facebook

Alissa Wahid Minta Jumlah Petugas Bimbad Haji Perempuan Ditambah

Rifan Aditya | Rendy Adrikni Sadikin
Alissa Wahid Minta Jumlah Petugas Bimbad Haji Perempuan Ditambah
Alissa Wahid. [instagram]

Alissa Wahid meminta Kementerian Agama RI menambah petugas bidang Bimbingan Ibadah (Bimbad) dari unsur perempuan.

Suara.com - Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid alias Alissa Wahid meminta Kementerian Agama RI menambah petugas bidang Bimbingan Ibadah (Bimbad) dari unsur perempuan. Selama ini, menurut dia, sangat minim Bimbad perempuan. Hal itu dikeluhkan jemaah perempuan.

Temuan tersebut saat Alissa Wahid, yang merupakan anggota Tim Pemantauan dan Evaluasi Kemenag RI, melakukan kunjungan ke kamar hotel jemaah di Sektor 5, Minggu (3/7/2022). Adapun sektor tersebut khusus ditempati oleh jemaah haji asal Jawa Barat.

"Bimbingan ibadah (Bimbad) memang kurang dari unsur perempuan. Padahal 57 persen total jemaah tahun ini, adalah perempuan. Petugas haji lebih banyak laki-laki. Bimbadnya juga banyak laki-laki. Bimbad perempuan memang ada, tapi jumlahnya sedikit," tegasnya.

Harapannya, Alissa Wahid meminta setiap sektor menyediakan Bimbad perempuan untuk jemaah perempuan. "Temuannya itu. Rekomendasinya, harus ditambah Bimbad dari perempuan, untuk tahun kedepannya," jelasnya.

Baca Juga: Ke Jemaah Haji, Alissa Wahid Minta Doa untuk Indonesia

Usai meninjau jemaah, Alissa Wahid juga berharap semua pelaksanaan haji 2022 berjalan lancar. Tidak ada kesulitan berarti. Semoga tidak ada musibah seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Semoga seluruh jemaah sehat. Angka kejadian fatal menurun. Semua kembali ke Indonesia dengan selamat dan menjadi haji mabrur," harap putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur tersebut.

Soal pelayanan dan akomodasi, dari pengakuan para jemaah kata Alissa, semua jemaah mengaku sangat senang. Bahkan ada yang menangis, karena bisa menikmati fasilitas dan pelayanan prima dan lancar melaksanakan ibadah.

"Mereka juga sangat kompak. Petugas juga sangat sepenuh hati melayani jemaah," terangnya.

Jemaah juga mendapatkan cerita pengalaman dari jemaah terdahulu, jika pemondokannya tidak bagus.

Baca Juga: Kemenag: Kasus ACT Kewenangan Kemensos yang Mengeluarkan Izin

"Ternyata saat ini tidak demikian. Semuanya difasilitasi dengan baik dan dibantu dengan baik. Sekarang makan tiga kali sehari. Dulu hanya dua kali. Semoga ini menjadi perbaikan secara permanen untuk kedepannya. Tidak hanya baik tahun ini," harap Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian itu.

Komentar