Ali Larijani Tewas: Apakah Kematiannya Bakal Perdalam Krisis di Iran?

Dimas Sagita | Suara.com

Kamis, 19 Maret 2026 | 09:47 WIB
Ali Larijani Tewas: Apakah Kematiannya Bakal Perdalam Krisis di Iran?
Serangan udara Israel menewaskan kepala keamanan Iran, Ali Larijani. Kehilangan sosok paling berpengaruh ini diprediksi akan mengguncang jantung kepemimpinan Teheran.

Suara.com - Serangan udara Israel yang menewaskan kepala keamanan Iran, Ali Larijani, telah menghilangkan salah seorang pembuat kebijakan paling berpengaruh dan berpengalaman di Republik Islam Iran.

Larijani bukan seorang komandan militer, namun dia adalah tokoh sentral dalam merumuskan keputusan strategis Iran.

Sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, dia berada di pusat pengambilan keputusan terkait perang, diplomasi, dan keamanan nasional.

Suaranya memiliki bobot di seluruh struktur kekuasaan, terutama dalam menangani konfrontasi Iran dengan AS dan Israel.

Setelah pembunuhan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei pada 28 Februari 2026 lalu, Larijani mengambil sikap menantang, menandakan bahwa Iran siap menghadapi konflik berkepanjangan.

Kematian Larijani, yang telah dikonfirmasi oleh media pemerintah Iran, terjadi di tengah rangkaian serangan yang lebih luas di mana sejumlah pejabat senior dan komandan Iran tewas hanya dalam hitungan pekan.

Pola ini menunjukkan adanya upaya berkelanjutan untuk melemahkan struktur kepemimpinan Iran di masa perang.

Meski dikenal bersikap keras terhadap Barat, Larijani kerap digambarkan sebagai sosok pragmatis di dalam negeri.

Dia memadukan loyalitas ideologis dengan pendekatan teknokratis, lebih mengutamakan strategi yang terukur ketimbang retorika.

Dia tetap sangat skeptis terhadap keterlibatan negaranya dengan negaranegara Barat, namun dia turut terlibat dalam sejumlah upaya diplomatik penting, termasuk menjadi utusan dalam perjanjian kerja sama jangka panjang Iran dengan China.

Siapa Ali Larijani?

Ali Larijani adalah Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran.

Dia diangkat pada Agustus 2025 oleh Presiden Masoud Pezeshkian sebagai sekretaris SNSC.

Larijani juga dilantik sebagai perwakilan Pemimpin Tertinggi Iran yang telah wafat, Ayatollah Ali Khamenei, di dewan tersebut.

Larijani juga digambarkan oleh sejumlah media Iran sebagai penasihat bagi mendiang pemimpin tertinggi.

Dia menjabat sebagai ketua parlemen Iran selama 12 tahun, dari Mei 2008 hingga Mei 2020.

Meski memimpin faksi prinsipil (principlist) di parlemen pada 20082012, dalam beberapa tahun terakhir dia kerap disebut sebagai 'konservatif moderat'.

Sebelum menjadi ketua parlemen, Larijani pernah menjabat sebagai kepala negosiator nuklir Iran antara 2005 dan 2007.

Saudaranya, Sadegh Larijani, juga merupakan figur berpengaruh di Republik Islam.

Dia memimpin Dewan Penentu Kebijakan, sebuah lembaga arbitrase tertinggi yang menjadi penentu akhir dalam perselisihan antara parlemen dan lembaga pengawas konstitusi, Dewan Garda.

Apa tiga krisis besar yang dihadapi pengganti Larijani?

Pada saat kematiannya, Larijani tengah menangani tiga krisis besar.

Krisis pertama adalah perang itu sendiri. Dia berpendapat bahwa Iran harus bersiap menghadapi perjuangan berkepanjangan dan memperluas konflik ke seluruh kawasan dan bahkan lebih jauh, termasuk menutup Selat Hormuz.

Krisis kedua adalah gelombang kerusuhan dalam negeri, yang bermula dari keluhan ekonomi tetapi dengan cepat berubah menjadi protes yang lebih luas yang menuntut tumbangnya Republik Islam.

Pemerintah menanggapinya dengan tindakan keras yang menewaskan ribuan pengunjuk rasa di seluruh negeri.

Krisis ketiga adalah program nuklir Iran dan negosiasi tidak langsung dengan Washington yang mandek. Kedua hal ini terganggu oleh serangan militer AS-Israel.

Kematian Larijani membuat isuisu ini tetap tak terselesaikan dan mewariskannya kepada pengganti yang belum diketahui, yang akan menghadapi situasi yang sangat rapuh.

Walaupun Iran menunjukkan ketahanansebagian dengan mengguncang pasar energi globalwilayah udaranya tetap terbuka terhadap serangan lanjutan.

Setiap pejabat senior baru bakal menghadapi risiko langsung untuk menjadi target serangan AS-Israel.

Apakah militer Iran akan berperan setelah kematian Larijani?

Hal ini dapat menggeser kekuasaan lebih jauh ke arah militer.

Pernyataan terbaru Presiden Masoud Pezeshkian menunjukkan bahwa unitunit angkatan bersenjata pada dasarnya telah diberi kewenangan luas untuk bertindak jika kepemimpinan senior tidak dapat menjalankan tugasnya.

Dalam praktiknya, hal ini bisa berarti keputusan diambil lebih cepat, tetapi dengan koordinasi pusat yang lebih lemah.

Ada pula tandatanda bahwa para pemimpin Iran tengah kesulitan mengelola proses suksesi.

Iran menunda pengumuman publik dan menjaga sejumlah tokohtermasuk pemimpin tertinggi yang baru, Mojtaba Khameneitetap berada di luar sorotan.

Tidak jelas apakah ini dilakukan demi alasan keamanan atau karena ketidakpastian internal.

Dalam jangka pendek, situasi yang muncul kemungkinan akan makin tidak stabil: sikap militer yang lebih keras di medan perang dan tindakan represi yang lebih ketat di dalam negeri.

Namun seiring waktu, sebuah sistem yang terus kehilangan para pejabat senior dapat semakin kesulitan berfungsi secara efektif, terutama di negara berpenduduk lebih dari 90 juta jiwa.

Dampak dari kematian Larijani, dengan demikian, bukan sekadar hilangnya satu pejabat.

Peristiwa ini memperdalam krisis kepemimpinan yang dapat memengaruhi jalannya perang sekaligus stabilitas negara Iran itu sendiri.

More on the Iran war

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Teheran Berduka! Presiden Iran: Serangan Licik Israel Tewaskan Esmaeil Khatib

Teheran Berduka! Presiden Iran: Serangan Licik Israel Tewaskan Esmaeil Khatib

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 01:13 WIB

Dugaan Operasi Mossad di Dalam Iran! Mata-mata Israel Ancam Seorang Komandan Militer

Dugaan Operasi Mossad di Dalam Iran! Mata-mata Israel Ancam Seorang Komandan Militer

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 22:36 WIB

Siapa Esmaeil Khatib, Ahli Fiqih Islam dan Menteri Intelijen Iran yang Dekat dengan Ali Khamenei

Siapa Esmaeil Khatib, Ahli Fiqih Islam dan Menteri Intelijen Iran yang Dekat dengan Ali Khamenei

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:30 WIB

Terkini

Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak

Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 22:29 WIB

5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal

5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:36 WIB

Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang

Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:14 WIB

Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap

Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:00 WIB

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:22 WIB

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:11 WIB

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:03 WIB

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:57 WIB

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:25 WIB