, lebih memilih fokus pada perlindungan pasukan dan pertahanan saja.

Hal ini menunjukkan bahwa semakin lama perang ini berlangsung, koalisi yang coba dibangun AS justru semakin terlihat rapuh dan tidak solid.

Di sisi lain, Iran terus menggunakan strategi untuk menguras cadangan stok dan anggaran militer AS serta sekutunya.

Murad Sadygzade, Presiden Middle East Studies Center, mengatakan ke RT.com, bahwa saat ini Washington dan Israel sedang mencari jalan keluar yang tidak terlihat seperti kekalahan.

Upaya untuk merekrut lebih banyak mitra guna berbagi tanggung jawab atas konsekuensi perang ini pun menemui jalan buntu karena banyak negara enggan terlibat dalam eskalasi yang dianggap sebagai pilihan sepihak.

Pada akhirnya, perang yang tak kunjung usai ini bukan hanya soal kemenangan militer, tapi soal siapa yang paling mampu menanggung beban biaya dan logistik di tengah ketidakpastian global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lautan Manusia Saksikan Sumpah Setia Mojtaba Khamenei Pemimpin Revolusi Islam Baru di Teheran

Lautan Manusia Saksikan Sumpah Setia Mojtaba Khamenei Pemimpin Revolusi Islam Baru di Teheran

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 16:42 WIB

8 Beda Syarat Jadi Wapres di Indonesia dan Iran, Berapa Usia Minimal?

8 Beda Syarat Jadi Wapres di Indonesia dan Iran, Berapa Usia Minimal?

Lifestyle | Selasa, 10 Maret 2026 | 16:33 WIB

Adu Domba AS-Israel? Iran Bantah Rudal Mereka Serang Turki, Erdogan Buka Suara

Adu Domba AS-Israel? Iran Bantah Rudal Mereka Serang Turki, Erdogan Buka Suara

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 16:26 WIB

Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis

Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 16:22 WIB

Dituding Pendukung Iran, Remaja Israel Anti Perang: Kami Lebih Takut Fasis dibanding Rudal

Dituding Pendukung Iran, Remaja Israel Anti Perang: Kami Lebih Takut Fasis dibanding Rudal

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 16:22 WIB

Terkini

Bedah Buku Herbert Feith, Bonnie Triyana Pertanyakan Kondisi Demokrasi Indonesia

Bedah Buku Herbert Feith, Bonnie Triyana Pertanyakan Kondisi Demokrasi Indonesia

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:09 WIB

Jadi Satu-satunya di Asia Tenggara, Konser Kanye West di Jakarta Dipadati Bule

Jadi Satu-satunya di Asia Tenggara, Konser Kanye West di Jakarta Dipadati Bule

Entertainment | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:02 WIB

Stok Beras Bulog Jabar Capai 623,9 Ribu Ton, Aman hingga Panen Raya 2027

Stok Beras Bulog Jabar Capai 623,9 Ribu Ton, Aman hingga Panen Raya 2027

Jabar | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:01 WIB

Isu Tokoh Oposisi Temui Dubes Singapura Viral, Gerindra Turun Tangan

Isu Tokoh Oposisi Temui Dubes Singapura Viral, Gerindra Turun Tangan

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:01 WIB

Polda Metro Jaya Bidik Akar Narkoba di Kampung Ambon Lewat Bedah Rumah

Polda Metro Jaya Bidik Akar Narkoba di Kampung Ambon Lewat Bedah Rumah

Jakarta | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:49 WIB

PAN Belum Bahas Pemakzulan Gibran, PKS Mulai Jajaki Sikap Fraksi Lain di DPR

PAN Belum Bahas Pemakzulan Gibran, PKS Mulai Jajaki Sikap Fraksi Lain di DPR

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:49 WIB

Indonesia dan Tiga Krisis: BBM, Air Bersih, dan Integritas

Indonesia dan Tiga Krisis: BBM, Air Bersih, dan Integritas

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Titik Api Tak Terdeteksi, Petugas Fokus Dinginkan Tiga Blok Gunung Ciremai

Titik Api Tak Terdeteksi, Petugas Fokus Dinginkan Tiga Blok Gunung Ciremai

Jabar | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:41 WIB

Kredit Baru Diprediksi Naik, Industri Pengolahan Jadi Sektor Prioritas Perbankan

Kredit Baru Diprediksi Naik, Industri Pengolahan Jadi Sektor Prioritas Perbankan

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Delegasi ARLI ke China, Bahas Masa Depan Industri Rumput Laut Indonesia

Delegasi ARLI ke China, Bahas Masa Depan Industri Rumput Laut Indonesia

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:30 WIB

×