Wajib Life Saving, Kemenkes Minta Semua Petugas Ikhtiar Demi Keselamatan Jamaah Haji

Senin, 27 Juni 2022 | 22:03 WIB
Wajib Life Saving, Kemenkes Minta Semua Petugas Ikhtiar Demi Keselamatan Jamaah Haji
Tenaga Kesehatan Haji melakukan pemeriksaan pada jemaah haji. (Dok. Kemenkes)

Suara.com - Seluruh tenaga kesehatan yang bertugas dalam ibadah haji 2022 diminta ikhtiar demi keselamatan jamaah haji. Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, dr. Budi Sylvana.

Budi berpesan semua tenaga kesehatan harus mengutamakan pertolongan pertama bagi jamaah haji yang membutuhkan layanan kesehatan. Pelayanan itu harus dilaksanakan di fasilitas kesehatan yang disediakan pemerintah.

“Seluruh Petugas berikhtiar demi keselamatan jemaah haji," kata dr. Budi seusai proses peninjauan pos-pos kesehatan sektor di daker Makkah, seperti dikutip dari Kemenkes.go.id, Senin (27/6/2022).

"Seluruh aktivitas yang sifatnya life saving harus dilaksanakan oleh tenaga kesehatan Indonesia di fasilitas pelayanan kesehatan yang kita miliki, baik di tingkat kloter, sektor, ambulans, maupun KKHI," lanjutnya.

Budi menjelaskan, pelayanan yang bersifat life saving adalah kondisi kesehatan yang mengancam nyawa jamaah haji. Petugas kesehatan harus memantau kondisi jamaah hingga stabil, lalu dilakukan rujukan jika memang dibutuhkan pelayanan lanjutan.

“Pelayanan lanjutan yang dimaksud seperti MRI, CT Scan, atau operasi besar,” terang dr. Budi.

Kemenkes juga telah berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi jamaah haji. Hal ini dibuktikan dengan membawa 46 dokter spesialis dari 12 keilmuan.

Tak hanya itu, Kemenkes juga menyiagakan dokter umum, dokter gigi, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya. Semuanya berjumlah 786 petugas kesehatan.

Obat dan perbekalan kesehatan juga tak luput disiapkan Kemenkes dengan baik. Setidaknya lebih dari 18 ton obat disiapkan untuk pelayanan kesehatan bagi jamaah haji terdiri.

Baca Juga: Kemenkes Jamin Jemaah Haji Khusus dan Reguler Dapat Pelayanan Kesehatan yang Sama

Rinciannya terdiri dari 173 item obat yang digunakan dan 45 item perbekalan kesehatan. Jenis obat yang dikirimkan mulai dari golongan antibiotik, pereda nyeri, hingga golongan narkotika.

Semua itu dilakukan demi memastikan keselamatan jamaah haji dalam melakukan ibadah di Tanah Suci.

“Terakhir yang kami bawa sebanyak 2 koli obat golongan narkotik, yang ditujukan untuk kebutuhan life saving. Semua akan kami lakukan demi keselamatan jemaah,” pungkas dr. Budi. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI