facebook

Ngeri, Kematian Warga Sipil Terus Bertambah Akibat Serangan Brutal Rudal Rusia ke Ukraina

Agatha Vidya Nariswari
Ngeri, Kematian Warga Sipil Terus Bertambah Akibat Serangan Brutal Rudal Rusia ke Ukraina
Seorang penyelamat berdiri di samping sebuah bangunan tempat tinggal yang terkena serangan rudal Rusia, saat serangan Rusia di Ukraina berlanjut, di Mykolaiv, Ukraina, 29 Juni 2022. (Layanan Darurat Negara Ukraina/HO via Reuters/as)

Warga sipil yang menjadi korban tewas terus meningkat di Ukraina setelah serangan rudal Rusia menghantam apartemen di Ukraina Selatan

Suara.com - Warga sipil yang menjadi korban tewas terus meningkat di Ukraina setelah serangan rudal Rusia menghantam apartemen di Ukraina Selatan pada Rabu (29/6/2022).

Menurut laporan pihak berwenang, sedikitnya ada tiga orang yang tewas dalam insiden tersebut.

Kata Wali Kota Oleksandr Senkevych, ada delapan rudal yang menggempur kota Mykolaiv, Ukraina selatan.

Foto-foto dari Mykolaiv tampak kepulan asap dari sebuah gedung empat lantai yang bagian atasnya hancur sebagian.

Baca Juga: Agenda Jokowi di Ukraina, Kunjungi Puing-puing Peperangan

Serangan itu terjadi saat tim penyelamat masih mencari korban hilang di pusat perbelanjaan yang hancur oleh serangan rudal Rusia pada Senin lalu.

Sedikitnya 18 orang tewas dalam peristiwa di kota Kremenchuk, Ukraina tengah, itu.

Ukraina mengatakan bahwa Rusia telah membunuh warga sipil secara sengaja ketika menyerang di Kremenchuk.

Rusia mengatakan mal tersebut kosong dan pihaknya membidik gudang penyimpanan senjata yang ada di dekatnya.

"Rudal Rusia menghantam lokasi ini dengan tepat. Se-ca-ra se-nga-ja. Jelas bahwa para pembunuh Rusia menerima koordinat yang tepat," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam video pidato malamnya.

Baca Juga: Selain Jokowi, Ini Daftar Pemimpin Dunia yang Kunjungi Ukraina di Tengah Perang

"Mereka ingin membunuh orang sebanyak-banyaknya," katanya.

Sekitar 36 orang masih belum ditemukan di Kremenchuk menurut laporan pihak berwenang.

Di Lysychansk, wilayah Luhansk, medan pertempuran penting bagi Rusia untuk merebut daerah industri di Donbas, gubernurnya melaporkan adanya peningkatan aksi militer.

Situasi di sana mirip dengan kota kembarannya, Sievierodonetsk, ketika Rusia mulai merebut satu per satu gedung lebih dari sebulan lalu, kata Gubernur Luhansk Serhiy Gaidai, Rabu.

Sievierodonetsk jatuh ke tangan Rusia pada Sabtu.

"Rusia menggunakan setiap senjata yang tersedia… dan tidak pandang bulu apakah targetnya militer atau bukan –sekolah, taman kanak-kanak, lembaga kebudayaan," kata dia di televisi.

"Semuanya dihancurkan. Ini adalah kebijakan bumi hangus," katanya.

Pasukan Rusia berusaha mengepung Lysychansk, kata staf umum angkatan bersenjata Ukraina, Rabu.

Di wilayah Dnipropetrovsk, Gubernur Valentyn Reznychenko mengatakan mayat seorang pria dan seorang wanita telah ditemukan terkubur di bawah reruntuhan kantor perusahaan angkutan yang terhantam rudal Rusia pada Selasa.

Rusia membantah telah mengincar warga sipil selama empat bulan agresi militernya di Ukraina.

PBB mengatakan sedikitnya 4.700 warga sipil tewas sejak invasi Rusia pada 24 Februari. (ANTARA)

Komentar