facebook

Mengenal Fungsi E-Hajj, Aplikasi Layanan Haji yang Membantu Jemaah Indonesia

Ruth Meliana Dwi Indriani | Rendy Adrikni Sadikin
Mengenal Fungsi E-Hajj, Aplikasi Layanan Haji yang Membantu Jemaah Indonesia
M Luthfi Makki, Wakil Sekretaris PPIH Arab Saudi saat menjelaskan di depan tim Media Center Haji. (Dok. Kemenag)

Sistem E-Hajj juga memudahkan panitia penyelenggara haji dalam mengetahui alur keuangan, mengingat pembayaran semua layanan dilakukan lewat aplikasi itu.

Suara.com - Aplikasi E-hajj sangat membantu penyelenggaraan ibadah haji 2022, serta tahun-tahun sebelumnya. E-hajj merupakan sebuah sistem elektronik mengenai layanan haji yang memudahkan jemaah untuk ibadah.

Sistem E-hajj yang memuat penyelenggaran haji diterapkan secara seragam dan serentak. Aplikasi ini menawarkan beberapa informasi untuk membantu jemaah, mulai dari kuota jemaah haji reguler, haji khusus hingga kuota petugas.

"E-Hajj adalah sebuah sistem elektronik haji yang di dalamnya ada beberapa informasi," kata Wakil Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Muhammad Luthfi Makki di Jeddah seperti dikutip dari Kemenag.go.id, Senin (27/6/2022).

"(Informasi) di antaranya soal kuota yang kami terima, sekaligus pembagiannya. Yaitu kuota jemaah haji reguler, haji khusus, dan kuota petugas," sambungnya.

Baca Juga: Warga dan Pedagang Pasar di Kalbar Protes Beli Migor Pakai PeduliLindungi: Apa Untungnya?

Penggunaan sistem E-hajj, diakui Makki, telah membantu pelayanan haji di Indonesia. Ia juga menjelaskan fungsi dan cara mengaktifkan aplikasi e-hajj.

"Untuk mengaktifkan E-hajj, kami diminta untuk menginput data jemaah sekaligus pembuatan kloter. Selain untuk data jemaah, E-hajj juga berfungsi untuk ‘pemaketan’. Jika semuanya sudah ‘dipaketkan’, maka baru keluar Visa," jelasnya.

Alumni Tarbiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menerangkan, proses mendapatkan visa tidak mudah. Jamaah perlu memenuhi beberapa kewajiban, seperti penginapan, layanan bus, sampai dengan paket Masair (rangkaian ibadah haji) selama ibadah haji.

Seluruh kewajiban itu harus dipastikan oleh para jemaah haji di Indonesia, jika ingin menerbitkan visa. Maka adanya aplikasi E-Hajj sudah begitu membantu jamaah untuk prosedur mendapatkan visa.

Selain itu, aplikasi itu juga meningkatkan kualitas pelayanan jemaah haji. Jemaah yang sudah tiba di Tanah Suci akan mudah menemukan tempat penginapan hingga transportasinya, yang bisa dilihat dari aplikasi E-Hajj.

Baca Juga: Wajib Pakai NIK Beli Minyak Goreng Curah, Pedagang di Sumsel Menolak: Stok Belum Stabil, Makin Ribet

“Jadi kalau misalkan keberangkatan gelombang pertama haji tahun ini datangnya di Madinah, rutenya Madinah-hotel-Mekah-Masair-Mekah lagi-baru Jeddah. Sama juga yang gelombang kedua,” ujar Makki.

Komentar