Polemik Timnas Israel di Piala Dunia U-20, Politikus PDIP: Larang Kibarkan Bendera dan Nyanyikan Lagu Kebangsaan!

Chandra Iswinarno | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Kamis, 30 Juni 2022 | 17:18 WIB
Polemik Timnas Israel di Piala Dunia U-20, Politikus PDIP: Larang Kibarkan Bendera dan Nyanyikan Lagu Kebangsaan!
Politikus PDI Perjuangan Effendi Simbolon. [Suara.com/Ria Rizki]

Suara.com - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Effendi Simbolon merespons polemik Timnas sepakbola Israel U-20 yang akan turut serta dalam gelaran Piala Dunia U-20 di Indonesia.

Effendi menilai, adapun opsi jika Israel tetap ingin mengirim Timnas U-20 sepakbolanya ke Indonesia maka tidak boleh mengibarkan benderanya dalam gelaran olahraga tersebut. Selain itu lagu kebangsaan juga tidak boleh diputar.

"Tidak boleh bawa benderanya dia. Tidak boleh menyanyikan lagu kebangsaan. Betul itu, karena tidak ada hubungan diplomatik," kata Effendi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (30/6/2022).

Menurutnya, Indonesia memang mempunyai posisi sulit. Terlebih Indonesia hanya sebagai tuan rumah dan yang memiliki aturan gelaran olahraga tersebut adalah induk sepakbola dunia yakni FIFA.

"Kita bisa pahami. Cuma dilematis. Kita enggak kemudian kita diartikan berhubungan diplomatik dengan Israel. Cuma kita enggak bisa mengatakan menolak dia. Enggak bisa. Atau kita yang keluar dari kompetisi itu," tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, terkait persoalan FIFA yang dianggap memiliki standar ganda karena hanya melarang Rusia dalam gelaran sepakbola, berbeda dengan kasus Israel.

"Beda, karena dianggap dia menginvasi negara lain sehingga disanksi. Israel enggak ada sanksinya. Kita yg enggak berhubungan diplomatik ke Israel. FIFA enggak kasih sanksi ke dia," katanya.

Penolakan Timnas Israel

Sejumlah lembaga kemanusiaan yang fokus terhadap konflik di Palestina menolak keras kedatangan Tim Nasional (Timnas) Israel dalam perhelatan Piala Dunia U-20 yang bakal digelar di Indonesia pada 2023 mendatang.

Mereka menentang karena pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan Israel terhadap Palestina yang masih terjadi hingga saat ini. Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia mendesak pemerintah untuk membatalkan kedatangan Timnas Israel ke Indonesia.

"MER-C Indonesia meminta pemerintah harus tegas menolak Tim U-20 Israel. Hal ini tidak hanya karena daftar panjang pelanggaran hak asasi manusia dan juga penjajahan yang masih dilakukan Israel terhadap bangsa Palestina yang bertentangan dengan hukum internasional," kata Ketua Presidium MER-C Indonesia, Sarbini Abdul Murad saat konferensi pers di Senen, Jakarta Pusat, Rabu (29/6/2022).

Sarbini mengatakan, jika pemerintah tidak tegas menolak kedatangan Timnas Israel, akan sangat melukai masyarakat yang selama ini mendukung kemerdekaan Palestina.

"Ketidaktegasan Pemerintah akan melukai persatuan dan dukungan yang selama ini rakyat Indonesia berikan kepada Palestina," tegasnya.

Penolakan keras juga datang dari Aqsa Waorking Group (AWG), lembaga kemanusiaan yang fokus dalam isu penjajahan Israel di Palestina.

