Puluhan Migran Tewas di Kontainer: Penyelundupan Paling Mematikan di AS

Siswanto | BBC | Suara.com

Selasa, 28 Juni 2022 | 17:59 WIB
Puluhan Migran Tewas di Kontainer: Penyelundupan Paling Mematikan di AS
BBC

Suara.com - Sedikitnya 46 orang ditemukan tewas di dalam sebuah truk kontainer yang ditinggalkan sopirnya di pinggiran Kota San Antonio, Amerika Serikat, Senin (27/6) malam waktu setempat. Para korban diyakini merupakan migran-migran tak berdokumen.

Selain korban meninggal, setidaknya 16 orang termasuk empat anak, dilarikan ke rumah sakit, kata seorang petugas pemadam kebakaran.

Tubuh para korban yang selamat itu dalam kondisi panas. Diduga mereka mengalami serangan panas dan kelelahan.

Baca juga:

San Antonio, yang berjarak 250 kilometer dari perbatasan AS-Meksiko, merupakan rute transit utama kartel penyelundup manusia.

Kelompok ini sering menggunakan truk untuk mengangkut migran tidak berdokumen. Mereka biasanya diangkut dari daerah terpencil setelah berhasil melewati aparat perbatasan dan menyeberang ke Amerika Serikat.

"Para korban yang meninggal ini memiliki keluarga... dan kemungkinan besar berusaha mereka tengah mencari kehidupan yang lebih baik," kata Wali Kota San Antonio, Ron Nirenberg.

"Ini sungguh tragedi kemanusiaan yang mengerikan," ujarnya.

Petugas kedaruratan tiba di tempat kejadian sekitar pukul enam sore waktu setempat. Mereka mendapat laporan tentang keberadaan sejumlah mayat, kata kepala pemadam kebakaran San Antonio, Charles Hood.

"Kami tidak seharusnya membuka truk dan melihat tumpukan mayat di sana. Tak satu pun dari kami pernah membayangkan akan menghadapi situasi itu saat bekerja," ucap Hood..

Hood berkata, truk itu ditemukan dalam kondisi ditinggalkan pengemudinya. Kendaraan itu tidak memiliki pendingin udara. Air minum juga tidak ditemukan di truk tersebut.

Iklim San Antonio sangat panas selama musim panas. Senin kemarin suhu kota itu mencapai 39,4 derajat Celsius. Para korban diduga meninggal karena kelelahan dan dehidrasi.

Menteri Luar Negeri Meksiko, Marcelo Ebrard, mengatakan bahwa dua warga negara Guatemala termasuk di antara mereka yang dibawa ke rumah sakit.

Kewarganegaraan para korban lainnya belum dipublikasikan.

Sejauh ini tiga orang telah ditahan penegak hukum setempat. Penyelidikan kasus ini diserahkan kepada lembaga federal.

Baca juga:

Konsul Jenderal Meksiko, Rubn Minutti, ditugaskan ke tempat kejadian. Konsulat Meksiko di San Antonio menyatakan akan memberikan "semua dukungan" jika warga Meksiko termasuk di antara yang meninggal.

Edward Reyna, seorang penjaga keamanan di gudang penyimpanan kayu yang berada beberapa meter dari lokasi truk, mengaku tidak terkejut mendengar peristiwa itu.

Reyna berkata tidak mampu lagi menghitung migran yang melompat dari kereta saat melalui rel di dekat tempat truk itu ditemukan.

"Menurut saya cepat atau lambat, seseorang akan terluka," kata Reyna. "Kartel yang membawa mereka tidak mempedulikan mereka."

Peristiwa seperti telah terjadi di San Antonio sebelumnya, tapi tidak dalam skala yang sebesar ini. Pada 2017, 10 migran ditemukan tewas di dalam truk kontainer, juga di sisi selatan kota.

Sisi selatan San Antonio adalah jalur dengan dua jalan raya utama yang menghubungkan ke kota kota perbatasan Texas.

Keberadaan truk sebesar ini kerap tidak disadari karena sebagian besar kawasan ini merupakan pedesaan. Ada juga beberapa tempat barang rongsokan dan permukiman baru.

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Alejandro Mayorkas, menyebut lembaganya telah mengambil alih penyelidikan kasus ini.

"Penyelundup manusia adalah individu yang tidak berperasaan, yang tidak mempedulikan orang-orang rentan yang mereka eksploitasi dan bahayakan demi mendapatkan keuntungan," ucapnya.

Gubernur Texas yang berasal dari Partai Republik, Greg Abbott, menyalahkan Presiden AS Joe Biden atas kematian para migran tersebut.

Dia menyebut para korban sebagai "hasil dari kebijakan perbatasan terbuka yang mematikan Joe Biden".

Beto O'Rourke, kandidat gubernur dari Partai Demokrat, berkata bahwa peristiwa itu begitu miris. Dia menyerukan agar otoritas segera mengambil tindakan untuk "membongkar jaringan penyelundupan manusia dan membentuk skema legal untuk proses migrasi yang lebih luas".

Isu migrasi adalah masalah politik yang kontroversial di AS. Mei lalu terdapat rekor 239.000 migran tidak berdokumen yang ditahan setelah menyeberang ke negara itu dari Meksiko. Banyak dari migran itu melalui rute yang sangat berisiko dan tidak aman.

Otoritas hukum AS diyakini akan melampaui rekor 1,73 juta penangkapan migran di perbatasan yang pecah tahun 2021. Saat ini sejumlah besar orang terus menyeberang dari negara-negara Amerika Tengah seperti Honduras, Guatemala dan El Salvador menuju AS.

