facebook

Badai di Sydney Mulai Reda, Korban Mengungsi Capai 50.000 Orang

Agatha Vidya Nariswari
Badai di Sydney Mulai Reda, Korban Mengungsi Capai 50.000 Orang
Personel State Emergency Service (SES) bersiap melakukan evakuasi warga yang terjebak banjir akibat intensitas hujan yang tinggi di Windsor, pinggiran Kota Sydney, Australia, Selasa (5/7/2022). (ANTARA FOTO/REUTERS/Loren Elliott/wsj.)

Badai yang mengamuk hingga mengakibatkan hujan lebat di Sydney, Australia selama empat hari ini mulai reda

Suara.com - Badai yang mengamuk hingga mengakibatkan hujan lebat di Sydney, Australia selama empat hari ini mulai reda. Meski begitu, permukaan sungai masih di atas level bahaya sehingga evakuasi korban masih trus dilakukan.

Dipantau dari citra satelit pada Rabu, badai telah menjauhi kota Sydney.

Diketahui lebih dari 85.000 orang yang tinggal di negara bagian New South Wales. Sebagian besar yang tinggal di pinggiran barat Sydney telah diminta mengungsi dan diperingatkan bahwa mereka akan dievakuasi.

Dari laporan pihak berwenang, jumlah korban mengungsi mencapai 50.000 orang.

Baca Juga: Australia Tawarkan Program Antisipasi Perubahan Iklim di Ibu Kota Negara Nusantara

"Saat ini situasinya masih berbahaya dan kami perlu menanggapinya dengan tepat," kata Perdana Menteri Anthony Albanese.

Dia mengatakan hal itu dalam jumpa pers saat mengumumkan bantuan tunai senilai 1.000 dolar Australia (sekitar Rp10,23 juta) bagi setiap korban banjir.

Badai bertekanan rendah yang intens di lepas pantai timur Australia bergerak ke pantai tengah-utara NSW sepanjang 300 km.

Biro cuaca memperkirakan curah hujan di sana akan melebihi 200 mm selama enam jam. Hujan deras sejak Sabtu terus mengalirkan air ke daerah-daerah penampung hujan di sekitar Sydney yang sudah mendekati kapasitas penuhnya sebelum banjir terakhir terjadi.

Pihak berwenang memperingatkan bahwa bencana alam itu akan berlanjut hingga awal pekan depan.

Baca Juga: Mi Instan Indonesia Ditolak Masuk Otoritas Taiwan

Cuaca pantai timur Australia telah terdampak oleh fenomena La Nina –biasanya menjadi penyebab curah hujan yang tinggi– selama dua tahun berturut-turut.

Fenomena alam itu berakhir pada Juni, tetapi ada kemungkinan 50 persen untuk muncul lagi akhir tahun ini, menurut Biro Meteorologi.

Tayangan televisi memperlihatkan mobil-mobil diparkir di lantai teratas gedung, penduduk melindungi rumah dan tempat usaha mereka dengan karung pasir, dan petugas terlihat menyelamatkan hewan-hewan ternak.

Beberapa wilayah NSW menerima curah hujan hingga 700 mm sejak Sabtu, melebihi rata-rata tahunan, tetapi kondisi mulai mereda di Sydney.

"Kami memperkirakan akan ada kondisi kering (di Sydney) besok dan Jumat, beberapa hujan ringan akan kembali akhir pekan ini tetapi tidak sederas sebelumnya," kata ahli meteorologi Jonathan How kepada ABC. (ANTARA)

Komentar