facebook

Serba-serbi Siskohat, Pusat Data Penyelenggaraan Ibadah Haji Indonesia

Agatha Vidya Nariswari | Rendy Adrikni Sadikin
Serba-serbi Siskohat, Pusat Data Penyelenggaraan Ibadah Haji Indonesia
Umat Muslim berkumpul di depan Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (2/7/2022). [AFP]

Siskohat memiliki jasa besar dalam menciptakan keteraturan terkait pergerakan jemaah haji ke Arab Saudi.

Suara.com - Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) memiliki jasa besar dalam menciptakan keteraturan terkait pergerakan jemaah haji ke Arab Saudi. Media Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ini merupakan pengelolaan data dan informasi yang dapat mempermudah proses pelaksanaan haji di Indonesia.

Kasie Data Jamaah Daker Bandara, Reza Muhammad mengungkapkan bahwa Siskohat merupakan sistem yang mengelola semua data dan informasi penyelenggara haji Indonesia.

Mulai dari jemaah mendaftar, jemaah menunggu, waiting list (daftar tunggu), jemaah yang manasik, pemeriksaan kesehatan, hingga jemaah yang berangkat ke Arab Saudi, jemaah melakukan wukuf, dirawat dan jemaah pulang kembali ke Indonesia.

"Jadi semua nya dimenej oleh Siskohat dan dapat dilihat secara terbuka oleh publik," ujarnya kepada tim Media Center Haji (MCH), Sabtu (2/7).

Baca Juga: Perbedaan Haji Furoda dan Haji Plus dari Harga hingga Fasilitas yang Diperoleh

Menurut pemaparannya, Siskohat dibangun pascaperistiwa musibah meninggalnya ratusan jemaah haji di terowongan Mina pada tahun 1990-an silam. Kini Siskohat mengalami pengembangan, baik pada aspek pencatatan keuangan atas pendaftaran, pelunasan, maupun pembatalan haji.

Sistem Siskohat ini juga berintegrasi dengan penerbangan haji kaitannya pembentukan pra manifest,  perbankan dalam hal mutasi keuangan dan pastinya dengan seluruh bidang haji provinsi, kabupaten dan kota. Banyak hal sudah yang dilakukan sistem Siskohat ini, termasuk percepatan pengurusan visa yang diterapkan Arab Saudi melalui e-hajj.

"Apalagi jika mengingat operasional penyelenggaraan ibadah haji bisa dikatakan masih sangat sederhana pada tahun 1990-an," katanya.

Lebih lanjut, Reza menjelaskan data yang ditampilkan dalam Siskohat ini komprehensif dari awal hingga akhir dan menyeluruh, baik jamaah haji reguler maupun haji khusus.

Jadi sebelum pemberangkatan itu, ada data yang berhak melunasi yaitu yang sudah mengantri sekian lama ada yg 10 tahun, 15 tahun, 17 tahun. Berhak melunasi itu ketika di tahun berjalan jamaah akan berangkat ke Tanah Suci.

Baca Juga: Tiga Hari Jelang Armuzna, Jemaah Diminta Istirahat: Jangan Lelah dan Stres

Setelah mengantre ada kuota dari Arab Saudi, kemudian ada jamaah yang mengisi kuota tersebut. Ketika jemaah berhak melunasi, jemaah akan melunasi kekurangan pembiayaan haji nya di bank setoran.

Komentar