facebook

Cerita Jemaah Haji Difabel di Bandara Jeddah: Saya Mimpi Pernah di Ruangan Ini

Ruth Meliana Dwi Indriani | Rendy Adrikni Sadikin
Cerita Jemaah Haji Difabel di Bandara Jeddah: Saya Mimpi Pernah di Ruangan Ini
Gusmadi (paling depan berkursi roda) saat berada di Bandara Internasional Hang Nadim sebelum bertolak ke Bandara Jeddah, Jumat (24/6/2022). [Dok. MCH 2022]

"Tahun 1997, saya mengalami kecelakaan, accident. Itu yang membuat kondisi saya seperti ini (kehilangan satu kaki--RED)," cerita Gusmadi.

Suara.com - Gusmadi, seorang jemaah haji difabel dari kloter BTH 09, sama sekali tak menyangka bisa tiba di Tanah Suci. Bahkan, pria berusia 62 tahun asal Kabupaten Siak, Riau, itu merasakan dejavu. Dia mengaku bermimpi pernah berada di Tanah Suci sebelumnya.

Tiba di Terminal Kedatangan B Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi, Gusmadi menaiki kursi roda yang difasilitasi petugas. Ditemani sang istri, bapak dari 6 anak tersebut langsung diarahkan petugas untuk rehat sejenak di paviliun B3.

Dia duduk di kursi roda. Sesekali, pria bertubuh kokoh itu mencoba untuk berdiri dan berjalan menggunakan alat kruk yang dibawanya dari Tanah Air. Beberapa kali, dia menolak bantuan petugas. Bukan tanpa alasan. Gusmadi berupaya mandiri, meski harus berdiri dengan sebelah kaki.

Sambil tersenyum dan sesekali tertawa kecil, Gusmadi mengatakan dirinya mengalami kecelakaan lalu lintas pada 1997. Dia emoh menyebut detailnya. Yang terang, peristiwa itu membuat Gusmadi terpaksa kehilangan satu kakinya. Ya, kaki kirinya diamputasi.

Baca Juga: Cerita Peternak Sapi 63 Tahun Naik Haji, Selipkan Doa Minta Jodoh yang Elok di Ka'bah

"Tahun 1997, saya mengalami kecelakaan, accident. Itu yang membuat kondisi saya seperti ini (kehilangan satu kaki--RED)," ujar Gusmadi saat ngobrol dengan tim Media Center Haji (MCH) di Paviliun B3, Jumat (24/6/2022) malam.

Gusmadi saat berada di Bandara Internasional Hang Nadim sebelum bertolak ke Bandara Jeddah, Jumat (24/6/2022). [Dok. MCH 2022)
Gusmadi saat berada di Bandara Internasional Hang Nadim sebelum bertolak ke Bandara Jeddah, Jumat (24/6/2022). [Dok. MCH 2022)

Gusmadi senang bisa sampai ke Tanah Suci, setelah menunggu antrean dari 2011. Ya, butuh waktu 10 tahun untuk Gusmadi agar bisa mendapatkan kesempatan menunaikan ibadah haji. Ini meski kondisinya mengalami keterbatasan.

"Gembira, atau kalau orang sekarang bilang itu hepi. Tapi ya kita kan ada keterbatasan, ini jadi masalah juga. Ketika naik turun kendaraan, atau tangga. Itu jadi masalah, jadi turun naik turun naik atau kadang-kadang jadi masalah buat saya," ujar Gusmadi.

Sebelum berangkat haji, Gusmadi mengaku memiliki firasat. Dia merasakan dejavu, pernah berada di paviliun B3, tempat dirinya rehat sejenak sebelum berangkat menuju Makkah. Padahal, dia mengaku sama sekali belum pernah menginjakkan kaki di Tanah Suci.

"Saya bermimpi, saya pernah berada di ruangan ini, saya sudah tisak asing lagi dengan tempat ini. Mimpi berada di sini, padahal saya tidak pernah kesini, umrah pun tidak pernah," ujar Gusmadi sambil menerawang, pandangannya tertuju ke setiap sudut ruangan.

Baca Juga: Bus yang Bawa Calon Haji Kecelakaan, Penumpang Selamat

Apresiasi ke petugas

Komentar