Demi melarikan diri dari kemiskinan dan kekerasan di Amerika Tengah, banyak migran tidak berdokumen bersedia membayar sejumlah uang kepada penyelundup manusia untuk membawa mereka melintasi perbatasan AS.

Selama beberapa tahun terakhir, ada banyak kasus serupa tentang migran yang tewas selama perjalanan memasuki AS. Meski begitu, tidak ada peristiwa yang dianggap lebih mematikan dibandingkan kejadian awal pekan ini.

Setelah peristiwa kematian puluhan migran ini, Uskup Agung San Antonio, Gustavo Garcia-Siller mengunggah cuitan, "Tuhan kasihanilah mereka. Mereka berharap untuk kehidupan yang lebih baik."

"Sekali lagi, kurangnya keberanian untuk menangani reformasi imigrasi membunuh dan menghancurkan kehidupan," ujarnya.

Berbicara kepada BBC dari San Antonio, reporter lokal KENS5, Matt Houston, mengatakan: "Jika ini adalah insiden penyelundupan manusia seperti yang terlihat, ini merupakan yang paling mematikan dalam sejarah Amerika Serikat."

Houston berkata, risiko yang dihadapi para migran yang menyeberang ke AS sangat besar. Dalam beberapa hari terakhir, daerah itu dilanda gelombang panas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sembari Menunggu Data Rampung, Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pemulihan Sumatera

Sembari Menunggu Data Rampung, Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pemulihan Sumatera

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:08 WIB

Pemain Selandia Baru Tegaskan Dukungan untuk Iran: Mereka Layak di Piala Dunia 2026

Pemain Selandia Baru Tegaskan Dukungan untuk Iran: Mereka Layak di Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:08 WIB

Profil Bule Australia yang Disangka Luke Vickery di Latihan Timnas Indonesia, Siapa Dia?

Profil Bule Australia yang Disangka Luke Vickery di Latihan Timnas Indonesia, Siapa Dia?

Bola | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:01 WIB

Namanya Dicatut dalam Isu Sensitif, Menteri HAM Pigai Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum

Namanya Dicatut dalam Isu Sensitif, Menteri HAM Pigai Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:59 WIB

Produk Desa Masuk Marketplace: Rahasia Produk Naik Kelas Jalur Branding

Produk Desa Masuk Marketplace: Rahasia Produk Naik Kelas Jalur Branding

Your Say | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:57 WIB

Harga BBM Masih Stabil, Warganet Apresiasi Pemerintah

Harga BBM Masih Stabil, Warganet Apresiasi Pemerintah

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:51 WIB

Menelusuri Absurditas dalam Jakarta Sebelum Pagi

Menelusuri Absurditas dalam Jakarta Sebelum Pagi

Your Say | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:45 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Saling Sindir Soal Foto Lebaran di Konflik Anak, Ibunda Tasyi Athasyia Minta Maaf

Saling Sindir Soal Foto Lebaran di Konflik Anak, Ibunda Tasyi Athasyia Minta Maaf

Entertainment | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:35 WIB

Gagal di Timnas Indonesia, Patrick Kluivert Bernafsu Bawa Suriname ke Piala Dunia 2026

Gagal di Timnas Indonesia, Patrick Kluivert Bernafsu Bawa Suriname ke Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:33 WIB

Terkini

Sembari Menunggu Data Rampung, Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pemulihan Sumatera

Sembari Menunggu Data Rampung, Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pemulihan Sumatera

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:08 WIB

Namanya Dicatut dalam Isu Sensitif, Menteri HAM Pigai Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum

Namanya Dicatut dalam Isu Sensitif, Menteri HAM Pigai Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:59 WIB

Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Kuliti Peran Gus Yaqut dan Gus Alex

Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Kuliti Peran Gus Yaqut dan Gus Alex

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:30 WIB

Ketua Satgas Dorong Percepatan Pemulihan Bencana Sumatra melalui Sinergi Antar Daerah

Ketua Satgas Dorong Percepatan Pemulihan Bencana Sumatra melalui Sinergi Antar Daerah

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:26 WIB

WN Irak Bunuh Cucu Mpok Nori di Cipayung, Terancam Penjara Seumur Hidup

WN Irak Bunuh Cucu Mpok Nori di Cipayung, Terancam Penjara Seumur Hidup

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:25 WIB

Jeritan Pengelola Terminal Kalideres: Kalah Telak dari Terminal Bayangan, Rugi Hingga Miliaran!

Jeritan Pengelola Terminal Kalideres: Kalah Telak dari Terminal Bayangan, Rugi Hingga Miliaran!

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:21 WIB

Diperiksa 3 Jam, Eks Menag Gus Yaqut Ogah Beberkan Materi Pemeriksaan: Saya Capek

Diperiksa 3 Jam, Eks Menag Gus Yaqut Ogah Beberkan Materi Pemeriksaan: Saya Capek

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:20 WIB

Polisi Ringkus Direktur dan Manajer Operasional White Rabbit Usai Terlibat Peredaran Ekstasi

Polisi Ringkus Direktur dan Manajer Operasional White Rabbit Usai Terlibat Peredaran Ekstasi

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:15 WIB

Rekaman3Menit Terakhir Ungkap Penyebab Tragis Kecelakaan Pesawat Air Canada di New York

Rekaman3Menit Terakhir Ungkap Penyebab Tragis Kecelakaan Pesawat Air Canada di New York

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:00 WIB

Anggota Polresta Yogyakarta Meninggal Dunia saat Bertugas Lebaran, Diduga Akibat Kelelahan

Anggota Polresta Yogyakarta Meninggal Dunia saat Bertugas Lebaran, Diduga Akibat Kelelahan

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 16:52 WIB