facebook

Wajib Life Saving, Kemenkes Minta Semua Petugas Ikhtiar Demi Keselamatan Jamaah Haji

Ruth Meliana Dwi Indriani | Rendy Adrikni Sadikin
Wajib Life Saving, Kemenkes Minta Semua Petugas Ikhtiar Demi Keselamatan Jamaah Haji
Tenaga Kesehatan Haji melakukan pemeriksaan pada jemaah haji. (Dok. Kemenkes)

"Seluruh aktivitas yang sifatnya life saving harus dilaksanakan oleh tenaga kesehatan Indonesia," pesan Kementerian Kesehatan.

Suara.com - Seluruh tenaga kesehatan yang bertugas dalam ibadah haji 2022 diminta ikhtiar demi keselamatan jamaah haji. Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, dr. Budi Sylvana.

Budi berpesan semua tenaga kesehatan harus mengutamakan pertolongan pertama bagi jamaah haji yang membutuhkan layanan kesehatan. Pelayanan itu harus dilaksanakan di fasilitas kesehatan yang disediakan pemerintah.

“Seluruh Petugas berikhtiar demi keselamatan jemaah haji," kata dr. Budi seusai proses peninjauan pos-pos kesehatan sektor di daker Makkah, seperti dikutip dari Kemenkes.go.id, Senin (27/6/2022).

"Seluruh aktivitas yang sifatnya life saving harus dilaksanakan oleh tenaga kesehatan Indonesia di fasilitas pelayanan kesehatan yang kita miliki, baik di tingkat kloter, sektor, ambulans, maupun KKHI," lanjutnya.

Baca Juga: Kemenkes Jamin Jemaah Haji Khusus dan Reguler Dapat Pelayanan Kesehatan yang Sama

Budi menjelaskan, pelayanan yang bersifat life saving adalah kondisi kesehatan yang mengancam nyawa jamaah haji. Petugas kesehatan harus memantau kondisi jamaah hingga stabil, lalu dilakukan rujukan jika memang dibutuhkan pelayanan lanjutan.

“Pelayanan lanjutan yang dimaksud seperti MRI, CT Scan, atau operasi besar,” terang dr. Budi.

Kemenkes juga telah berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi jamaah haji. Hal ini dibuktikan dengan membawa 46 dokter spesialis dari 12 keilmuan.

Tak hanya itu, Kemenkes juga menyiagakan dokter umum, dokter gigi, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya. Semuanya berjumlah 786 petugas kesehatan.

Obat dan perbekalan kesehatan juga tak luput disiapkan Kemenkes dengan baik. Setidaknya lebih dari 18 ton obat disiapkan untuk pelayanan kesehatan bagi jamaah haji terdiri.

Baca Juga: Mengenal Fungsi E-Hajj, Aplikasi Layanan Haji yang Membantu Jemaah Indonesia

Rinciannya terdiri dari 173 item obat yang digunakan dan 45 item perbekalan kesehatan. Jenis obat yang dikirimkan mulai dari golongan antibiotik, pereda nyeri, hingga golongan narkotika.

Komentar