"Penolakan ini karena penjajahan dan tindakan kekerasan serta serangan brutal yang dilakukan Zionis Israel terhadap warga Palestina yang telah melanggar Hak Asasi Manusia," kata Ketua Presidium AWG, Anshorullah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Israel Lolos Piala Dunia U-20 Dihelat di Indonesia, MUI 'Ingatkan' Pemerintah

Israel Lolos Piala Dunia U-20 Dihelat di Indonesia, MUI 'Ingatkan' Pemerintah

| Kamis, 30 Juni 2022 | 15:19 WIB

Bulan Sabit Merah Indonesia Sebut FIFA Standar Ganda, Minta Pemerintah Tolak Israel Berlaga di Piala Dunia U-20

Bulan Sabit Merah Indonesia Sebut FIFA Standar Ganda, Minta Pemerintah Tolak Israel Berlaga di Piala Dunia U-20

News | Rabu, 29 Juni 2022 | 19:25 WIB

Soal Gelombang Penolakan Israel di Piala Dunia U-20 2023, Begini Sikap PSSI

Soal Gelombang Penolakan Israel di Piala Dunia U-20 2023, Begini Sikap PSSI

Bola | Rabu, 29 Juni 2022 | 19:20 WIB

Terkini

Pramono Anung Jamin Aturan Penyediaan Air Tak Akan 'Sandera' Kebutuhan Warga Jakarta

Pramono Anung Jamin Aturan Penyediaan Air Tak Akan 'Sandera' Kebutuhan Warga Jakarta

News | Senin, 13 April 2026 | 18:43 WIB

DPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Perlindungan Saksi-Korban ke Paripurna

DPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Perlindungan Saksi-Korban ke Paripurna

News | Senin, 13 April 2026 | 18:38 WIB

Survei Poltracking: Prabowo Unggul di Top of Mind Capres 2029, Dedi Mulyadi dan Anies Menyusul

Survei Poltracking: Prabowo Unggul di Top of Mind Capres 2029, Dedi Mulyadi dan Anies Menyusul

News | Senin, 13 April 2026 | 18:36 WIB

Rentetan OTT Kepala Daerah, Tito Sebut Ada Masalah Mendasar dalam Rekrutmen Pilkada

Rentetan OTT Kepala Daerah, Tito Sebut Ada Masalah Mendasar dalam Rekrutmen Pilkada

News | Senin, 13 April 2026 | 18:15 WIB

Mendagri Sentil Daerah yang Ragu Soal WFH ASN: Ini Bukan Opsional!

Mendagri Sentil Daerah yang Ragu Soal WFH ASN: Ini Bukan Opsional!

News | Senin, 13 April 2026 | 18:09 WIB

Ibu dan Anak Tewas Terlindas Bus AKAP di Depan Terminal Kampung Rambutan

Ibu dan Anak Tewas Terlindas Bus AKAP di Depan Terminal Kampung Rambutan

News | Senin, 13 April 2026 | 18:06 WIB

Jubir Buka Peluang JK Dialog soal Laporan Dugaan Penistaan Agama

Jubir Buka Peluang JK Dialog soal Laporan Dugaan Penistaan Agama

News | Senin, 13 April 2026 | 18:00 WIB

Tak Semua Penghijauan Berdampak Positif, Studi Ungkap Ancaman di Balik Penanaman Pohon Massal

Tak Semua Penghijauan Berdampak Positif, Studi Ungkap Ancaman di Balik Penanaman Pohon Massal

News | Senin, 13 April 2026 | 17:55 WIB

Jejak Gelap Aep Saepudin: Sosok Pendiam di Rancaekek yang Jadi Broker Senpi Ilegal Ki Bedil

Jejak Gelap Aep Saepudin: Sosok Pendiam di Rancaekek yang Jadi Broker Senpi Ilegal Ki Bedil

News | Senin, 13 April 2026 | 17:53 WIB

Esra Erkomay: Deteksi Dini Harus Jadi Budaya Agar Kanker di Indonesia Bukan Lagi Vonis Mati

Esra Erkomay: Deteksi Dini Harus Jadi Budaya Agar Kanker di Indonesia Bukan Lagi Vonis Mati

News | Senin, 13 April 2026 | 17:50 WIB